Menampilkan Tissa Biani dan Wulan Guritno, film ini tayang pada momen libur Lebaran 2025, waktu yang biasanya strategis untuk meraih banyak penonton.
Meski sempat ramai dibicarakan karena tema yang tidak biasa, film ini hanya mampu mencatatkan angka 519.298 penonton.
Pencapaian film produksi Dee Company ini jauh di bawah film-film Lebaran lainnya yang berhasil menembus angka satu juta penonton.
Hal ini pun memicu berbagai spekulasi dan perdebatan di kalangan pengamat film dan netizen.
Beberapa faktor disebut menjadi penyebab mengapa "Norma: Antara Mertua dan Menantu" gagal mengikuti jejak "Ipar Adalah Maut."
Salah satu yang paling banyak disorot adalah pemilihan waktu tayang. Film ini dirilis saat momen Lebaran, momen silaturahmi keluarga terbesar di Indonesia.
Mengangkat tema perselingkuhan antara menantu dan mertua di tengah suasana kekeluargaan dianggap kurang tepat, bahkan tabu untuk disaksikan bersama keluarga besar.
Hubungan terlarang antara ipar masih lebih "masuk akal" bagi sebagian penonton dibandingkan hubungan antara menantu dan mertua yang memiliki perbedaan usia mencolok.
Banyak yang mengaku merasa jijik hanya membayangkan cerita tersebut, meskipun kenyataannya memang demikian.
Baca Juga: Deretan Pengisi Suara Film Jumbo, Dua Aktor Ternama Perankan Kambing
Aspek lain yang tak kalah penting adalah promosi. Jika "Ipar Adalah Maut" mendapat dorongan promosi masif di berbagai platform, "Norma" dinilai kurang kuat dalam memasarkan diri.
Bahkan, sejumlah akun film disebut-sebut ikut memboikot film ini karena berbagai alasan, termasuk track record rumah produksinya yang dianggap problematik.
Tak hanya itu, ada pula pendapat bahwa penonton mulai jenuh dengan film-film yang diangkat dari cerita viral.
Daya tarik dari kisah nyata "Norma: Antara Mertua dan Menantu" dianggap sudah selesai dan tidak menyisakan misteri atau perdebatan.
Berbeda dari film-film lain yang masih mengundang rasa penasaran, seperti siapa Rani sebenarnya dalam "Ipar Adalah Maut" atau misteri di balik "KKN di Desa Penari."
Terakhir, ada pula komentar terkait batasan usia penonton. Film "Norma" hanya diberi rating 13+, jadi konfliknya harus lebih ringan dan tidak boleh terlalu vulgar.
Berita Terkait
-
Kebetulan Tak Terduga, Ternyata Ada Pabrik Gula di Film Jumbo
-
Ada Peran Keanu Angelo di Balik Keputusan Anya Geraldine Bintangi Film Mendadak Dangdut
-
Sinopsis A Minecraft Movie, Petualangan Seru di Dunia Kotak-Kotak
-
4 Film Lebaran 2025 Panen Sejuta Penonton, Norma Masih Tertinggal Jauh
-
Film Jumbo Dipuji Anies Baswedan, Benih Lahirnya Studio Ghibli Tanah Air
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Sempat Diperingatkan Bakal Kehilangan Ciri Khas, Afgan Ungkap Alasan Lepas Kacamata
-
Viral Kepergok Main Game dan Merokok Saat Rapat, Anggota DPRD Jember Minta Maaf: Saya Khilaf
-
Ahmad Dhani Ogah Beri Ampun ke Lita Gading, Bukti Jurnal Internasional Akan Diserahkan ke Polisi
-
Kembali Buka Hati, Dahlia Poland Tampil Mesra dengan Rangga Azies
-
Afgan Nyaris Kehilangan Suara, Ungkap Perjuangan Sembuh dari Cedera Pita Suara
-
Nagita Slavina Ungkap Honor Pertama Jadi Artis, Dapat Rp4,5 Juta di Usia 13 Tahun
-
Kiesha Alvaro Ingin Kuliah Fikih di Mesir, Rela Ambil 7 Film Demi Nafkah Keluarga Terjamin
-
Final LCC Empat Pilar MPR RI Kalbar Diulang, Netizen Minta Poin Kontroversial Dianulir
-
Cerdas Cermat MPR Disebut Rekonstruksi Adegan Laskar Pelangi, Bedanya Juri di Film Bersikap Kesatria
-
Bantah Sengaja Cueki Syifa Hadju, Ahmad Dhani: Namanya Manusia Tempatnya Lupa