Suara.com - Ariel NOAH, Wakil Ketua Vibrasi Suara Indonesia (VISI) merasa para penyanyi seolah menjadi kambing hitam di tengah polemik royalti performing rights yang dipermasalahkan oleh para pencipta lagu.
Menurut Ariel, polemik ini terjadi karena kurang maksimalnya kinerja Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam mengelola hak ekonomi pencipta lagu.
"Kalau yang kita lihat sih memang kurang maksimal (LMK), karena masalah ini kan munculnya dari situ (LMK)," kata Ariel NOAH dalam acara Meet Nite Live, Kamis 29 Mei 2025.
Karena itu, Ariel melanjutkan, para pencipta lagu kecewa lantaran tak mendapatkan hak yang semestinya. Ia juga cukup memahami mengingat selain penyanyi, dirinya juga sebagai pengarang lagu.
"Jadi, ada kekecewaan dari teman-teman pencipta yang kita juga bisa rasain sebetulnya," ujar Ariel NOAH.
Kurang maksimalnya LMK dalam menjalankan fungsinya berdampak pada sulitnya promotor atau penyelenggara acara musik untuk membayar royalti.
Imbasnya, para pencipta lagu tak mendapatkan royalti yang seharusnya didistribusikan oleh LMK.
"Bukan cuman pencipta sebenarnya, lingkup kita kan ada banyak termasuk promotor. Promotor yang bertugas membayar itu juga mengalami beberapa kendala, kayak cara bayarnya kurang mudah dan segala macam," kata Ariel NOAH.
Dari masalah tersebut, Ariel NOAH meminta agar LMK perlu memperbaiki diri agar tak ada lagi persoalan antara penyanyi dan pencipta lagu.
Baca Juga: Sah! Ini 7 Momen Luna Maya Sertijab Presiden Jomlo ke Raline Shah
"Jadi, memang itu (LMK) bermasalah dan harus cepat-cepat diperbaiki. Kalau menurut kita masalahnya ini salah satunya dari situ," kata Ariel NOAH.
Ariel NOAH pun menyayangkan penyanyi menjadi satu-satunya pihak yang disalahkan oleh para pencipta lagu. Padahal kata dia, sumber masalahnya ada di LMK.
"Cuman yang disayangkan adalah kenapa yang bermasalah LMK, tapi kenapa penyanyi yang jadi disalahin gitu," kata Ariel NOAH.
Saat Valentinus Resa sebagai host menyimpulkan penyanyi dijadikan kambing hitam dalam masalah royalti performing rights ini, Ariel NOAH tak membantahnya.
Ariel NOAH memilih memplesetkan kata "Kambing Hitam" menjadi "Kambing Hitam Putih".
"Mungkin (penyanyi jadi) kambing hitam putih ya," ujar Ariel NOAH sambil tertawa.
Berita Terkait
-
Pengacara Keenan Nasution Sebut Vidi Aldiano Kurang Ajar, 16 Tahun Nyanyi Nuansa Bening Tak Izin
-
5 Fakta Sengketa Hak Cipta Vidi Aldiano vs Keenan Nasution
-
Iis Dahlia Juga Dilarang Yoni Dores Bawakan Lagunya di TV: Gak Tahu Masalahnya Apa
-
Punya Banyak Lagu, Atta Halilintar Tak Masalah Karyanya Dibawakan Tanpa Izin
-
Ahmad Dhani Sebut Armand Maulana Cs Bebal: Mereka Gak Paham Karya Cipta Itu Properti
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Tingkatkan Kenyamanan Peserta, BPJS Kesehatan Resmikan Layanan PIONIR di Kantor Cabang Mataram
-
Ulasan Cafe Minamdang: Penyamaran Dukun Palsu Bongkar Aksi Kejahatan
-
Gedung Baru Pemkab Kediri Resmi Difungsikan, Mas Dhito Dorong Optimalisasi Pelayanan Publik
-
Sudaryono Akui Ada Penyelewengan di BGN, Janji Ubah Tata Kelola Berbasis Sistem
-
Adaptasi Doc Martin, Drama Medis Komedi Best Medicine Siap Hadir di Netflix
-
Bawa Baterai "Monster" 9.020 mAh, iQOO Z11 Sanggup Diajak Main MLBB Berapa Jam?
-
Strategi Spektrum XLSMART di Jalur 700 MHz dan 2,6 GHz demi Masa Depan 5G Indonesia
-
Lantik 1.177 Perwira, Prabowo Tegaskan TNI-Polri Adalah Jantung Negara
-
Bus H2 DDF dan Koridor Jakarta-Patimban, Tandai Babak Baru Ekosistem Hidrogen Indonesia
-
Investor Enggan Masuk, Proyek Storage Minyak Nasional Jalan di Tempat