"Ya, gimana caranya menyampaikan pesan-pesan kebangsaan masyarakat tadi, dengan cara-cara yang pop ya, dengan bahasa-bahasa yang ringan, sehingga orang memahami kan," tutur Pay.
Ada sebuah keresahan yang mendorong Pay Burman untuk ikut gerakan cinta Tanah Air seperti Patrion ini.
Sayangnya, Pay Burman enggan berbagi cerita secara rinci tentang apa yang jadi keresahannya dalam isu-isu kebangsaan.
"Ya, mungkin anggap saja keresahan personal, keresahan pribadi. Dengan luasnya informasi, kita butuh benteng lah," imbuh Pay.
Di luar gerakan Patrion, Pay Burman sudah lebih dulu punya program serupa di bidang musik.
Lewat partisipasinya di Patrion, Pay Burman berharap bisa mendapat dukungan lebih besar dalam melahirkan karya-karya berbau nasionalis.
"Sebenernya gue juga ada program seperti ini, tapi memang butuh dukungan banget untuk menjadi, supaya bagaimana menjadi ombak lebih besar," ujar Pay.
"Gue percaya, bahkan sangat percaya, perlunya dukungan terhadap sesuatu yang sifatnya tentang kebangsaan dan nasional. Itu sangat kita butuhkan sekarang," katanya menyambung.
Tersemat juga harapan Pay Burman untuk dapat membantu para pencipta lagu nasional dalam memperjuangkan hak bagi para ahli warisnya.
Baca Juga: Nana Mirdad Kesal Dianggap Ogah Bayar Paylater sampai Ditagih Debt Collector
"Kayak lagu-lagu nasional kita aja pun, mungkin kita belum jelas juga tentang bagaimana memperlakukan hak waris dari para pencipta lagu-lagu nasional kita," tutur Pay.
Selain Pay Burman, gerakan Patrion juga didukung musisi-musisi besar lain seperti Bongky Marcel hingga Dul Jaelani.
Berita Terkait
-
Nana Mirdad Kesal Dianggap Ogah Bayar Paylater sampai Ditagih Debt Collector
-
Bocoran Sinopsis Episode Terbaru Serial Pay Later yang Tayang Hari Ini
-
Gelar Syukuran, Ahmad Doli Kurnia Umumkan Bakal Rilis Album Baru Gandeng Pay Burman
-
Tanpa Konflik, Slank Rutin Bayar Royalti ke Eks Personel: Pay, Bongky dan Indra Q
-
5 Fakta Series Pay Later, Amanda Manopo Ketagihan Pinjol
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau
-
Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara
-
Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus
-
BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah
-
Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026
-
BNI Perkuat Akses Hunian Masyarakat Lewat Akad Massal 62.710 KPR Rumah Subsidi
-
Leo/Daniel Jadikan Gelar Juara Taipei Open 2026 Sebagai Kado Ultah
-
Anak Petani Banyumas Raih Predikat Lulusan Terbaik IPDN, Presiden Sematkan Tanda Pangkat
-
Gantung Sepatu Demi Keluarga, Eks Sprinter Asian Games Comeback di Lintasan Aspal
-
Belajar dari Kerja Praktik: Coding Terbaik Adalah yang Mampu Menyelesaikan Masalah Nyata