Suara.com - Aktor Yama Carlos kembali hadir di film bergenre horor. Namun berbeda dari karakter biasa, ia akan menjadi seorang penari di film Narik Sukmo.
Keputusan ini menandai langkah berani dalam karier Yama Carlos. Menilik rekam jejaknya yang panjang di dunia seni peran, belum pernah ada satu pun film yang mendapuknya sebagai seorang penari.
Publik lebih mengenalnya lewat karakter-karakter maskulin, baik sebagai anggota militer, sosok pelindung, maupun peran laga yang menuntut kekuatan fisik.
Peran barunya di Narik Sukmo ini menjadi bukti bahwa Yama Carlos tidak takut untuk keluar dari zona nyaman dan mengeksplorasi kemampuan aktingnya lebih dalam.
Saat datang ke kantor Suara.com, Yama Carlos bercerita bahwa peran sebagai penari ini merupakan tantangan yang benar-benar baru dan menarik baginya.
Ia mengakui, perannya di Narik Sukmo menjadi pembeda signifikan dari seluruh portofolio film yang pernah dibintangi.
"Film ini jadi pembeda. Harus menari, tarian tradisional. Ini jadi poin yang beda dari film-film saya sebelumnya," kata Yama Carlos ditemui di kantor Suara.com pada Jumat, 27 Juni 2025.
Bagi Yama Carlos, kesempatan untuk menampilkan sisi artistik yang berbeda dari citra yang selama ini melekat padanya adalah sebuah daya tarik yang tak bisa ia tolak.
"Kayak ini juga yang bikin saya mau (terlibat di film Narik Sukmo)," kata aktor 44 tahun tersebut.
Baca Juga: Serpong Tangsel Punya Pusat Pengembangan Nuklir, Cuma Ada di Film The Old Guard 2
Lebih dari sekadar tantangan pribadi, Yama Carlos menaruh harapan besar pada film Narik Sukmo.
Ia berharap penonton tidak hanya terhibur oleh alur cerita yang menegangkan, tetapi juga dapat merasakan atmosfer dan emosi yang coba dibangun oleh seluruh tim produksi.
Sebab keberhasilan sebuah film, menurutnya, diukur dari sejauh mana penonton bisa terkoneksi dan larut dalam cerita yang disajikan.
"Semoga penonton bisa terhibur, masuk ke story-nya. Penonton juga bisa merasa suasana di film itu," tutur Yama Carlos.
Pada akhirnya, kepuasan terbesar bagi seorang seniman adalah ketika karya mereka dapat diterima dan dirasakan secara mendalam oleh penonton.
Inilah yang menjadi tolok ukur kesuksesan bagi Yama Carlos dan rekan-rekannya di industri perfilman.
"Berati kan kalau itu semua bisa dirasakan, kami sebagai pekerja seni berhasil memberikan yang terbaik," tutur bapak dua anak tersebut.
Kisah Narik Sukmo rupanya diadaptasi dari sebuah novel populer dengan judul yang sama.
Novel tersebut ditulis oleh Dewie Yulliantika Sofia dan diterbitkan sejak 2019 lalu. Dalam deskripsi buku, tertulis "Aku janji karo kowe pepujanku, semua yang kamu ucapkan akan tercapai. Tunggu malam gerhana bulan merah dan gerhana bulan biru."
Di film, Narik Sukmo mengisahkan sosok Kenar (Febby Rastanty), seorang mahasiswi yang ikut sahabatnya Ayu (Dea Annisa) pulang kampung ke Desa Kelawangin, sebuah wilayah yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Setibanya mereka di sana, Kenar langsung diterpa berbagai pertanda buruk, termasuk hujan yang tak berhenti-berhenti.
Namun, teror sebenarnya datang saat ia mulai dihantui mimpi mengerikan. Sosok hitam misterius muncul berkali-kali, mengincar sukmo atau jiwanya, untuk dijadikan tumbal.
Di tengah ketegangan dan misteri yang menyelimuti desa, tumbuh pula benih cinta antara Kenar dan Dierja (Aliando Syarief), pemuda Desa Kelawangin yang ternyata memiliki masa lalu kelam.
Seperti apa cerita selengkapnya? Tonton film Narik Sukmo di bioskop.
Berita Terkait
-
Bryan Domani Pusing Jadi Produser Kreatif di Film Kolaborasi Prilly Latuconsina dan Umay Shahab
-
Tayang 2027, Vin Diesel Ingin Paul Walker 'Muncul' di Fast and Furious 11
-
Viral Surat 'Misi Budaya', Istri Menteri UMKM Maman Abdurrahman Ternyata Mantan Artis Sinetron!
-
Biasa Tampil Macho, Yama Carlos Bakal jadi Penari di Film Narik Sukmo
-
Korupsi di Panggung Pertunjukan? Mahasiswa LSPR Ungkap Pungli dalam Film "Karya untuk Negeri"
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
Terkini
-
Nia Ramadhani Mendadak Harus Operasi, Sakit Apa?
-
Komentari Kasus LPDP Dwi Sasetyaningtyas, Sabrina Chairunnisa Ingatkan Bahaya Pamer di Medsos
-
Berat Badan Naik Drastis, Tina Toon Sempat Tak Percaya Diri Sampai Pilih Rahasiakan Kehamilan
-
Buntut Pernyataan Kontroversial, Tyas Alumni LPDP Diceramahi Anggota DPR
-
Habib Ja'far dan Coki Pardede Akhirnya Reuni, Kasus Onad jadi Titik Balik
-
Undangan Bocor, Virgoun Dikabarkan Menikah dengan Lindi Kamis Pekan Ini
-
Jadi 'Tokek' di Ghost in the Cell, Aming Bakal Pamer Lekukan Tubuh Eksotis: Karakter Paling Unyu
-
Belajar dari Pengalaman Pribadi, Al Ghazali Tegas Tak Akan Tampilkan Wajah Anak Demi Jaga Privasi
-
Ibu Kandung Nizam Syafei Ungkap Fakta Pilu: Selama Ini Dibohongi Bahwa Dirinya Sudah Meninggal
-
Betrand Peto Jadi 'Alarm' Sahur Ruben Onsu: dari War Takjil Hingga Ketagihan Nasi Briyani