Suara.com - Raja Ampat, salah satu kawasan konservasi laut paling indah di dunia yang terletak di Papua Barat, kembali menjadi sorotan publik.
Kali ini bukan karena pesona alamnya yang menakjubkan, melainkan akibat ancaman serius dari aktivitas pertambangan nikel yang dinilai mulai merusak keasrian kawasan tersebut.
Sejumlah artis dan aktivis lingkungan pun angkat suara. Mereka ramai-ramai menyuarakan kepedulian mereka terhadap nasib lingkungan Raja Ampat melalui kampanye digital bertajuk #SaveRajaAmpat.
Tagar ini menjadi seruan bersama untuk menjaga salah satu ekosistem laut terkaya di dunia dari kerusakan yang lebih parah.
Salah satu figur publik yang turut menyuarakan keprihatinannya adalah artis Angela Gilsha.
Dalam sebuah unggahan video di akun Instagram-nya, artis asal Bali itu membagikan potret keindahan Raja Ampat yang terekam saat ia berkunjung ke sana.
Video tersebut merupakan bagian dari kolaborasi Angela bersama Greenpeace Indonesia.
Dalam keterangan unggahannya, Angela menggambarkan Raja Ampat sebagai tempat yang luar biasa indah dengan keanekaragaman hayati yang tak ternilai.
"Inilah mengapa Raja Ampat dijuluki sebagai Surga Terakhir. Dengan bentang alam yang sangat indah dipadu dengan keanekaragaman hayatinya yang luar biasa kaya. Siapa coba yang rela kehilangan ini semua?" tulis Angela.
Baca Juga: Sosok Victor Tanoni yang Diduga Pacar Baru Rachel Vennya, Ternyata Mantan Angela Gilsha
Namun, menurut Angela, keindahan itu kini terancam menjadi kenangan semata.
Ia menyoroti adanya aktivitas tambang nikel yang mulai masuk ke beberapa pulau kecil di Raja Ampat.
Dalam unggahannya, ia mengajak masyarakat untuk ikut menjaga alam Papua dan menolak ekspansi industri ekstraktif yang merusak lingkungan.
"Tapi keindahan ini bisa jadi kenangan, karena beberapa pulau-pulau kecil di Raja Ampat sudah menjadi tambang nikel. Ini yang harus kita hentikan bersama!" lanjutnya.
Angela juga mengajak para pengikutnya untuk mengambil tindakan konkret dengan menandatangani petisi di situs Greenpeace melalui tautan yang ia bagikan.
"Bantu Save Raja Ampat, tambahkan namamu sebagai pelindung Raja Ampat di -> act.gp/saverajaampat <- atau klik linknya di bio Greenpeace. Bersama kita jaga 'Surga Terakhir' dari Tanah Papua," tutupnya.
Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar dukungan dari warganet. Banyak dari mereka menyuarakan kekhawatiran akan nasib generasi mendatang jika alam Raja Ampat tidak segera diselamatkan.
"Jangan sampai keindahan Raja Ampat cuma jadi kenangan buat anak cucu kita," tulis salah satu warganet.
"Kejamnya ya Allah. Stop!" tulis netizen lain. Ada juga yang menyoroti pentingnya Raja Ampat sebagai rumah bagi beragam biota laut.
"Raja Ampat sangat punya banyak kekayaan baharinya. Rumah bagi terumbu karang dan biota laut lainnya," imbuh yang lain.
Isu tambang nikel di Raja Ampat juga kembali mencuat ke permukaan setelah aksi mengejutkan dari empat aktivis Greenpeace di ajang Indonesia Critical Minerals Conference & Expo yang digelar di Hotel Pullman, Central Park, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.
Dalam momen yang cukup dramatis itu, para aktivis membentangkan spanduk besar saat Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno tengah menyampaikan pidato.
Mereka menyuarakan kritik terhadap program hilirisasi nikel yang disebut merusak lingkungan dan memicu konflik sosial di wilayah-wilayah penghasil nikel, termasuk Papua.
“Pemerintah bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan yang terjadi di Raja Ampat, di Papua. Save Raja Ampat!” teriak salah satu aktivis, yang diketahui merupakan pemuda asli Papua.
Aksi mereka pun dihentikan oleh petugas keamanan, namun para aktivis tetap menyuarakan protes meskipun sedang diseret keluar ruangan.
“Save Raja Ampat, Papua bukan tanah kosong!” ujar salah satu aktivis dengan suara lantang.
Tiga spanduk kuning besar yang dibawa dalam aksi tersebut turut menarik perhatian.
Spanduk-spanduk itu bertuliskan pesan protes seperti: “What’s the true cost of your nickel?”, “Nickel mines destroy lives”, dan “Save Raja Ampat from nickel mining.”
Meningkatnya permintaan global terhadap nikel sebagai bahan utama baterai kendaraan listrik memang membuat industri ini terus berkembang.
Namun, para aktivis dan pegiat lingkungan mengingatkan bahwa pembangunan tidak boleh mengorbankan lingkungan dan masyarakat lokal.
Seruan #SaveRajaAmpat kini telah menjadi isu nasional dan bahkan menarik perhatian internasional.
Masyarakat sipil, publik figur, dan organisasi lingkungan terus mendorong agar pemerintah bertindak cepat untuk menyelamatkan “surga terakhir” di timur Indonesia ini dari kerusakan yang tak bisa diperbaiki.
Saat ini Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menghentikan sementara aktivitas pertambangan nikel PT Gag Nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya.
Pembekuan Izin Usaha Pertambangan (IUP) perusahaan tersebut berlaku sejak Kamis, 5 Juni 2025.
Langkah ini diambil usai penolakan kegiatan pertambangan nikel di Raja Ampat oleh aktivis lingkungan dan aliansi masyarakat sipil karena mengancam ekosistem.
Berita Terkait
-
Sosok Victor Tanoni yang Diduga Pacar Baru Rachel Vennya, Ternyata Mantan Angela Gilsha
-
Krisjiana Baharudin Unggah Potret 'Pernikahan' dengan Angela Gilsha, Komentar Siti Badriah Bikin Ribut
-
Suami Siti Badriah Elus Rambut Angela Gilsha di Balik Layar, Netizen: Harusnya Jaga Perasaan Istri
-
Rayakan Ulang Tahun di Lokasi Syuting, Angela Gilsha Bahagia Bisa Berkumpul dengan Orang-orang Ini
-
Krisjiana Ditakutkan Cinlok dengan Angela Gilsha, Siti Badriah Langsung Datangi Lokasi Syuting
Terpopuler
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
Pilihan
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
Terkini
-
Dandhy Laksono Kembali Bersuara Lewat Menolak Punah: Potensi Ledakan Penyakit Akibat Fashion Modern
-
Beda Sikap Haji Faisal saat Fuji Dijodohkan dengan Verrell Bramasta hingga Reza Arap
-
Review The King's Warden, Kekuatan Akting Park Jihoon dalam Balutan Tragedi Sejarah
-
Mantan Ikut Hadiri Acara Tedak Siten, Erika Carlina Jawab Kemungkinan Balikan dengan DJ Bravy
-
Black Water: Abyss: Terjebak di Gua Maut Bersama Predator Purba, Malam Ini di Trans TV
-
Sukses Besar, 3 Aktor Ternama Tolak Peran Akshaye Khanna di Film Dhurandhar
-
Cimoy Montok Resmi Menikah, Gaun Pengantin Banjir Pujian
-
Hacksaw Ridge: Manifestasi Iman di Tengah Neraka Perang, Malam Ini di Trans TV
-
Mawar de Jongh dan Rey Bong Punya Ritual Jelang Syuting Film Ayah Ini Arahnya Kemana, Ya?
-
Erika Carlina Sewa Pawang Hujan di Acara Tedak Siten Putranya: Percaya Enggak Percaya