Suara.com - Sutradara Toto Hoedi membuat gebrakan dalam perfilman Indonesia. Sang sineas menghadirkan puluhan komedian legendaris di film Gerbang Setan.
Film Gerbang Setan menampilkan Jarwo Kwat, Cak Lontong, Komeng, Denny Chandra, serta sejumlah komika berbakat dari generasi baru.
Hal yang membuat film ini menarik adalah latar kisahnya yang diangkat dari peristiwa nyata.
Toto Hoedi mengungkapkan, Gerbang Setan terinspirasi dari kabar hilangnya sebuah desa secara misterius di era 1950-an.
"Saya ambil dari kisah nyata, kalau di-search di Google itu ada desa yang hilang dalam sehari, itu tahun 1955 kalau nggak salah," ungkap Toto Hoedi saat konferensi pers di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan pada Sabtu, 12 Juli 2025.
Toto Hoedi yang sudah berpengalaman dalam menggarap film bergenre serupa, menaruh harapan besar terhadap Gerbang Setan.
Ia optimistis film ini akan kembali mendapat sambutan positif saat mulai tayang di bioskop pada 17 Juli 2025.
"Saya merasa optimis, saya bisa mengulang itu," tuturnya.
Menyatukan begitu banyak nama besar dalam satu film bukan perkara mudah. Toto mengakui, ide awalnya terdengar tak masuk akal, namun kekompakan dalam wadah Persatuan Seniman Komedi Indonesia (Paski) membuatnya mungkin terwujud.
Baca Juga: Pendidikan dan Karier Cak Lontong yang Diangkat Jadi Komisaris Ancol
"Awalnya sih memang ini sebuah ide yang sangat gila. Tapi saya, saya orang Paski. Saya bagian kreatif di Paski," papar Toto Hoedi.
Langkah awal proyek ini dimulai ketika Toto Hoedi berdiskusi dengan Jarwo Kwat yang juga merupakan ketua Paski.
Mereka sepakat membuat film yang bisa menjadi representasi dari komunitas para pelawak Tanah Air.
"Saya ngobrol sama Pak Jarwo, 'Pak Jarwo, Paski harus buat sesuatu, buat film'. 'Yuk, ayo'. Kumpulin deh pemain," kenangnya.
Mengarahkan para komedian untuk tampil serius dalam drama ternyata menjadi tantangan tersendiri.
Toto Hoedi menegaskan, para pelawak yang terlibat harus benar-benar menjiwai peran, bukan sekadar melontarkan lelucon.
"Meskipun mereka pelawak, saya selalu bilang, 'kalian harus bermain, ini film, ini drama'," tegasnya.
Sebelum Toto Hoedi bicara soal tantangan meminimalisir komedi, para bintangnya seperti Bopak Castello sempat curhat kesulitan ini.
"Kita pelawak, geregetan. Kayak misalnya ane lagi mijit Denny Chandra, itu ya akting serius. Padahal bisa aja kayak, "eeeh pijitnya kelewatan atau apa," beber Bopak Castello saat datang ke kantor Suara.com belum lama ini.
"Jadi, Bopak tidak berkomedi, disuruh serius. Tapi kan penonton mungkin penerimaannya beda," imbuh sang komedian.
Tak hanya Bopak Castello, Ginanjar yang juga mendapat jatah akting serius, sama merananya.
"Ginanjar dengan aktingnya yang tidak tertawa, tersiksa itu. Eman juga, dia tidak menunjukkan dirinya pelawak di situ," ucap Bopak Castello.
Makanya kata Bopak Castello dan McDanny, film Gerbang Setan menjadi suatu tontonan unik dan berbeda dari tayangan bioskop lainnya.
"Masyarakat Indonesia kalau mau nonton film horor yang tidak berkomedi, adanya di Gerbang Setan," kata Bopak Castello.
Sebagai gambaran, film Gerbang Setan mengisahkan Diki (Mc Danny), Beni (Rizza Fahlevi), Rachel (Ummy Quary), Bagas (Renaga Tahier), dan Wina (Rachel Oldham).
Mereka pergi wisata horor ke Desa Lawase Urip, setelah Beni menemukan selebaran misterius di mading kampus.
Sampai di desa Lawase Urip, para mahasiswa ini merasakan sesuatu yang aneh dan menegangkan.
Mereka bertualang menganggap ini adalah wisata yang menyenangkan. Akan tetapi tiba-tiba berubah menjadi teror yang mengerikan.
Kebingungan terjadi, mereka harus bisa membedakan mana setan yang asli dan yang pura pura.
Berita Terkait
-
Main Film Horor Gerbang Setan, Cak Lontong Justru Dilarang Melucu
-
Ditunjuk Jadi Komisaris Ancol Wujud Bagi-Bagi 'Kue'? Cak Lontong Sebut Dirinya Kompeten
-
Disebut Pelawak dengan Bayaran Termahal, Berapa Honor Bopak Castello Sekali Manggung?
-
Biasa Melawak, Bopak Castello Mendadak Merinding Lakoni Adegan Tari di Film Gerbang Setan
-
Film Horor Gerbang Setan Hadirkan 3 Pelawak Lintas Generasi
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Asal-Usul Anak Angkat yang Dicurigai Punya Hubungan Gelap dengan Ibu Tiri Nizam
-
Review Film Lift Menang Award Internasional, Tapi Eksekusinya Kurang Menggigit?
-
Underworld: Evolution Malam Ini di Trans TV: Darah, Dendam, dan Takdir
-
Venom: Let There Be Carnage Lebih Liar dan Berdarah, Malam Ini di Trans TV
-
Sentil Janji 19 Juta Lapangan Kerja Gibran, Siapa Otak Sinetron Para Pencari Tuhan?
-
Sah! Virgoun dan Lindi Fitriyana Resmi Jadi Suami Istri
-
Sinopsis Doctor Shin, Debut Akting Baek Seo Ra di Drakor Thriller Medis
-
Urutan Nonton Film Scream Sebelum Scream 7, Jangan Sampai Salah!
-
Syuting di Hutan, Olla Ramlan Ngaku Sempat Nangis sampai Trauma di Lokasi Syuting Malaysia
-
Cerita Ravel Junardy di Balik Panggung Hammersonic: Ada Biaya Tambahan Gara-Gara Slipknot