Suara.com - Ustaz Yahya Waloni pernah mengungkapkan sebuah keinginannya untuk segera dipanggil oleh Allah dalam artian meninggal dunia.
Tak disangka keinginannya yang dia utarakan saat ceramah satu tahun lalu menjadi kenyataan.
Pernyataannya itu disampaikan olehnya saat Habib Hasan Assegaf meninggal dunia pada 13 Maret 2024 lalu.
"Tadi pagi Habib Hasan Assegaf kembali ke Rahmatullah," katanya dilansir pada Sabtu, 7 Juni 2025.
"Jangan-jangan tahun depan nama saya sudah tak ada lagi, sudah kembali ke Rahmatullah," celetuknya.
Terdengar seperti bercanda, ternyata pria 54 tahun itu justru mengaku sangat menginginkan bertemu kematian.
Tak ada rasa takut justru sebuah kerinduan hingga terucap terus dalam doa-doanya.
"Ibu bapak pikir saya takut, justru saya tunggu-tunggu. Lama sekali Kau panggil saya mati," ungkapnya.
"Setiap Tahajud malam itu doa saya. Kapan akhirnya aku dikubur ya Allah" tambahnya.
Baca Juga: Sebelum Meninggal, Ustaz Yahya Waloni Sadar Pernah Sakiti Perasaan Umat Kristen
Gara-gara itu, dia selalu ditegur istrinya karena berdoa seperti itu.
"Sampai bini saya bilang jangan doa begitu Pak. Dia selalu menegur," katanya.
Ternyata bukan tanpa alasan, dia ingin dipanggil Allah karena sudah muak melihat dunia yang isinya para munafik.
Terutama para pejabat dari kalangan atas sampai bawah semuanya munafik dan ingkar pada agama Allah.
Bahkan dia sampai berani menyebut 80 persen pejabat di pemerintahan adalah munafik.
"Setiap hari Islam semakin hancur," tegasnya.
Apalagi orang-orang yang menurutnya berdakwah di jalan Allah satu per satu meninggal dunia.
"Lebih baik saya mati," ujarnya di hadapan jemaah yang mengikuti ceramahnya.
Ustaz berdarah Manado ini memang dikenal pedas dalam menyampaikan nilai-nilai kebenaran ajaran Islam yang diyakininya.
Dia pun mengakui kalau memang beraliran radikal dalam urusan berdakwah.
Pria bernama asli Yahya Yopie Waloni ini tak gentar meski pernah dipenjara atas kasus penistaan agama karena menghina agama Kristen dengan menyebut Kitab Injil itu palsu.
"Yahya Waloni dipenjara ciut nyalinya. Justru saya tambah radikal, tambah keras. Sekali harimau tetap harimau tidap pernah jadi kucing," paparnya.
Dia menegaskan tidak akan pernah menjadi penjilat apalagi penghianat umat meski ditawari bergepok-gepok uang.
Ceramah bernada pedas dan kritik terhadap pemerintah itu kembali viral usai kabar dirinya meninggal dunia.
Pria yang setelah menjadi mualaf bernama Muhamamd Yahya Waloni ini meninggal dunia pada Jumat, 6 juni 2025 di masjid setelah menjadi khatib salat Jumat.
Dia mendadak tak sadarkan diri dan dinyatakan meninggal dunia di dalam masjid.
Banyak yang berduka atas kepergian salah satu pendakwah yang dinilai sangat berani ini.
Meski banyak yang mengujat gaya ceramahnya yang keras, namun kepergiannya dipanggil Allah dinilai sangat indah hingga bikin orang iri.
"Luar biasa Ustaz Yahya Waloni. Tegas dan teguh pendirian. banyak munafikun di negeri ini. Tapi Allah lebih sayang kepada beliau. Tuhan mungkin punya rencana lain. Kita tidak tahu," komentar netizen.
"Belum ada ustaz pemberani menyampaikan yang hak dan yang bathil seperti beliau. Semoga Allah SWT mengampuni segala kekhilafan nya dan diterima segala amal kebaikan nya Aamin YRA," doa netizen lain.
Perjalanan spiritual Ustaz Yahya Waloni
Pria kelahiran 30 November 1970 ini memutuskan pindah agama memeluk Islam pada 11 Oktober 2006 bersama istrinya, Lusiana yang kini berganti nama menjadi Mutmainnah.
Dia mengklaim kalau sebelum masuk Islam menjadi pendeta bahkan dosen di sebuah Sekolah Tinggi Teologi Eben Haezer.
Selama 8 tahun belajar agama Islam yang dibandingkan dengan Kristen, dia akhirnya mantap untuk pindah agama.
Menariknya, dia yakin untuk bersyahadat pada bulan Ramadhan saat itu setelah bertemu dan berdiskusi tentang makna Islam dengan tukang ikan.
Yang kemudian tukang ikan itu diceritakan tak pernah ada alias gaib karena masyarakat sekitar mengaku belum pernah melihatnya.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah
Berita Terkait
-
Ustaz Yahya Waloni Dibenci Sang Ayah Usai Pindah Agama ke Islam, Alasan Jadi Mualaf Tuai Kontroversi
-
Pernah Ajak Ribuan Orang Mualaf, Ustaz Yahya Waloni Sampai Dikeroyok dan Mobilnya Dibakar
-
Tak Kuat Tahan Rasa Sakit di Penjara, Ustaz Yahya Waloni Minta Didoakan Cepat Meninggal
-
Sebelum Meninggal saat Khutbah, Ustaz Yahya Waloni Konsumsi 17 Jenis Obat di Penjara
-
Sebelum Mualaf, Ustaz Yahya Waloni Akui Pernah Fitnah Pendeta Sampai Meninggal Tragis
Terpopuler
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
Momen Haru Wendy Walters di Pemakaman Lula Lahfah, Unggah Foto Kenangan di IG
-
Lula Lahfah Mimpi Bertemu Laura Anna sebelum Meninggal, Firasat?
-
Curhatan Lama Lula Lahfah Viral Lagi, Sering Keluhkan Penyakit sejak 2020 hingga Takut Meninggal
-
Judulnya Provokatif, Makna Lagu Debut Bhella Cristy Ternyata tentang Pengkhianatan Cinta yang Dalam
-
Padi Reborn Rayakan 28 Tahun Perjalanan Musik Lewat Konser Spektakuler Dua Delapan
-
Diduga Sindir Lula Lahfah, Pendakwah Kadam Sidik Dituding Tak Berempati
-
Antusias Penonton Warnai Meet & Greet Film "Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?"
-
Produksi Tak Main-Main Film Kuyank, Risiko Kehilangan Miliaran Rupiah saat Syuting di Pedalaman
-
Apa Itu Whip Pink Gas yang Viral di Tengah Kabar Kematian Lula Lahfah?
-
Run Hide Fight: Gadis SMA Lawan Penembak Sekolah, Malam Ini di Trans TV