Suara.com - Setelah Source Code yang menegangkan, Trans TV lanjut menayangkan film berlatar belakang kisah nyata aksi terorisme tahun 1980 di London berjudul 6 Days.
Film yang dibintangi Jamie Bell ini akan tayang Rabu (27/8/2025) malam ini pukul 23.00 WIB di Trans TV. Seperti apa sinopsisnya, simak ulasannya berikut ini.
6 Days membawa penonton kembali ke salah satu insiden paling dramatis dalam sejarah Inggris: pengepungan Kedutaan Iran di London pada tahun 1980.
6 Days berpusat pada pengepungan yang terjadi pada tanggal 30 April hingga 5 Mei 1980, ketika enam laki-laki bersenjata dari kelompok separatis Arab bersenjata menyerbu Kedutaan Iran di Prince's Gate, London.
Mereka menyandera 26 orang, termasuk staf kedutaan, pengunjung, dan seorang petugas polisi yang kebetulan lewat.
Tuntutan mereka jelas: pembebasan 91 tahanan Arab di Iran dan transportasi yang aman keluar dari Inggris.
Film ini dengan cermat merekonstruksi peristiwa-peristiwa penting selama enam hari penuh ketegangan tersebut, menyoroti sudut pandang dari tiga pihak utama: negosiator kepolisian, Kate Adie (seorang jurnalis BBC yang meliput insiden tersebut), dan pasukan SAS yang legendaris.
Jamie Bell memerankan karakter Rusty Firmin, seorang prajurit SAS yang muda dan berani, yang berada di garis depan operasi penyelamatan.
Penampilannya sangat meyakinkan, menangkap esensi disiplin dan keberanian yang dibutuhkan dalam situasi bertekanan tinggi seperti itu.
Baca Juga: Gara-Gara Perankan Cinta di Film Rangga & Cinta, Leya Princy Jadi Lebih Cengeng
Film ini tidak hanya menyoroti aksi militer, tetapi juga tekanan psikologis yang dialami oleh para negosiator dan sandera.
"Pada dasarnya, ini adalah film tentang orang-orang yang mencoba melakukan pekerjaan mereka dalam situasi yang sangat ekstrem," kata Jamie Bell dalam sebuah wawancara dengan ComingSoon.net.
Review Film: Ketegangan yang Tak Pernah Kendur
Disutradarai oleh Toa Fraser, 6 Days berhasil membangun atmosfer yang mencekam sejak awal.
Fraser dengan cerdas menggunakan rekaman berita arsip dan wawancara dengan orang-orang yang terlibat langsung dalam pengepungan untuk memberikan sentuhan otentik pada narasi.
Salah satu kekuatan utama film ini adalah kemampuannya untuk menjaga ketegangan tetap tinggi, bahkan bagi penonton yang sudah mengetahui hasil akhir dari pengepungan tersebut.
Berita Terkait
-
Gara-Gara Perankan Cinta di Film Rangga & Cinta, Leya Princy Jadi Lebih Cengeng
-
Kini Bestie, Lucunya Jasmine Nadya Dulu Tak Kenal Leya Princy: Baru Tahu Anaknya Ferry Maryadi
-
Prilly Latuconsina Minder Usai Lihat Film Sineas Daerah, Kini Lebih Selektif Pilih Peran
-
Beban Berat Leya Princy Perankan Cinta di Film Rangga dan Cinta: Gak Mau Gantikan Dian Sastro
-
Sinopsis Fall For Me, Thriller Erotis Penuh Tipu Daya Lagi Tayang di Netflix
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Sinopsis Film Mudborn: Kisah Boneka Tanah Liat Pembawa Petaka, Tayang di Netflix
-
Sinopsis Kala, Film Joko Anwar yang Bikin Manoj Punjabi Rugi Miliaran Rupiah
-
Segera Tayang! Sinopsis Film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan
-
Baru Bebas, Doni Salmanan Dipastikan Berpenghasilan Rp150 Juta per Bulan
-
Review Film Yohanna, Kisah Krisis Iman dan Kemanusiaan yang Gagal Mengguncang Perasaan
-
Sinopsis Film Sarahs Oil: Dari Kemiskinan ke Jutaan Dolar, Kisah Nyata yang Menginspirasi
-
Menantea Pamit Total April 2026, Jerome Polin Bongkar Skandal Penipuan Internal Tembus Rp38 Miliar
-
Denise Chariesta Ungkap Anaknya Jadi Sasaran Hujatan, Sudah Terjadi Sejak Dalam Kandungan
-
Tak Langsung Punya Lagu, 5 Musisi Dunia Awali Karier Lewat Cover Lagu
-
Enda Ungu Murka! Netizen Komentar Jorok ke Anak, Langsung Ancam ke Jalur Hukum