Ustaz Khalid Basalamah pun mengajak semua pihak, terutama masyarakat dan media, untuk lebih dewasa dalam menyikapi sebuah isu.
Bagi Ustaz Khalid Basalamah, persatuan bangsa harus menjadi prioritas utama.
"Terlepas dari seagama, sebangsa aja. Bhineka Tunggal Ika. Apa pun yang positif, kita dukung. Kalau ada yang salah, kita luruskan, kita ingatkan," tutur Ustaz Khalid Basalamah.
"Saya yakin KPK memang dibentuk untuk tujuan yang baik untuk negara kita. Kita berikan dukungan. Kalau ada informasi yang ditanyakan, sampaikan," imbuhpnya.
Ustaz Khalid Basalamah menyatakan dirinya tidak memiliki kekhawatiran apa pun saat menerima undangan dari KPK karena merasa tidak melakukan kesalahan.
"Saya waktu diundang tidak menolak. Apa yang musti dikhawatirkan? Tidak ada kesalahan. Saya tidak berbuat apa-apa," ucap Ustaz Khalid Basalamah dengan santai.
"Kecuali saya terlibat di pemerintahan, kemudian ada tanda tangan palsu, wallahualam. Tapi kan tidak pernah," ujarnya.
Sebagai pendakwah sekaligus pebisnis, Ustaz Khalid Basalamah selama ini merasa berada di jalan yang lurus-lurus saja.
"Saya di kantor (punya) sendiri, usaha sendiri. Semua itu bergerak dengan rezeki yang halal, tidak ada sesuatu yang perlu dikhawatirkan," ungkapnya.
Baca Juga: KPK Periksa Hery Indratno Terkait Kasus Kouta Haji, Akankah Menyeret Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas?
Momen ini juga digunakannya untuk memberikan kritik keras terhadap praktik jurnalistik yang hanya mengejar klik dan sensasi.
Dia meminta media untuk bekerja lebih profesional dan menyajikan informasi yang edukatif. "Kalau yang provokatif untuk apa? Supaya sesama warga saling menyerang?" tanyanya.
Di sisi lain, Ustaz Khalid Basalamah sebenarnya sudah terbiasa dengan sorotan semacam ini dan memilih untuk tidak menghabiskan waktu merespons setiap isu yang menerpanya.
"Apa yang perlu diklarifikasi? Untuk apa ngabis-ngabisin waktu dan umur untuk itu? Kita tidak melanggar, tidak ada sesuatu yang dikhawatirkan," pungkasnya.
Kontributor : Neressa Prahastiwi
Berita Terkait
-
KPK Periksa Hery Indratno Terkait Kasus Kouta Haji, Akankah Menyeret Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas?
-
Drama Ekstradisi Paulus Tannos Berlanjut: Saksi Kunci Disiapkan untuk Gagalkan Upaya Indonesia?
-
Ustaz Khalid Basalamah Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji, Apa Keterlibatannya?
-
Pejabat Kementan Diperiksa KPK, Kasus Korupsi Pengelolaan Karet Seret Nama SYL?
-
Sebut Penjara RI Kejam dan Korup, Akankah Paulus Tannos Sukses Gagalkan Ekstradisi dari Singapura?
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Angga Wijaya Galau, Foto Istri Belum Dihapus meski Digugat Cerai
-
Perlunya Jaga Lisan, Julid Doakan Tetangga Hajatan 7 Hari Malah Berakhir Duka
-
Yuk, Tonton Konten Kreator Ijoeel Sulap Zebra Cross di Pancoran Jadi Gambar Estetik
-
Risty Tagor Tak Pernah Tagih Nafkah Anak dari 3 Mantan Suami: Urusan Dia Sama Allah
-
Viral Bocah 9 Tahun Dibanting Ustaz di Musala, Dituduh Bikin Lecet Mobil Kiai
-
Vincent Verhaag Pakai Pola Asuh Anak 7-7-7, Apa Itu?
-
Klarifikasi Dea Annisa Disebut Jadi 'Sapi Perah' Keluarga sampai Tunda Nikah
-
Cara Vincent Verhaag Agar Jadi Cinta Pertama Anak Perempuannya
-
Tsania Marwa Masih Tak Menyangka Diizinkan Masuk ke Rumah Atalarik Syach Bertemu Anak
-
Ahmad Dhani Sentil Abu Janda Bahas Amerika Ciptakan Teknologi Modern, Sebut Ilmunya Dangkal