Suara.com - Para penikmat drama Korea atau drakor kini tengah heboh dengan penayangan S Line. Sebuah drama Korea dengan genre thriller yang tayang perdana sejak Jumat, 11 Juli 2025 lalu.
Dengan konsep yang unik, deretan aktor papan atas, serta cerita yang menyentuh isu sosial modern, drakor ini sukses memperoleh rating IMDb sebesar 8,2/10.
Kira-kira, apa saja hal yang membuat drakor S Line ini menarik? Simak ulasannya berikut ini.
Garis Merah Misterius
Diketahui, drakor S Line sendiri merupakan adaptasi dari cerita webtoon Naver yang berjudul sama. Webtoon tersebut dirilis dari bulan Desember 2011 hingga November 2012. Webtoon S Line adalah karya kedua dari trilogi kematian yang ditulis dan diilustrasikan oleh Kkomabi.
Alur cerita drakor bergenre thriller fantasi ini terbilang menarik. Seutas benang merah misterius muncul di atas orang-orang yang pernah melakukan hubungan seksual. Benang merah ini hanya bisa dilihat, tapi tak bisa dipegang.
Benang merah ini, yang dikenal sebagai 'S Line', tentu membawa dampak besar bagi individu yang terhubung. Setiap karakter harus menghadapi kenyataan pahit yang terungkap akibat adanya garis merah ini.
Raih Penghargaan di Canneseries
Sebelum dapat dinikmati oleh publik, ternyata, S Line sudah lebih dulu ditayangkan dalam ajang prestisius The 8th Cannes International Series Festival pada April silam.
Baca Juga: S Line, Garis Merah Menguak Jejak Seksual: Kok Malah Jadi Tren?
Adapun dalam kesempatan itu, S Line hadir sebagai satu-satunya drama Korea yang bersaing dalam kategori feature-length dengan berbagai karya global terbaik lainnya.
Selain itu, S Line juga berhasil keluar menjadi pemenang dari Best Music Award sekaligus menjadi drama Korea pertama yang memperoleh penghargaan musik dalam gelaran tersebut.
Bertabur Bintang
Tidak hanya diadaptasi dari webtoon terkenal dan plot cerita tidak biasa, S Line juga dibintangi oleh sosok-sosok ternama.
Karakter Hyun Heup yang diperankan Arin adalah satu-satunya orang yang bisa melihat S Line sejak lahir.
Karena kemampuannya itu, ia tumbuh dalam kesepian dan menjaga jarak dari dunia.
Berita Terkait
-
Anggota DPR Miris Maraknya Tren S Line: Celah Masuk Pergaulan Bebas
-
Garis Merah Umbar Jejak Hubungan Seksual, Kenapa Drakor S Line Viral?
-
Siap-Siap Jantungan! 3 Alasan Kamu Wajib Nonton Drakor S Line Episode 4 Malam Ini
-
Jangan Cari di Netflix! Drakor S Line Episode 4 Tayang Malam Ini, Misteri Benang Merah Makin Kelam
-
Tak Ada di Netflix, Ini Cara Legal Nonton Drakor Viral S Line
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
- Tak Terima Dideportasi, WNA Cina di Sumsel Bongkar Dugaan Kejanggalan Proses Imigrasi
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- 5 Rekomendasi HP All Rounder 2026, Spek Canggih, Harga Mulai 2 Jutaan
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
Joko Anwar Beri Sinyal Garap Film 'Ghost In The Cell' Versi Penjara Perempuan
-
Menyayat Hati! Meyden Bongkar Catatan Utang Rp400 Juta Milik Ayah yang Wafat Sendirian
-
Kepergok Pakai Cincin Berlian di Jari Manis, Harry Styles dan Zoe Kravitz Fix Tunangan
-
Kontrak Berakhir, Lucas Wong eks NCT Resmi Tinggalkan SM Entertainment
-
Film "Kupilih Jalur Langit" Resmi Tayang di Bioskop Indonesia!
-
Ghost in The Cell Tembus 1,3 Juta Penonton, Joko Anwar Beri Respons Menohok soal Isu Keadilan
-
Rahasia Kulit Glowing Syifa Hadju Jelang Nikah, Rutin Minum C+Collagen
-
Viral Banser Tepis Kasar Tangan Jamaah Ibu-ibu Saat Kawal Ustazah, Wajah Syok Penceramah Disorot
-
Kisah Haru Bunda Tiwi di Usia 53: Melahirkan Bayi Pertama Seberat 4,1 Kg
-
Kenapa Konflik Iran Vs Amerika-Israel Bisa Acak-acak Festival Musik di Indonesia?