Setelah melalui proses panjang, tahun ini Hendy Setiono memiliki kesepakatan perdamaian.
Saat ini, Ngikan terus beroperasi dengan strategi yang lebih terarah dan beradaptasi dengan perkembangan tren pasar, di bawah kepemimpinan yang telah disepakati oleh seluruh pihak terkait.
Sebagai informasi, permasalahan ini diketahui publik saat Niko Al Hakim bicara di media sosial soal permasalahan bisnis.
Okin bercerita, di 2019 dirinya diajak bekerjasama dengan pembagian saham yang rata.
Setelah booming dan banyak orang membuka franchise, Okin meminta rekening koran. Namun, permintaan tersebut tidak pernah diindahkan.
"Selama dua tahun terakhir ini, setiap rapat dan segala macam kita tuh dikasih laporan keuangan berupa Excel dan tidak pernah real dari laporan keuangan yang ada rekening korannya," kata Okin, dikutip dari postingannya pada 16 Februari 2025.
Okin curiga ada kecurangan dengan memasukkan dana ke rekening perusahaan pribadinya.
"Akhirnya dia menghilang tidak jelas. Akhirnya di tahun 2024 bulan September, gue masukin dia LP di Bareskrim karena menurut kita ini tindakan pencucian uangnya sudah lebih dan cukup untuk kita laporkan di Bareskrim," ujar Okin.
Okin justru dilaporkan balik masalah perdata dengan dalih bukan pemilik saham dan tidak pernah bekerja.
Baca Juga: Dikira Jadi Korban Seperti Niko Al Hakim, Bisnis Edho Zell Tetap Jalan Seperti Biasa
Padahal, brand tersebut menjadi terkenal atas promosi-promosinya di media sosial.
"Lah, yang bikin sampai 200 plus plus store siapa sampai akhirnya dia kelabakan sendiri ngurusnya, terus akhirnya produknya ancur karena enggak bisa nge-handle? Yang penting uang closingan masuk ya bos?" ucap bapak dua anak ini.
Okin melanjutkan, "Sampai akhirnya setelah LP dan memeriksa saksi-saksi, kita nemuin banyak aliran dana yang tidak seharusnya. Bahkan calon franchisee kalau mau bayar, transfernya ke rekening perusahaan beliau bukan rekening perusahaan kami."
Okin menerangkan alasan mengungkap ke publik karena tidak ingin banyak korban lain.
Berita Terkait
-
Dikira Jadi Korban Seperti Niko Al Hakim, Bisnis Edho Zell Tetap Jalan Seperti Biasa
-
Okin Beberkan Kronologi Dugaan TPPU Bos Baba Rafi, Minta Rekening Koran hingga Dilaporkan Balik
-
Profil Hendy Setiono, Bos Kebab Baba Rafi yang Sedang Disorot
-
Azizah Salsha Sudah Tak Tahan, Kini Sebut Rachel Vennya Playing Victim: Alay, Cari Dukungan Netizen
-
Rachel Vennya Bandingkan Salim Nauderer dengan Niko Al Hakim: Masih Mending Mantan Suami
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial
-
Fashion Show dari Limbah hingga Bazar UMKM Ramaikan Alun-alun Cilegon
-
Ketika Penyandang Disabilitas Didorong Membangun Bisnis Berkelanjutan
-
KPK Tahan 4 Tersangka Baru Korupsi Asuransi Fiktif PT Pelni Rp263 Miliar
-
Limbah Sianida vs Kemarau Panjang: Saat Sungai Cikaniki Mati Rasa dan Warga Berjuang Demi Air Bersih
-
Askrindo Pertajam Strategi Pertumbuhan, Fokus Diversifikasi Produk hingga Digitalisasi
-
Optimalkan Pelayanan Publik, Mendagri: Pentingnya Penguatan Kapasitas & Dukungan Bagi Kepala Daerah
-
Nyaris Beredar! Polisi Gagalkan Distribusi 784 Ribu Butir Obat Keras Ilegal di Bandung
-
Semakin Praktis, Pembayaran Transportasi Umum Kini Cukup Tempel HP
-
Polisi Sita Parang hingga Golok Jelang Aksi Ribuan PSHT di Surabaya