Leo/Daniel Jadikan Gelar Juara Taipei Open 2026 Sebagai Kado Ultah

Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:22 WIB
Pasangan ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, sukses merengkuh gelar juara Taipei Open 2026, Minggu (2/8/2026). [Dok. PBSI]
  • Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin menjuarai Taipei Open 2026 di Taipei Arena pada Minggu.
  • Pasangan Indonesia tersebut mengalahkan wakil Malaysia, Aaron Chia dan Aaron Tai, dengan skor 23-21 dan 21-19.
  • Kemenangan tunggal ini menjadi satu-satunya gelar Indonesia sekaligus kado ulang tahun bagi kedua atlet.

Suara.com - Pasangan ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, sukses merengkuh gelar juara Taipei Open 2026, Minggu (2/8/2026). Trofi tersebut mereka jadikan kado ulang tahun.

Momentum kebangkitan di turnamen BWF World Tour Super 300 ini menjadi kado terindah bagi kedua pebulu tangkis yang memiliki tanggal kelahiran berdekatan yakni 29 dan 31 Juli 2001.

Kemenangan dramatis atas wakil Malaysia, Aaron Chia/Aaron Tai, sekaligus menjadi jawaban atas rentetan hasil minor yang sempat mereka alami.

Momentum Kebangkitan Setelah Terpuruk

Bermain di Taipei Arena pada Minggu, pasangan berjuluk The Babies Chia/Tai, lewat pertarungan dua gim langsung, 23-21 dan 21-19.

Daniel Marthin tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya setelah berhasil kembali naik podium tertinggi.

"Puji Tuhan bersyukur bisa juara lagi setelah hasil yang kurang memuaskan di pertandingan-pertandingan sebelumnya," ujar Daniel melalui keterangan resmi PBSI.

Daniel secara khusus mendedikasikan gelar juara di Taiwan tersebut untuk merayakan pertambahan usia mereka.

"Gelar ini untuk hadiah ulang tahun kami yang berdekatan," tambahnya.

Ketenangan Jadi Kunci Kemenangan

Menghadapi ganda putra Malaysia tersebut, langkah Leo/Daniel tidak berjalan mudah sejak gim pertama.

Leo Rolly Carnando membeberkan bahwa mereka harus bermain lebih aman untuk meredam kualitas individu lawan yang merepotkan.

"Di dalam permainan tadi kami harus coba lebih safe saja mainnya," jelas Leo.

Leo menambahkan bahwa fokus utama mereka adalah menahan ritme permainan cepat lawan agar tidak mudah kehilangan poin.

"Kami menahan permainan, mengimbangi individu mereka yang sangat bagus," ungkap pebulu tangkis kelahiran akhir Juli tersebut.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com