Suara.com - Polres Metro Depok secara resmi memberikan penjelasan lengkap terkait pernyataan viral dari komika Arafah Rianti yang mengaku laporannya soal kasus pencurian sepeda motor ditolak.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa narasi yang beredar tidak sepenuhnya akurat dan memberikan klarifikasi untuk meluruskan duduk perkara yang sebenarnya.
Menanggapi kehebohan yang bermula dari podcast Deddy Corbuzier dan Vidi Aldiano itu, Kepala Seksi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, tampil untuk memberikan keterangan pers.
Menurut Made, tidak pernah ada penolakan laporan dari pihak kepolisian seperti yang diceritakan oleh Arafah. Kendala yang terjadi, murni bersifat administratif dari pihak pelapor.
Made Budi membeberkan bahwa laporan tersebut tidak dapat diproses menjadi sebuah Laporan Polisi (LP) karena pihak korban tidak mampu melengkapi dokumen esensial kendaraan yang hilang.
"Korban enggak bisa melapor karena memang dokumen kendaraan yang diminta sebagai persyaratan pembuatan LP (laporan polisi) tidak ada," kata Made Budi kepada awak media saat dimintai klarifikasi dikutip Selasa, 15 Juli 2025.
Ia menambahkan dengan tegas untuk menepis isu miring yang menyudutkan institusinya. "Jadi bukan polisi yang menolak laporan," ucapnya.
Fakta mengejutkan lainnya yang diungkap oleh Made adalah mengenai lini masa peristiwa. Jika Arafah menceritakannya seolah baru terjadi, pihak kepolisian mencatat bahwa insiden pencurian tersebut sebenarnya sudah berlangsung sangat lama, yakni pada 2013.
Saat itu, korban sempat mendatangi kantor polisi, namun tidak pernah kembali untuk melengkapi berkas yang diminta.
Baca Juga: Bela Diri, Polisi Bantah Pengakuan Arafah Rianti Bebaskan Maling yang Ditangkap Warga
"Dia mau melengkapi, namun ditunggu-tunggu tidak datang juga. Kejadian tahun 2013," tambah Made, meluruskan kronologi yang simpang siur.
Lebih jauh lagi, pihak kepolisian juga menjelaskan bahwa kasus ini sebenarnya telah menemui titik terang melalui jalur kekeluargaan antara korban dan pelaku. Kesepakatan damai telah dicapai, bahkan menyangkut ganti rugi kerusakan properti warga yang terjadi saat pelaku berusaha kabur.
"Selama kejadian tersebut sampai sekarang pelaku dan korban sudah sepakat berdamai. Yang ganti asbes, pelakunya," tegas Made.
Kronologi Versi Arafah Rianti
Sebelumnya, dalam sebuah wawancara di podcast, Arafah Rianti menceritakan pengalamannya yang penuh drama saat menangkap seorang pria yang diduga mencuri motor di rental PlayStation (PS) miliknya. Ia mengaku kecewa dan bingung karena upayanya membawa pelaku ke kantor polisi justru berujung penolakan.
Menurut Arafah, kasus ini bermula ketika pelaku meminjam motor milik salah satu pelanggan rental PS dengan dalih ingin membeli martabak. "Pas peminjaman ketiga, dia bilang motornya hilang," ujar Arafah.
Berita Terkait
-
Steven Wongso Sebut Orang Gendut Lebih Rendah dari Anjing, Rizky Febian Sampai Ikut Komentar
-
Mischa Chandrawinata Sentil Mantan Arafah Rianti yang Nyesel Kasih Tas Mahal: Bukan Laki-Laki
-
4 Sumber Kekayaan Steven Wongso, Kini Menyesal Pernah Beri Tas Mewah ke Arafah Rianti
-
Soal Jodoh, Arafah Rianti Buka Suara dan Sebut Nama Fajar Sadboy
-
Bikin Ngakak, Arafah Rianti Parodikan Kisah Na Daehoon dan Jule Bareng Daffa Wardhana
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim