Jenis bibit pohon yang ditanam antara lain pinus, kopi, nangka, damar, dan mangga.
Kegiatan Menanam Pohon tidak hanya dilakukan bersama relawan, sejumlah pejabat pemerintahan dan instansi terlihat ikut berpartisipasi pada kegiatan Wenanam.
Mereka di antaranya Raja Juli Antoni (Menteri Kehutanan Republik Indonesia), Herman Suryatman (Sekretaris JawaBarat), WWFIndonesia, Jejakin, TikTok, Arei, PLN Nusantara Power, JTrust, Paragon & Kahf, dan Yummy Choice.
Selain itu, Owen juga melakukan aksi penanaman pohon bersama dengan banyak influencer lain seperti Jehian Sijabat, Ibra Isman, Erika Richardo, Agung Tri Laksono, Mike SW, Muafan Zaldi, PriscillaRaintung, dan Dinda Sukmawati.
Kegiatan Wenanam tidak hanya berhenti setelah selesai menanam pohon, melainkan perkembangan pohon-pohon akan terus dipantau pertumbuhannya melalui kolaborasi bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Cibulao dan Jejakin.
"Biasanya ulang tahun dirayakan untuk diri sendiri, tapi tahun ini aku mau rayakan dengan sesuatu yang punya dampak lebih luas. Dengan kekuatan media sosial, kita bisa bikin hal sederhana jadi sesuatu yang berarti untuk bumi. Semua bisa berkontribusi dari mana saja dan kapan saja," ujar Owen.
Kegiatan Wenanam menjadi ajakan terbuka bagi semua kalangan untuk lebih peduli pada keberlangsungan lingkungan.
Selain jadi bentuk syukur atas ulang tahun, inisiatif tersebut juga menjadi pengingat bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil-termasuk satu klik untuk berbagi.
Tentang Jerhemy Owen
Baca Juga: Merawat Bumi, Merawat Kehidupan: Refleksi di Hari Bumi
Jerhemy Owen merupakan kreator konten di bawah naungan talent management Mantappu Corp. yang berfokus pada isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Ia merupakan lulusan program studi Teknologi Lingkungan. Owen terpilih sebagai perwakilan Indonesia dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP29) di Azerbaijan, serta dinobatkan sebagai Fore Essentials Icon.
Selain itu, Owen juga menyelenggarakansebuahkegiatanuntuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia bersama masyarakat di Bantargebang sebagai bentuk nyata kontribusinya terhadap isu sosial dan lingkungan.
Berita Terkait
-
Merawat Bumi, Merawat Kehidupan: Refleksi di Hari Bumi
-
Rayakan Hari Bumi, Telkom Tebar Kebaikan: Ribuan Bibit untuk Bumi Lestari di 4 Lokasi
-
Hidup Lebih Hijau: Peran Dekarbonisasi Industri untuk Mewujudkan Bumi Berkelanjutan
-
73 Persen Satwa Liar Lenyap! BRI & WWF Beri Solusi Mudah Selamatkan Bumi Lewat BRImo
-
Bank Mandiri Pacu Transisi Menuju Ekonomi Rendah Karbon, Sambut Hari Bumi
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
Pilihan
-
Trump Ditinggal Tangan Kanan, Direktur Kontraterorisme AS Joe Kent Mundur
-
Waspada Puncak Arus Mudik Besok! 187 Ribu Orang Bakal Padati Bandara Soekarno-Hatta
-
Rudal Iran Hantam Jantung Israel Malam Ini, Saksi Mata: Bumi Bergetar seperti Gempa
-
Ledakan Besar di Baghdad! Kedutaan AS Diserang Drone dan Roket
-
Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
Terkini
-
Baim Wong Beri Kode Honor Reza Rahadian, Setara 2 Lamborghini?
-
Ditinggal Ammar Zoni, dokter Kamelia Kepincut Reza Arap?
-
Ian Wibisono Drummer Rocker Kasarunk Meninggal Dunia
-
Olah TKP Kasus Zina Inara Rusli Makan Waktu 1 Jam, Tak Ada Rekonstruksi Adegan
-
7 Potongan CCTV Jadi Bukti Kasus Zina Inara Rusli, Diragukan Ada Unsur Pidana
-
Sudah Dipastikan Hoaks, Tiket Pesawat Garuda Rp200 Juta Jadi Guyonan: Ini Mau ke Bulan?
-
Diduga Antivaksin, Patricia Gouw Buru-Buru Klarifikasi: Aku Bawa Dokter ke Singapura!
-
Pengacara Inara Rusli Akui Ada Rekaman CCTV: Tidak Perlihatkan Penetrasi, Hanya 2 Menit
-
Hounds of War: Simfoni Balas Dendam yang Brutal, Sahur Ini di Trans TV
-
Tayang di Vidio, Film Ordinary Person Angkat Kisah Kelam Korea 1987