Suara.com - Gara-gara pertemuan untuk saling belajar satu sama lain dalam memimpin daerahnya masing-masing, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda malah jadi dijodoh-jodohkan publik yang terbawa perasaan alias baper.
Bukan hanya dijodoh-jodohkan, harta kekayaan keduanya kini juga jadi dibanding-bandingkan.
Apalagi Sherly Tjoanda sempat mendapatkan predikat sebagai gubernur terkaya di era kepala daerah terpilih 2025 - 2030.
Lalu seperti apa perbandingan harta kekayaan Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda?
Harta Kekayaan Dedi Mulyadi
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Dedi Mulyadi memiliki kekayaan Rp12,8 miliar per tanggal 20 Agustus 2024 saat dia melaporkannya pada Komisi Pemberantasan Korupsi.
Ada beberapa aset yang dimilikinya hingga jumlahnya mencapai Rp12,8 miliar.
Pertama, dia memiliki 116 aset tanah dan bangunan yang tersebar di Purwakarta dan Subang.
Jumlah dari 116 aset tanah dan bangunannya tersebut mencapai Rp7,3 miliar.
Baca Juga: Siapa Suami Sherly Tjoanda? Cagub Maluku Utara yang Meninggal Jelang Pilkada
Dari keterangan di LHKPN, dia mendapatkan semuanya dari hasil kerja sendiri bukan warisan atau pemberian orang lain.
Kedua. dia memiliki beberapa aset alat transportasi yang totalnya mencapai Rp8 miliar.
Mulai dari Mobil Lexus Minibus/Microbus (2023) senilai Ro1,9 miliar hingga sepeda Polygon Collosus T8 (2017) seharga Rp20 juta.
Berikut ini rincian lengkapnya:
1. Sepeda motor Honda (2003) seharga Rp24 juta
2. Sepeda Polygon Collosus T8 (2017) seharga Rp20 juta
3. Sepeda motor Triumph Scrambler 1200 XE (2019) seharga Rp440 juta
4. Sepeda motor Vespa Sei Giorni Limited Edition (2020) seharga Rp170 juta
5. Mobil Lexus LX 600 (2022) seharga Rp3,9 miliar
6. Mobil Mercedes Benz E 300 Coupe (2018) seharga Rp1,5 miliar
7. Mobil Lexus Minibus/Microbus (2023) seharga Rp1,95 miliar
Kemudian harta bergerak lainnya senilai Rp160 juta. Uang tunai dan tabungan senilai Rp1,5 miliar.
Namun dia tak memiliki aset berupa surat berharga dan harta lainya sehingga di LHKPN kosong.
Sementara itu, Dedi juga memiliki utang yang jumlahnya tak sedikit yakni mencapai Rp3,8 miliar.
Sebagai gubernur terkaya di Indonesia periode 2025 - 2030, Sherly Tjoanda berdasarkan LHKPN memiliki jumlah kekayaan sebanyak Rp709.7 miliar.
Dari harta sebanyak itu, dia memiliki beberapa aset. Pertama ada 7 aset tanah dan bangunan yang totalnya mencapai Rp201, 1 miliar.
Aset tanahnya itu tersebar di Manado, Ambon, dan Pulau Morotai. Menariknya, tidak ada hasil warisan atau pemberian, semuanya dia dapatkan dari hasil kerja keras sendiri.
Punya banyak harta ternyata dia bukan termasuk kolektor mobil atau motor.
Dia hanya memiliki 5 alat transportasi yang totalnya Rp7 miliar saja.
Beberapa kendaraannya adalah sebagai berikut ini:
1. Mobil Land Rover Range Rover (2019) seharga Rp3.000.000.000
2. Mobil Lexus (2023) seharga Rp2.557.000.000
3. Mobil Toyota Alphard (Tahun Tidak Diketahui) seharga Rp241.315.200
4. Motor Kawasaki (Tahun Tidak Diketahui) seharga Rp115.000.000
5. Mobil Hummer Jeep (Tahun Tidak Diketahui) seharga Rp1.150.000.000.
Semuanya lagi-lagi hasil kerja kerasnya sendiri bukan pemberian atau warisan.
Kemudian ada harta bergerak lainnya senilai Rp37.5 miliar. Surat berharga mencapai Rp245,3 miliar. Kas dan setara kas Rp146 miliar dan harta lainnya sebesar Rp96,9 miliar.
Dengan jumlah sefantastis, Sherly juga memiliki utang yang nilainya besar yakni Rp24,4 miliar.
Jadi bagaimana perbandingan harta kekayaan Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda bak bumi dan langit nggak sih?
Namun yang jelas, menariknya mereka mendapatkan semua hartanya itu dari hasil kerja keras mereka sendiri.
Terlepas dari berapa jumlah harta kekayaan baik Dedi maupun Sherly, keduanya dikenal sebagai sosok pemimpin yang dikagumi oleh masyarakatnya.
Dedi dengan segala gebrakan dan kebijakan yang dinilai membawa perubahan meski tetap diwarnai pro kontra.
Sementara Sherly sebagai pemimpin perempuan yang mengayomi, lemah lembut namun tegas.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah
Berita Terkait
-
Cegah Stres di Pengungsian, KDM Siapkan Rp10 Juta per KK untuk Korban Longsor Cisarua
-
Saat Materi Pandji Pragiwaksono Jadi Urusan Polisi, Para 'Korban' Roasting Malah Santai Banget
-
Dedi Mulyadi dan Willy Bongkar Sisi Gelap Gunung Emas: 70 Ribu Gurandil dan Raup 250 Kg Emas
-
Said Iqbal Kritik Keras Dedi Mulyadi: Jangan Jawab Kebijakan Upah Buruh dengan Konten Medsos!
-
Said Iqbal Bongkar 'Janji Manis' KDM Soal Upah: Katanya Tak Ubah Rekomendasi, Faktanya Malah Dicoret
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- Detik-detik Menteri Trenggono Pingsan di Podium Upacara Duka, Langsung Dilarikan ke Ambulans
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Sinopsis Portraits of Delusion, Reuni Bae Suzy dan Kim Seon Ho di Drakor Thriller Misteri
-
Sabrina Chairunnisa Sentil Warganet yang Menghakimi Lula Lahfah
-
Viral Pak RT di Jakarta Mendunia Gara-Gara Ubah Got Jadi Kolam Lele, Diundang TV Nasional China
-
Anggap Temannya Miskin, Perempuan Ini Minta Bayi Kembar yang Baru Dilahirkan
-
Ibu Dali Wassink Sebut Justin Hubner Bukan 'Ayah Baru' Kamari, Jennifer Coppen Tak Terima?
-
Alasan Jule Lepas Jilbab, Bukan Karena Masalah Rumah Tangga
-
Jule Samakan Pernikahan dengan Kontrak Bisnis: Jangan Nikah Muda, Senang-Senang Dulu
-
5 Artis Merenungi Kembali Keputusan Nikah Muda, Terbaru Jule
-
Kakak Maia Estianty Bantah Keluarganya Acuhkan Ahmad Dhani: Tapi Kalau Sama Istrinya...
-
Aparat yang Sidak Penjual Es Kue Jadul Minta Maaf Sudah Salah Tuduh: Bentuk Respons Cepat