Suara.com - Aktor dan presenter Denny Sumargo kembali menjadi sorotan setelah menyuarakan kekhawatirannya terhadap eksploitasi nikel yang terjadi di kawasan Raja Ampat, Papua.
Melalui unggahan di Instagram pribadinya, Denny membagikan beberapa foto saat dirinya menjelajahi keindahan salah satu pulau terindah di Indonesia tersebut.
Dalam unggahan itu, ayah satu anak ini juga menyertakan video yang berisi permohonan terbuka kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk meninjau ulang kebijakan tambang nikel yang dinilai merusak lingkungan alam Papua, khususnya Raja Ampat.
“Saya memohon dengan sangat kepada Bapak Prabowo, tolong ditinjau lagi kebijakan untuk pengelolaan nikel di Papua,” ujar Denny dengan nada serius dalam video tersebut.
Lebih lanjut, Denny menegaskan bahwa suaranya bukan hanya berasal dari dirinya pribadi.
Melainkan juga mewakili keresahan masyarakat Papua yang merasa terancam dengan adanya aktivitas pertambangan yang merusak kawasan yang selama ini dikenal sebagai surga dunia itu.
“Ini mewakilkan diri saya pribadi dan aspirasi dari masyarakat Papua,” katanya.
Denny Sumargo juga tak bisa menyembunyikan rasa kecewa dan sedih atas rusaknya keindahan Raja Ampat akibat proyek tambang nikel.
Ia mengungkapkan, selama bertahun-tahun dirinya telah menjelajahi ratusan pulau di seluruh Indonesia, dan Raja Ampat menjadi salah satu tempat yang paling berkesan baginya.
Baca Juga: Denny Sumargo Kecam Aktivitas Tambang Nikel di Raja Ampat: Tanah Papua Bukan Ladang Eksploitasi
“Saya sebagai orang yang pernah menjelajah Indonesia hampir 600 pulau di seluruh Indonesia dan Papua adalah salah satu pulau yang pernah saya jelajahi,” jelas Denny.
Menurutnya, Raja Ampat adalah aset nasional yang tak ternilai, bukan hanya bagi masyarakat Papua, tetapi juga Indonesia dan dunia.
Keindahan alam, kekayaan biota laut, dan budaya setempat adalah warisan yang harus dijaga bersama.
Seruan Denny Sumargo ini pun mendapat dukungan luas dari warganet. Tagar #SavePapua bahkan menjadi trending di berbagai platform media sosial sejak beberapa hari terakhir.
Banyak netizen yang menyuarakan keprihatinan serupa dan mendesak pemerintah untuk menghentikan eksploitasi sumber daya alam yang merusak lingkungan di Papua.
Diketahui, isu tambang nikel di Raja Ampat kembali mencuat setelah adanya aksi protes dari empat orang aktivis Greenpeace dalam acara Indonesia Critical Minerals Conference & Expo yang berlangsung di Hotel Pullman, Central Park, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.
Berita Terkait
-
Denny Sumargo Kecam Aktivitas Tambang Nikel di Raja Ampat: Tanah Papua Bukan Ladang Eksploitasi
-
Punya Anak, Denny Sumargo Mulai Khawatirkan Biaya Sekolah
-
Punya Anak Perempuan, Denny Sumargo Diwanti-wanti Istri: Kamu Gak Boleh Keras!
-
Anya Geraldine Minta Maaf Belum Juga Nikah: Aku Gak Mau Cerai
-
Beda dengan Ria Ricis, Cara Tim Denny Sumargo Undang Bintang Tamu Dinilai Lebih Sopan
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan