Suara.com - Debat cawapres antara Gibran Rakabuming Raka dan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin jelang Pemilu 2024 lalu kembali mencuat ke permukaan.
Potongan debat kembali viral di tengah isu tambang nikel di Raja Ampat yang belakangan ini memicu keresahan publik.
Debat tersebut mengambil tema soal tambang dan lingkungan, yang relevan dengan kontroversi aktivitas penambangan nikel di kawasan surga wisata alam ini.
Salah satu pengguna media sosial X dengan akun @Anak__Ogi menyoroti ekspresi wajah Gibran ketika dinasihati oleh Cak Imin terkait pentingnya etika lingkungan dalam pengelolaan sumber daya alam.
"Mengingat kembali debat Cak Imin vs Gibran soal tambang. Coba perhatikan wajah Gibran saat dinasihati soal lingkungan," tulis akun tersebut.
"Paham kan kenapa yang sekarang semua terjadi? Mirip bapaknya, bebal po," lanjutnya, mengaitkan sikap Gibran dengan mantan Presiden Joko Widodo alias Jokowi.
Dalam video, Gibran yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden menegaskan bahwa Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia.
Menurutnya, kekayaan ini adalah kekuatan dan bargaining position bagi negara.
"Indonesia itu adalah negara yang punya cadangan nikel terbesar sedunia. Ini kekuatan kita. Ini bargaining kita," kata Gibran.
Baca Juga: Empat Izin Usaha Pertambangan di Raja Ampat Dicabut, Termasuk PT Gag Nikel?
"Jangan malah membahas LFP. Itu sama saja dengan mempromosikan produknya Cina," sambungnya.
Dia juga menyinggung soal tim sukses Cak Imin dan komunikasi internal yang dianggap kurang efektif dalam pembahasan kebijakan.
Menanggapi pernyataan tersebut, Cak Imin memberikan penjelasan yang cukup panjang dan rinci.
Dia menegaskan bahwa setiap kebijakan terkait produksi dan pengelolaan sumber daya alam harus berpegang pada etika lingkungan.
"Komitmen kita, intinya adalah keseimbangan antara meletakkan manusia dengan alam," ujar politisi yang kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Indonesia ini.
"Keseimbangan ini tidak bisa ditawar-tawar agar pembangunan kita berkelanjutan, agar melibatkan semua pihak yang ada," tuturnya lebih lanjut.
Berita Terkait
-
Bahlil Cabut 4 IUP Tambang Nikel di Raja Ampat, APNI: Bukan Bagian Kami
-
Susi Pudjiastuti Beri Warning, Prabowo Auto Ditantang Cabut Izin PT GAG: Mana Berani Dia!
-
Kencang Desakan Pemakzulan Gibran, Analis Bongkar Alasan Prabowo Dekati Megawati Lewat Sufmi Dasco
-
Detik-detik Pemerintah Cabut Izin 4 Tambang Nikel di Raja Ampat
-
Dicap Pahlawan Kesiangan, Ahmad Dhani Apresiasi Pemerintah Cabut Izin Tambang Raja Ampat
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi