Sebagaimana banyak diberitakan, kasus Dokter IS belakangan ini menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Dokter IS ini melakukan pelecehan seksual terhadap pasiennya saat proses pemeriksaan kandungan (USG).
Dokter IS pernah menjalankan praktik medis sebagai dokter spesialis obstetric dan ginekologi (Sp.OG) di berbagai fasilitas Kesehatan di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Ia pernah berpraktik di Klinik Karya Harsa di JL. Ahmad Yani No. 39-41, Pakuwon, Garut Kota, serta di Klinik Sekar Kusuma di JL. Beko No.1 Kampung Asem Kulon, Desa Keresek, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut.
Meski demikian, berdasarkan keterangan resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, sejak akhir Tahun 2024, Dokter IS sudah tidak lagi tercatat aktif dalam Sistem Informasi Sumber Daya Kesehatan (SISDMK) sebagai dokter praktik di wilayah tersebut.
Latar Pendidikan Dokter IS ini merupakan lulusan dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, dan mengkhususkan diri dalam bidang obstetri dan ginekologi.
Dokter IS ini bukanlah seorang ASN, ia hanya tenaga medis professional yang juga tercatat berpraktik di fasilitas Kesehatan swasta.
Aksi Pencabulan
Viralnya kasus Dokter IS ini bermula dari unggahan di platform X oleh akun @txtdarijasputih.
Baca Juga: Predator di Balik Ruang Pemeriksaan: Mengapa Kekerasan Seksual Bisa Terjadi di Fasilitas Kesehatan?
Akun tersebut membagikan ulang kesaksian seorang Perempuan yang mengaku menjadi korban pelecehan seksual saat melakukan pemeriksaan kehamilan.
Dalam pengakuannya, korban mengatakan bahwa ia mengalami tindakan tidak pantas saat menjalani USG yang dilakukan oleh Dokter IS.
Tindakan dokter cabul ini pun viral di media sosial.
Hal ini karena terlihat jelas, dokter yang sedang menggunakan alat USG itu tidak memeriksa perut saja seperti lazimnya pemeriksaan USG atau kandungan.
Terlihat dalam video tersebut ia menaikkan tangannya ke bagian atas tubuh pasien.
Hingga saat ini, Polisi masih terus menyelidiki kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh dokter kandungan di Garut, Jawa Barat tersebut.
MSF telah ditangkap aparat Polres Garut dan masih diperiksa secara intensif.
Polisi mengatakan dokter kandungan tersebut sudah melakukan praktik di wilayah Garut sejak 2023 lalu.
Diduga, aksi pelecehan seksual itu terjadi pada rentang tahun 2023-2024.
Dari hasil penyelidikan sementara, terungkap dokter kandungan itu mengiming-imingi USG gratis terhadap korbannya.
Layanan itu diberikan dokter tersebut di Klinik Karya Hasta Garut secara personal tanpa tercatat dalam daftar buku pasien.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Giorgio Antonio Dituding Pakai Barang KW, Jam Tangan Mewah Rp3 Miliar Pacar Sarwendah Disorot
-
Nonton Taken Lagi Malam Ini: Misi Liam Neeson Selamatkan Putrinya dalam Waktu 96 Jam
-
Gandeng Bebi Romeo, Duo Antonia Rilis 'Suara Hati' sebagai Simbol Keberanian Perempuan
-
Viral Pacar Sarwendah Diduga Pakai Jam Patek Philippe Palsu, Ini Cara Bedakan Asli dan KW
-
Lawan Stroke dengan Karya, Anggia Novita Debut Jadi Produser OST Film Juminten Edan
-
Membludak! Audisi Miss Indonesia 20th Catat Peningkatan Peserta di Sejumlah Kota
-
Profil dan Pekerjaan Kevin Gusnadi, Pacar Baru Ayu Ting Ting Akhirnya Go Public
-
Jusuf Kalla Sebut Tanah Runtuh Bukan Sekadar Film, Tapi Media Pembelajaran
-
ARTJOG 2026 Angkat Kisah Luka dan Warisan Antar Generasi Melalui Seni
-
Mad World: Kolaborasi Hard Lights dengan Musisi Kelas Dunia Bergaya Techno Crossover