Suara.com - Penyanyi Sammy Simorangkir mengungkap penyesalan mendalam atas keputusan masa lalunya saat masih tergabung dalam grup band Kerispatih.
Dalam sidang uji materi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta di Mahkamah Konstitusi (MK) pada Selasa, 22 Juli 2025, Sammy mengakui bahwa dirinya melewatkan hak ekonomi besar karena tak memperjuangkan lagu-lagu ciptaannya sendiri.
"Waktu itu kami masih baru di dunia entertain, ya kita pakai lagu dari orang yang dituakan saja supaya enggak banyak berdebat, biar band ini juga langgeng, enggak ribet-ribet," kata Sammy Simorangkir di hadapan majelis hakim.
"Tapi kalau tahu ujungnya seperti ini, saya sih dulu mau berdebat, karena saya juga mau lagu saya dipakai," ucapnya menyambung.
Penyanyi 42 tahun tersebut menyampaikan bahwa dalam proses awal Kerispatih, penetapan pencipta lagu cenderung sepihak.
Lagu-lagu yang diciptakan bersama kerap didaftarkan atas nama satu orang saja, yakni Badai, keyboardist sekaligus sosok senior dalam grup tersebut.
Sammy menyesal tak memperjuangkan hak ciptanya sejak awal.
"Kalau saja tahu royaltinya jomplang sekali dengan hak terkait saya sebagai penyanyi, saya dulu mau berdebat," tegas Sammy.
Kesaksian Sammy ini mencuat dalam sidang uji materi yang diajukan oleh gerakan Vibrasi Suara Indonesia (VISI), yang menuntut kejelasan hukum atas posisi penyanyi sebagai pelaku pertunjukan.
Baca Juga: Sammy Simorangkir Bongkar Larangan Nyanyi Lagu Kerispatih di Mahkamah Konstitusi!
VISI menggugat lima pasal dalam UU Hak Cipta karena dinilai multitafsir dan rawan menjerat penyanyi ke ranah pidana, meski mereka tidak memiliki kontrol atas izin lagu yang dibawakan.
Selain menyinggung ketimpangan royalti, Sammy juga menceritakan bagaimana dirinya dilarang membawakan lagu-lagu Kerispatih setelah keluar dari band, kecuali membayar Rp5 juta per lagu. Larangan ini, menurutnya, dikeluarkan oleh pihak band atas perintah Badai.
Ironisnya, somasi justru datang dari Badai setelah dia tak lagi menjadi bagian dari Kerispatih. Dalam surat tersebut, Badai meminta 10 persen dari honor pertunjukan jika lagu-lagu ciptaannya dibawakan.
"Saya adalah bagian asli dari lagu-lagu tersebut. Tapi saya malah seperti tidak memiliki hak untuk menyanyikan lagu-lagu itu," ungkap Sammy.
Melalui sidang ini, Sammy berharap Mahkamah Konstitusi dapat memberikan penafsiran hukum yang adil bagi penyanyi.
Dia menegaskan pentingnya kesadaran akan hak kekayaan intelektual sejak dini, agar para pelaku pertunjukan tidak lagi tersisih dari karya yang turut mereka hidupkan.
Berita Terkait
-
Sammy Simorangkir: Penyanyi Itu Sebelas Dua Belas Sama Badut Ancol
-
Bukan Cuma Lesti, Sammy Simorangkir Juga "Manggung" Dadakan di Sidang Hak Cipta
-
Jadi Saksi Sidang Hak Cipta, Sammy Simorangkir Nyanyi Lagu Bila Rasaku Ini Rasamu di Depan Hakim
-
Dampingi Lesti Kejora di Sidang MK, Rizky Billar Ikut Bersuara soal Kekacauan Royalti Lagu
-
Rhoma Irama Bahas Akar Masalah Royalti: Penyanyi Naik Alphard, Pencipta Naik Angkot
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jawa Barat Sumbang 12 Persen untuk Penjualan Yamaha Nasional, NMax dan Aerox Jadi Andalan
-
Flek Hitam di Wajah Karena Apa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
-
Eksklusivitas Komunitas Lari WNA di Bali: Menggugat Kedaulatan Ruang Publik Kita
-
Polemik Londo Ireng: Ketika Kritik Media Dibalas Stigma dari Penguasa
-
Blokade Laut AS ke Iran Masih Berlaku, Pasukan Donald Trump Siaga Tempur
-
Pemerintah Punya Tiga Opsi Hadapi Tekanan Fiskal, Salah Satunya Tambah Utang
-
Memahami Zeus's Law dalam Film The Odyssey, Penyederhanaan Xenia Epos Homer
-
Belum Ada Kuota Khusus, Penyandang Disabilitas Tertinggal di Program Andalan Prabowo
-
Houthi Serang 'Tambang' Arab Saudi, Harga Minyak Hampir 100 Dolar AS per Barel
-
Bisakah Laut Serap Lebih Banyak Karbon? Ilmuwan Uji Cara Baru Hadapi Perubahan Iklim