Suara.com - Musisi Rayen Pono melontarkan kritik pedas terhadap pernyataan Ahmad Dhani yang mengizinkan lagu-lagunya diputar di kafe atau restoran tanpa perlu membayar royalti.
Kritik tersebut disampaikan oleh eks personel Pasto melalui serangkaian unggahan di akun Instagram pribadinya pada Kamis, 7 Agustus 2025.
Pangkal persoalan ini adalah kebijakan Ahmad Dhani yang membebaskan pemutaran karyanya di rumah makan, sebuah langkah yang memicu polemik di tengah carut marutnya isu royalti musik.
Menanggapi hal tersebut, Rayen Pono secara tegas menyatakan bahwa konsep yang ditawarkan oleh Dhani adalah sebuah kekeliruan besar.
"Loh, nggak gini konsepnya teman-teman. Semua jadi salah kaprah," tulis Rayen dalam unggahan Instagram Story-nya.
Bahkan, dalam unggahan yang sama, penyanyi berusia 43 tahun itu melontarkan kalimat sarkastis yang ditujukan kepada pentolan Dewa 19 tersebut.
"Ini tuyul tua memang nggak ngerti apa-apa," lanjutnya.
Lebih jauh, Rayen tidak hanya berhenti pada kritik personal, tetapi juga menguraikan pandangannya mengenai akar permasalahan yang lebih sistemis.
Menurutnya, polemik royalti yang tak kunjung usai ini merupakan cerminan dari lemahnya sosialisasi kepada para pemilik usaha.
Baca Juga: Ahmad Dhani Gratiskan Lagu Dewa 19 untuk Kafe, Tetap Larang Keras Dibawakan di Konser
"Selama masih ada kesalahpahaman dan ketidaktaatan bayar royalti dari pemilik usaha, berarti masih ada kelemahan dalam sosialisasi," tulis Rayen dalam unggahan lain.
Rayen menilai bahwa selama ini belum pernah ada upaya edukasi yang masif dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan besar.
"Belum pernah dilakukan sosialisasi yang masif, menyenangkan dan melibatkan semua stake holder besar dan memanfaatkan infrastruktur-infrastruktur yang besar," keluhnya.
Ia lantas membandingkan kondisi ini dengan kampanye layanan masyarakat yang berhasil di masa lalu, seperti ajakan taat membayar pajak.
"Masih ingat kan iklan himbauan masyarakat di TV mengenai taat bayar pajak dan himbauan KB?" tanya Rayen.
Baginya, sosialisasi royalti yang efektif hanya dapat terwujud jika ada campur tangan langsung dari pemerintah.
Berita Terkait
-
Maia Estianty Singgung Ketenaran Gara-Gara Bikin Sensasi, Warganet Ramai Bawa Nama Mulan Jameela
-
Ahmad Dhani Ultah ke-54, Al Ghazali: Terima Kasih Jadi Sosok Kuat dan Sabar
-
Ahmad Dhani Ngaku Buaya Darat, Ingat Lagi Ucapan Mulan Jameela Pernah Puluhan Kali Diselingkuhi
-
Ahmad Dhani Batal Ceraikan Mulan Jameela
-
Air Mata Al Ghazali Bikin Ahmad Dhani Batal Ceraikan Mulan Jameela
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Giorgio Antonio Dituding Pakai Barang KW, Jam Tangan Mewah Rp3 Miliar Pacar Sarwendah Disorot
-
Nonton Taken Lagi Malam Ini: Misi Liam Neeson Selamatkan Putrinya dalam Waktu 96 Jam
-
Gandeng Bebi Romeo, Duo Antonia Rilis 'Suara Hati' sebagai Simbol Keberanian Perempuan
-
Viral Pacar Sarwendah Diduga Pakai Jam Patek Philippe Palsu, Ini Cara Bedakan Asli dan KW
-
Lawan Stroke dengan Karya, Anggia Novita Debut Jadi Produser OST Film Juminten Edan
-
Membludak! Audisi Miss Indonesia 20th Catat Peningkatan Peserta di Sejumlah Kota
-
Profil dan Pekerjaan Kevin Gusnadi, Pacar Baru Ayu Ting Ting Akhirnya Go Public
-
Jusuf Kalla Sebut Tanah Runtuh Bukan Sekadar Film, Tapi Media Pembelajaran
-
ARTJOG 2026 Angkat Kisah Luka dan Warisan Antar Generasi Melalui Seni
-
Mad World: Kolaborasi Hard Lights dengan Musisi Kelas Dunia Bergaya Techno Crossover