Seorang netizen mengkritik bagian tersebut dengan alasan anak jadi bertanya-tanya, apakah kita bisa berkomunikasi dengan orang meninggal melalui radio.
Oleh karena itu, netizen merasa "Jumbo" bukan film yang cocok ditonton oleh anak-anak, terutama berusia enam tahun ke bawah.
"Pendapat saya (film Jumbo) nggak cocok (ditonton anak-anak). Anak saya jadi bertanya" kita bisa komunikasi dengan orang meninggal lewat radio?" kritik netizen dengan akun @hrs***.
Beberapa kritik terkait eksistensi makhluk halus dalam film "Jumbo" sontak memicu pro dan kontra di kalangan netizen.
Sebagian menganggap kritiknya berlebihan dan membandingkan dengan karya-karya lain yang juga mengandung unsur makhluk halus dan sihir.
Sebut saja Casper, Harry Potter, hingga Scooby Doo, yang sangat dekat dengan kehidupan anak-anak milenial.
Unsur fantasi tidak serta-merta mengganggu akidah anak-anak karena mereka tentunya dapat menyadari bahwa kejadian dalam film hanya fiksi belaka.
Oleh karena itu, peran orang tua sangat dibutuhkan untuk membimbing anak-anak memahami cerita-cerita fiksi, tanpa harus mematikan daya imajinasi mereka.
"Percaya deh, anak yang sejak kecil tumbuh dengan cerita-cerita fantasi akan punya cara berpikir yang lebih luas. Justru di situlah peran orang tua untuk memberikan pengertian," tulis seorang pengguna media sosial.
Baca Juga: Sederhana Tapi Penonton Tak Sadar, Ryan Adriandhy Ungkap Cara Kemas Film Jumbo
"Ceritanya tinggal dijelaskan saja. Dulu kita tumbuh dengan cerita rakyat seperti Sangkuriang dan Timun Mas yang imajinasinya juga tinggi. Mungkin sekarang cerita seperti itu sudah jarang dikenalkan ke anak-anak?" tambah netizen lain.
Ada juga yang menyuarakan pentingnya keterbukaan informasi sejak dini yang dilakukan oleh orang tua.
"Daripada anak-anak disterilkan dari hal-hal seperti ini, lalu saat dewasa mereka menemukannya sendiri tanpa pembekalan dari orang tua, bukankah itu lebih berbahaya? Sama seperti edukasi seks, lebih baik dimulai dari rumah," ujar netizen.
Beberapa komentar bahkan menyebut contoh tokoh-tokoh ikonik seperti Doraemon, Ninja Hattori, hingga Tsubasa yang semuanya hidup dalam dunia fantasi.
"Doraemon itu robot kucing dari masa depan, si Entong punya kaos kaki ajaib, Tsubasa bisa menendang bola dengan efek magis. Semua itu adalah bagian dari dunia imajinasi. Jangan bunuh imajinasi anak-anak," sahut netizen.
Film "Jumbo" jelas membuka diskusi yang lebih luas mengenai batas antara edukasi dan hiburan dalam tayangan anak, serta peran orang tua dalam menjembatani keduanya.
Kontributor : Chusnul Chotimah
Berita Terkait
-
5 Fakta Menarik Lagu Selalu Ada di Nadimu, OST Menyentuh Film Jumbo
-
Pesan Inspiratif dari Film 'Jumbo' Sampai ke Hati Anak-anak Yatim Piatu
-
Melihat Don dari Film Jumbo Hadir dalam Bentuk Balon Raksasa 10 Meter, Spot Wajib Foto!
-
Ingat Noah, Tangisan BCL Tumpah saat Rekaman OST Jumbo
-
Fakta Karakter Nurman di Film Jumbo, Terinspirasi dari Tokoh Mahar di Film Laskar Pelangi
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Kulit Kuning Langsat Jangan Asal Pilih! Ini 2 Warna Cushion Skintific Terbaik Sesuai Review
-
Review Leave No One Behind: Drama Laga Kepolisian Berantas Kejahatan TPPO!
-
Dorong UMKM Naik Kelas, Pelatihan Ekspor BRI Peduli Sukses Antar Usaha Lokal ke Pasar AS
-
Sunscreen Scarlett Mana yang Water Based? Ini Varian dengan Formula Ringan dan Cepat Meresap
-
Lucky Girl Syndrome: Motivasi Positif atau Harapan yang Terlalu Tinggi?
-
Transaksi Saham Melonjak! Volume Perdagangan BEI Melejit 66,88% dalam Sepekan
-
Blibli Andalkan Teknologi Platform untuk Tingkatkan Pengalaman Belanja
-
Semarak Hari Anak Nasional 2026 di SDN Nongkosawit 01 Semarang
-
Ulasan Silent Parade: Misteri Pembunuhan di Balik Keheningan Warga Kota
-
Febrie Adriansyah Dapat Perlakuan Spesial? Ahmad Sahroni: Harusnya Dia Pakai Rompi Pink