Suara.com - Hari kedua Prambanan Jazz Festival kembali menggelegar, meskipun sempat diguyur gerimis sejak sore.
Ribuan penonton tetap bertahan menikmati penampilan para musisi favorit mereka.
Suasana festival tetap hangat dan ramai, menggambarkan antusiasme tinggi para penikmat musik untuk merayakan festival di Candi Prambanan.
Hari kedua festival ini menjadi hari yang paling banyak menampilkan kolaborasi di atas panggung. Kolaborasi spesial seperti Raisa & Bernadya berhasil memukau penonton dengan harmoni vokal mereka yang terdengar halus di telinga.
Tak kalah menarik pula kolaborasi Raisa dan Rony Parulian untuk pertama kalinya di Prambanan Jazz.
Pada momen ini, Raisa dan Rony Parulian untuk pertama kalinya membawakan single "Tetap Bukan Kamu" secara off air yang baru dirilis pada 25 Juni 2025.
Banyak penonton terpukau melihat penampilan kedua dan mendengar suara keduanya yang begitu bersih, karena tak jauh berbeda dengan suara rekamannya.
Kolaborasi lainnya juga dihadirkan, seperti Letto & Kiai Kanjeng. Aransemen musik yang kaya dan syahdu, memperkuat harmoni musik dan budaya pada Prambanan Jazz Festival Sebelas Selaras.
Penampilan mereka berhasil menciptakan suasana khidmat sekaligus hangat di tengah ribuan penonton yang hadir.
Baca Juga: Ustaz Derry Sulaiman Bersaksi Ahmad Dhani Punya Pemahaman Agama yang Tinggi
Pada hari kedua ini, Stage BRImo ditutup dengan penampilan penuh energi dari eaJ Park.
Di akhir penampilannya, musisi internasional ini kembali menyampaikan pernyataan dukungan untuk Palestina yang disambut tepuk tangan meriah dan sorakan solidaritas dari penonton.
Konsisten dalam menyuarakan dukungannya, eaJ juga menggunakan aksesoris berbentuk semangka representasi ”Free Palestine”.
Fasilitas festival kembali mendapat apresiasi positif, dengan kebersihan area, mushola yang memadai, dan akses disabilitas yang tetap terjaga.
Hari kedua juga menghadirkan tata suara dan set up panggung yang semakin maksimal, memberikan pengalaman audio visual yang lebih megah dibanding hari pertama.
Berita Terkait
-
Tampil 2 Kali di Prambanan Jazz 2025, Eaj Park Bangga Kenakan Kain Batik Saat Manggung
-
Eaj Park Serukan Dukungan untuk Palestina di Prambanan Jazz 2025: No Child Deserves to Die
-
Bernadya 2 Kali Gugup untuk Alasan Berbeda saat Debut di Prambanan Jazz 2025
-
Kagumi Keindahan Candi Prambanan, Eaj Park Tak Sabar Bawakan Lagunya di Prambanan Jazz 2025
-
Prambanan Jazz 2025 Kembali Menggema, Hadirkan Maestro Kenny G dan eaJ!
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Alasan Netflix Tak Hapus Mens Rea Pandji Pragiwaksono Meski Ada Laporan Polisi
-
Geram Fisik Anaknya Dibully Buntut Mens Rea, Istri Pandji Pragiwaksono Ancam Lapor Polisi
-
Pandji Pragiwaksono Ungkap Hubungannya dengan Tompi, setelah Kena Kritik Sang Dokter Bedah
-
Film Surat ke-8 Angkat Potret Gap Generasi Lewat Akting Aurora Ribero dan Arief Didu
-
Sinopsis How to Become a Tyrant di Netflix: Membongkar "Buku Panduan" Diktator Paling Kejam
-
Reuni 13 Tahun, Rio Dewanto dan Michelle Ziudith Kuras Emosi di Sinetron Jejak Duka Diandra
-
SAS: Red Notice, Hadirkan Aksi Die Hard di Bawah Selat Inggris, Tayang Malam Ini di Trans TV
-
Sinopsis Beauty in the Beast: Drakor Baru Moon Sang Min di Netflix, Lomon Jadi Manusia Serigala
-
Dilaporkan ke Polisi, Pandji Pragiwaksono Jelaskan Kondisinya
-
'Rezeki Anak Saleh' Sindiran Pandji Pragiwaksono soal Tambang yang Bikin NU dan Muhammadiyah Murka?