Suara.com - Sosok Merince Kogoya tengah menjadi perbincangan setelah pengakuannya dikeluarkan dari Miss Indonesia 2025.
Merince Kogoya yang mewakili Papua Pegunungan di Miss Indonesia 2025 kini digantikan Karmen Anastasya.
Menurut pengakuan Merince Kogoya, ia dikeluarkan karena video mengibarkan bendera negara Israel yang diunggah sekitar dua tahun lalu.
Pasalnya warganet bereaksi mengecam, menyuarakan ketidakpantasan Merince Kogoya mewakili Indonesia yang selama ini Pro Palestina.
Meski banyak dihujat, tak sedikit pula yang memberikan dukungan kepada Merince Kogoya hingga membuat sebuah petisi.
Adalah Roberthino Hanebora yang membuat petisi di change.org dengan judul "Berikan Keadilan untuk Merince Kogoya, Hentikan Diskriminasi terhadap Anak Papua!".
Dalam petisi tersebut, dicantumkan pula surat terbuka untuk Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
"Terkait Pemulangan Finalis Miss Indonesia 2025, Merince Kogoya. Kepada Yth. Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto di Tempat," tulis Roberthino pembuat petisi.
Baca Juga: Merince Kogoya Tunjukkan Pakaian Adat Papua Pegunungan, Sindir Karmen Anastasya?
Mewakili rakyat Papua yang tidak akan berhenti bermimpi, pembuat petisi menyatakan hormat dan kesedihannya atas dipulangkannya Merince Kogoya.
Tindakan tersebut diungkap membuat prasangka dan stigma dari Tanah Air kembali berhasil mengalahkan mimpi, martabat, dan harapan seorang anak Papua.
"Adalah Merince Kogoya, anak perempuan Papua Pegunungan, yang mewakili wilayah dan budayanya di panggung nasional, namun justru dipulangkan secara mendadak dari karantina Miss Indonesia 2025," lanjut Roberthino .
"Bukan karena pelanggaran etika atau moral, bukan karena tidak layak secara kapasitas, melainkan karena sebuah foto lama yang memperlihatkan ia memegang bendera Israel. Tanpa ruang klarifikasi. Tanpa keadilan," sambungnya.
Roberthino sang pembuat petisi mewakili rakyat Papua menyayangkan diamnya negara akan keputusan Miss Indonesia 2025 memulangkan Merince Kogoya.
Dipulangkannya Merince Kogoya seolah hanya berdasarkan viralnya video lama membawa bendera negara Israel.
"Apakah kita telah sampai pada titik di mana penghakiman digital lebih dipercaya daripada penjelasan lisan dari seorang anak daerah yang sedang berjuang?" sentil Roberthino.
Melalui surat terbuka untuk Presiden Prabowo, Roberthino menyampaikan luka masyarakat Papua yang ingin menjadi bagian dari Indonesia tetapi selama ini selalu disambut dengan kecurigaan.
"Merince mewakili harapan. Ia berdiri di atas panggung bukan untuk menyuarakan politik, tapi untuk menunjukkan bahwa anak perempuan Papua bisa tampil setara," jelas Roberthino.
"Tapi ia dihukum hanya karena satu simbol, yang konteksnya pun belum pernah ia jelaskan secara langsung kepada publik," tambahnya sebagai pembuat petisi.
Roberthino yang mengaku mewakili rakyat Papua lantas memohon tiga hal kepada Presiden Prabowo Subianto.
Di antaranya kehadiran negara yang mau mendengar, menghentikan penghakiman sepihak dan stigma terhadap Papua, serta evaluasi ajang nasional yang mengabaikan nilai kemanusiaan.
Roberthino juga menegaskan petisinya yang dibuat untuk Merince Kogoya bukan membela Israel, melainkan rakyat Papua.
"Kami tidak sedang membela simbol mana. Kami sedang membela seorang anak Papua yang mimpi dan masa depannya dilukai tanpa diberi kesempatan bicara," tegas Roberthino.
"Kami tidak minta dikasihani. Kami hanya minta didengar. Dihargai. Diperlakukan adil," imbuhnya.
Terakhir, Roberthino berharap Presiden Prabowo punya keberanian dengan berbicara mengenai isu ini, dan memberikan keadilan untuk harapan banyak anak Papua.
"Bapak Presiden. Sebagai pemimpin tertinggi negeri ini, kami titipkan satu suara: Jangan biarkan simbol menjadi alasan untuk menghancurkan harapan," pungkas Roberthino Hanebora.
Petisi yang dibuat pada Senin, 30 Juni 2025 tersebut sayangnya baru ditandatangani 40 orang setelah dibagikan selama 9 jam.
Faktanya lebih banyak kritik disuarakan warganet, bahkan menyasar akun Instagram Universitas Cenderawasih yang merupakan kampus Merince Kogoya saat ini.
"Kampus negeri kok gini, bangga punya mahasiswa pembela genosida," komentar akun @aari***.
"Kasian banget kampus ini jadi tercoreng karena ulah mahasiswanya sendiri, klarifikasi dong Uncen masa pendukung zionist boleh kuliah di Uncen, parah," sahut akun @ni.mhm***.
Kontributor : Neressa Prahastiwi
Berita Terkait
-
Merince Kogoya Tunjukkan Pakaian Adat Papua Pegunungan, Sindir Karmen Anastasya?
-
Petisi Beri Keadilan untuk Merince Kogoya Belum Dapat 100 Tanda Tangan, Bukan Karena Orang Papua!
-
5 'Aib' Coreng Kontes Kecantikan, Berujung Kontroversi Seperti Pemecatan Merince Kogoya
-
Sosok Merince Kogoya, Dicoret dari Miss Indonesia 2025 karena Kibarkan Bendera Israel
-
Adu Pendidikan Merince Kogoya dan Karmen Anastasya, Siapa Lebih Berprestasi?
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
6 Fakta Film Taj Mahal: An Eternal Love Story, Kembali Tayang di Bioskop untuk Rayakan Valentine
-
Sentil Toxic Relationship, Awdella Rilis Aku Juga Manusia: Jangan Sampai Kehilangan Diri Sendiri
-
Selain Wakaf Alquran, Taqy Malik Pernah Dicari Polisi Arab Saudi Gara-Gara Jual Sedekah Makanan
-
Imbas Taqy Malik Salurkan Wakaf Ribuan Alquran, Pekerja di Tanah Suci Bisa Terancam Dideportasi
-
Salurkan Wakaf Alquran di Tanah Suci, Taqy Malik Diingatkan Teman Berisiko Dipenjara
-
Jule Mendadak Jadi Pahlwan di Perang Knetz vs SEAblings
-
Sinopsis dan Fakta Menarik Climax, Drakor Comeback Ha Ji Won Setelah 4 Tahun Bareng Ju Ji Hoon
-
Sinopsis 5 Film di Netflix Paling Banyak Ditonton per Hari Ini, Masih Didominasi Horor
-
Sinopsis Film Something Very Bad Is Going to Happen: Teror Salah Menikah
-
Bawa Gen Alpha ke Surabaya Era 60-an, Film Na Willa Janjikan Keajaiban Lewat Kacamata Bocah 6 Tahun