Suara.com - Polemik mengenai keberadaan sound horeg di beberapa wilayah Jawa Timur masih terus menuai kontroversi.
Meskipun Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur telah mengeluarkan fatwa haram terhadap aktivitas ini, kenyataannya praktik sound horeg masih terus berlangsung.
Salah satu pemilik sound horeg bahkan menyatakan bahwa selama ini dirinya tidak pernah mendapatkan keluhan secara langsung dari warga sekitar atas kehadiran sound horeg.
Menurutnya, suara keras dari sound system yang dimainkan tidak pernah menimbulkan permasalahan serius di lingkungan tempatnya beroperasi.
“Yang komplain ke saya enggak ada, sebenarnya kan enggak ada yang dirugikan, jadi enggak ada yang komplain sih sebenarnya,” kata salah seorang pemilik sound horeg dikutip dari akun Instagram @feedgramindo pada Senin, 2 Juli 2025.
Lebih lanjut, pemiliki sound horeg itu mempertanyakan kritik yang justru datang dari luar daerah, terutama dari warga Jakarta.
Ia menilai bahwa pihak-pihak dari luar tersebut terlalu menghakimi tanpa mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan.
“Yang komplain kan tempat jauh, misalnya anak-anak Jakarta yang sok SDM tinggi itu, yang sok pinter itu, sok ngerti, padahal enggak ngerti,” ujarnya.
Tak sampai di situ saja, ia merasa tudingan negatif terhadap sound horeg kerap muncul dari mereka yang tidak langsung melihat atau merasakan situasi di lokasi.
Baca Juga: Cak Imin Tanggapi Fatwa Haram Sound Horeg: Bantu Ekonomi Boleh, Bikin Ricuh Jangan
Menurutnya, banyak dari mereka hanya menilai dari video yang viral atau potongan-potongan informasi di internet.
Fatwa MUI tentang penggunaan sound horeg
“Mereka yang komplain lihat di YouTube, lihat di mana, ada info ini pecah merugikan. Padahal kan ya enggak,” tandasnya.
Meski banyak menerima kritikan, pemilik sound horeg itu mengaku bisa menerima semua kritikan dengan lapang dada.
“Ya enggak masalah, ya kan kita hidup pasti ada yang pro kontra itu kan wis hal yang biasa,” ujarnya.
Pernyataan pemilik sound horeg itu langsung memantik komentar dari para netizen.
“Ini orang bebal, pasal mengganggu ketertiban umum kan bisa buat masukin dia ke sel, biar dia nyetel sound horegnya di sel. Coba aja, kalau ga di jadiin perkedel disana,” tulis akun @ridwa***
Berita Terkait
-
Sound Horeg Dilarang, Mobil Ini Tawarkan 40 Speaker Legal Bawaan Pabrik
-
Sound Horeg: Ketika Hiburan Jalanan Menggeser Budaya dan Merusak Ketertiban
-
Uniknya Mas Kawin Putra Deddy Mulyadi, hingga Ketua RT Gen Z Viral Perbaiki Jalan
-
Buntut Kericuhan Karnaval, Polresta Malang Kota Resmi Haramkan Sound Horeg di Wilayahnya
-
Fatwa Haram Sound Horeg; Bentuk 'Tamparan' untuk Pemerintah yang Absen
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda