Suara.com - Film Monster Hunter tayang malam ini di Trans TV pukul 21.00 WIB. Sebelum menonton aksinya, kami sajikan sinopsisnya yang patut untuk disimak.
Monster Hunter adalah film laga fantasi garapan sutradara Paul W.S. Anderson yang diadaptasi dari video game popular.
Monster Hunter dibintangi oleh istri Anderson, Milla Jovovich dan aktor laga asal Thailand, Tony Jaa.
Menggarap Monster Hunter, Paul W.S. Anderson menggarap formula yang sama seperti Resident Evil.
Dirilis pada 2021, film ini mencoba mengisi kekosongan tontonan blockbuster di tengah masa tenang industri sinema, namun pertanyaannya tetap sama: apakah ia berhasil lebih dari sekadar menjadi "film adaptasi game" pada umumnya?
Cerita dimulai dengan premis yang cukup generik. Kapten Natalie Artemis (Milla Jovovich), seorang US Army Ranger, bersama unit elite-nya sedang dalam misi pencarian tim Bravo yang hilang secara misterius di tengah gurun.
Tiba-tiba, sebuah badai pasir supernatural muncul dan menarik mereka melalui portal ke sebuah dunia paralel yang brutal.
Di dunia baru ini, hukum rimba berlaku, dan mereka bukan lagi puncak rantai makanan. Mereka disambut oleh monster-monster kolosal yang menguasai daratan dengan keganasan mematikan.
Satu per satu anggota tim Artemis menjadi korban keganasan Diablos, monster raksasa yang mengintai di bawah pasir.
Baca Juga: Urutan Film Superman Terburuk hingga Terbaik Jelang Versi James Gunn Tayang
Di tengah keputusasaan, Artemis bertemu dengan seorang Hunter misterius (diperankan oleh master seni bela diri, Tony Jaa). Di sinilah letak salah satu kekuatan terbesar film ini.
Komunikasi mereka yang terhalang oleh bahasa membuat keduanya harus mengandalkan bahasa tubuh dan tindakan, bukan dialog.
Anderson dengan cerdik memanfaatkan kekuatan utama kedua bintangnya: fisik mereka.
Chemistry yang terbangun antara Jovovich yang tangguh dan Jaa yang lincah menjadi jangkar emosional film ini, meskipun terasa minimalis.
Dari segi visual, Monster Hunter tidak main-main. Anderson berhasil membawa makhluk-makhluk ikonik dari gamenya ke layar lebar dengan skala yang megah dan desain yang setia.
Kemunculan Rathalos di babak akhir film menjadi salah satu sorotan utama, disajikan dengan money shot yang fantastis.
Para penggemar game akan dimanjakan dengan referensi visual, mulai dari desain monster hingga kostum dan senjata oversized yang dibuat dari tulang belulang monster, sebuah elemen yang meniru siklus permainan aslinya.
Sayangnya, kemegahan visual tersebut tidak diimbangi dengan kedalaman narasi. Plot terasa tipis dan hanya berfungsi sebagai jembatan dari satu sekuens pertarungan ke sekuens berikutnya.
Anderson tampaknya lebih fokus untuk menciptakan tontonan yang "keren" di sekitar istrinya, sebuah kritik yang juga sering dialamatkan pada seri Resident Evil.
Akibatnya, pengembangan karakter terasa dangkal; kita tidak diberi cukup alasan untuk benar-benar peduli pada nasib Artemis selain karena ia adalah sang protagonis.
Masalah lain terletak pada proses penyuntingan, terutama dalam adegan aksi.
Meskipun memiliki aset sekelas Tony Jaa yang terkenal dengan kemampuan fisiknya, banyak pertarungan terasa kacau akibat "potongan-potongan gambar yang terlalu cepat sehingga sulit untuk diikuti."
Ini adalah sebuah ironi, mengingat koreografi pertarungan dan desain produksi sebenarnya adalah aspek yang paling dipuji dari film ini.
Pada akhirnya, Monster Hunter adalah film yang sangat sadar akan tujuannya: menyajikan hiburan tanpa otak (mindless fun) yang penuh dengan ledakan dan monster.
Film ini terasa seperti sebuah film yang "hampir selalu mengambil pilihan yang aman", enggan untuk menyelami keunikan dan keanehan dunia yang menjadi sumber adaptasinya.
Ia berhasil dalam menyajikan parade monster yang seru dan menegangkan, namun gagal memberikan cerita dan karakter yang berkesan.
Berita Terkait
-
Urutan Film Superman Terburuk hingga Terbaik Jelang Versi James Gunn Tayang
-
Salman Khan Makin Gagah dan Sangar, Perubahan Fisik untuk Film Battle of Galwan
-
Head Over Heels Trending, Ini 7 Rekomendasi Film dan Drama Korea Populer Tentang Dukun
-
6 Film Asia Terbaik Abad 21, Parasite Tak Terkalahkan!
-
Demam Squid Game Belum Usai? Ini 5 Film Survival Paling Menegangkan yang Wajib Ditonton
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Terseret Polemik LPDP, Alyssa Soebandono Bantah Pernah Terima Dana Negara
-
3 Tahun Alami Kekerasan, Cewek Ini Akhirnya Tempuh Jalur Hukum usai Ditendang Pacar Perkara Utang
-
Ted Lasso Season 4 Segera Tayang, Simak Sinopsis dan Daftar Pemain Terbarunya
-
Guru Honorer Jadi Tersangka Gara-Gara Rangkap Jabatan, Melanie Subono: Terus Pejabat Itu Apa?
-
Raisa Umumkan Konser Spesial Juni 2026, Pra-Registrasi Tiket Sudah Dibuka
-
Definisi Sehidup Semaling, Pasangan Ini Tetap Mesra di Kantor Polisi
-
Totalitas Tanpa Batas: Rahasia di Balik Film Terbaru Suzzanna, Bikin Luna Maya Nyaris Tenggelam
-
Resmi Diproduksi, Film Filosofi Teras Tawarkan Solusi Hidup Rasional
-
Benarkah Nizam Dianiaya Demi Tutupi Dugaan Hubungan Terlarang Ibu Tiri dengan Anak Angkat?
-
Anak Merokok Dianggap Sepele, Wali Santri Bentak Ustaz: Suami Saya Polisi, Siap Saya Tuntut!