Suara.com - Rumah Atalarik Syach yang berada di kawasan Cibinong, Bogor dieksekusi petugas dari Pengadilan Negeri Cibinong. Ini karena bangunan tersebut berdiri di atas tanah sengketa.
Dalam prosesnya, keluarga Atalarik Syach berusaha mengadang petugas yang hendak melakukan eksekusi. Sebuah insiden terjadi, keponakan sang aktor dipukul.
"Ada keponakan saya yang merasa terzolimi, katanya perutnya dipukul-pukul," kata Atalarik Syach ditemui di rumahnya kawasan Cibinong, Bogor pada Kamis, 15 Mei 2025.
Terkait siapa yang memukul keponakannya, Atalarik Syach tidak mengetahui secara pasti. Sebab dalam insiden tersebut ada banyak orang yang terlibat.
"Nggak tahu yang berseragam apa. Soalnya ada tiga seragam coklat, hijau, dan hitam, saya bingung," beber Atalarik Syach.
Secara detail, Atalarik Syach bercerita bahwa saat itu ia dan keluarga membuat pagar agar petugas tidak melakukan eksekusi di rumahnya.
Pihak petugas pun tidak mau kalah dengan membuka adangan dari keluarga Atalarik Syach. Hasilnya, sang keponakan ditarik agar mereka bisa masuk.
"Dia mau ditarik diamankan tapi lagi pegang dinding supaya nggak jatuh. Tangan yang satu dipegang sama saya. Di situ, saya nggak tahu kalau perut dia dipukul-pukul," terang Atalarik Syach.
Karena ini pertahanan keluarga Atalarik Syach jebol. Petugas pun berhasil merubuhkan setengah dari bangunan rumah mantan suami Tsania Marwa tersebut.
Baca Juga: Bintangi 'Cinta di Ujung Sajadah', Tsania Marwa Ungkap Kisah Pilu: Itu yang Aku Alami
"Akhirnya ya kita kedobrak semua," jelas Atalarik Syach.
Atalarik Syach memastikan sang keponakan tidak dalam keadaan yang parah. Meski kena pukul, keponakannya tersebut hanya menjalani perawatan di rumah.
"Lagi diurut-urut aja," katanya.
Sementara keponakannya dipukul, Atalarik Syach mengaku mendapatkan perlakuan baik dari petugas.
"Kalau saya, alhamdulillah mereka baik-baik kalau sama saya. Jadi saya nggak ada kena kekerasan fisik," tuturnya.
Aktor 51 tahun ini menambahkan, dirinya merasa wajar menjadi pagar untuk menjaga aset. Sebab memang, ia secara benar membeli tanah tersebut sejak tahun 2000.
Berita Terkait
-
Atalarik Syach Tak Terima Rumahnya Dieksekusi Terkait Sengketa Tanah: Saya Orang Kecil, Cuma Artis
-
Rumah Atalarik Syach Dibongkar Pengadilan, Jadi Sengketa Sejak 2015
-
Rumah Mantan Suami Dibongkar Paksa, Unggahan Tsania Marwa Disorot: Doanya Menembus Langit
-
Kondisi Rumah Atalarik Syach Usai Dieksekusi, Setengahnya Hancur Lebur
-
Atalarik Syach Merasa Seperti Binatang, Rumah Kena Eksekusi Lahan Tanpa Pemberitahuan
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Serahkan Uang ke Polisi, Awkarin Tegaskan Ada di Pihak Korban Hanania Travel
-
Saemen Fest 2026: Festival Musik Lintas Genre Siap Guncang Jogja pada 19 Juli 2026
-
Venom: Let There Be Carnage,saat Tom Hardy Bertemu Lawan Seimbang
-
Berawal dari Keterbatasan, Wiraswasta Asal Situbondo Ini Sukses Jadi Bintang eFootball Nasional
-
Guns N' Roses Kembali ke Jakarta! Ini Jadwal dan Daftar Harga Tiket Konser Termegah 2026
-
Mufli Ananda Umur Berapa? Asisten Raffi Ahmad yang Disorot usai Jadi Komisaris
-
Bangkit dari Persahabatan SMA, This is EQUAL Resmi Debut Lewat EP Kirei
-
Bebizie Pamer Jabatan Baru, Tapi Visi-Misinya Cuma Sebatas Makeup dan Hairdo!
-
Venom: Ketika Tom Hardy Berbagi Tubuh dengan Parasit Luar Angkasa, Malam Ini di Trans TV
-
Kisah Anas Fikry dan Risky Adelia Membangun Konten Berbasis Kejujuran dan Aksi Sosial