Suara.com - YouTuber Jerome Polin menyuarakan kemarahannya dan duka mendalam terkait tragedi tewasnya pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan.
Affan Kurniawan tewas setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di kawasan Penjompongan, Jakarta Pusat pada Kamis, 28 Agustus 2025 malam.
Insiden tragis yang memakan korban ini terjadi di tengah kericuhan demo di Gedung DPR RI kemarin.
Kasus tewasnya driver ojol ini memicu gelombang kemarahan publik dan menjadi duka nasional.
Tak sedikit publik figur yang menyuarakan kemarahannya, termasuk YouTuber Jerome Polin.
Lewat akun Instagram miliknya, @jeromepolin, Jerome Polin meluapkan emosinya terkait peristiwa tragis tersebut.
"Rakyat ditabrak pakai mobil yang dibelinya pakai uang pajak rakyat," kata Jerome Polin geram pada postingan kemarin malam.
"Rakyat yang ingin menuntuk HAK dan menyampaikan aspirasi ditindas oleh pihak yang gajinya dari uang pajak rakyat," imbuhnya.
Influencer berusia 27 tahun ini juga memberikan kritikan pedas pada anggota dewan yang justru bekerja dari rumah alias work from home (WFH) saat demo berlangsung.
Baca Juga: Sambangi Keluarga Ojol yang Ditabrak Brimob, Denny Sumargo: Saya Akan Ada di Depan untuk Keadilan
"Wakil rakyat yang harusnya mendengarkan keluhan rakyat malah WFH di hari demo," sindir Jerome Polin.
"Malah ngatain rakyat 'tolol'. Malah semena-mena. Ironis... sedih sekali," sambungnya.
Tak lupa pada caption unggahannya, Jerome Polin juga mengingatkan netizen untuk berhenti bersikap apatis.
Selebgram yang jago matematika ini mengajak masyarakat untuk melawan dan menuntut keadilan.
"Semua mata melihat. Sudah saatnya kita sadar dan melawan. Stop apatis atau kita akan kehilangan semua hak kita," tulis Jerome Polin.
"Rakyat sudah makin susah hidupnya, rakyat berhak menuntut keadilan," tutupnya dengan tegas.
Postingan Jerome Polin soal mobil rantis brimob lindas pengemudi ojol ini langsung jadi sorotan.
Tak sedikit warganet yang juga menyuarakan kemarahan dan rasa duka mendalam untuk Affan Kurniawan.
"Bener-bener menyesakkan," celetuk netizen ikut sedih.
"Gini banget jadi rakyat biasa, bersuara dibalas nyawa," kata yang lain.
"Polisi itu sahabat rakyat, digaji pakai uang rakyat, maka tugas utamanya adalah melindungi rakyat, bukan menjadi tameng kekuasaan. Turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya Affan Kurniawan, driver ojol yang meninggal saat aksi demo kemarin. Lahul faatihah," ujar warganet.
"Demo dianggap ancaman, bukan suara. Rakyat dianggap musuh, bukan tuan. Polisi dianggap pelindung, tapi faktanya ban kendaraan mereka lebih jujur daripada ucapannya," imbuh lainnya geram.
Sementara itu, belakangan ini, Jerome Polin memang aktif dalam melontarkan sindiran pedas terkait berbagai tunjangan yang diterima DPR.
Pemilik akun YouTube Nihongo Mantappu ini sempat mengomentari tunjangan rumah DPR sebesar Rp50 juta sebulan.
Dia juga pernah melontarkan kritik tajam terkait tunjangan beras anggota DPR senilai Rp12 juta sebulan.
Jerome Polin menyuarakan kritikannya beserta perhitungan matematika yang menjadi keahliannya.
Tak lupa pria kelahiran tahun 1998 ini juga membandingkannya dengan kebutuhan makan sehari-hari masyarakat pada umumnya.
"'Tunjangan beras cuma dapet 12 juta per bulan'. CUMA???? Sadar gak 12 juta kalau dipakai buat beli beras aja bisa sebanyak apa?" kritik Jerome pedas pada salah satu unggahannya.
"Pertanyaanku adalah, apa dasar tunjangannya sebanyak ini? Siapa yang ngitung anggarannya?? Aku mau tahu banget gimana dasar perhitungannya sampai bisa muncul angka ini karena gak masuk akal banget. Capek banget," pungkasnya.
Pada postingan seminggu lalu, Jerome Polin juga sempat menyindir abis-abisan gaya hidup anggota DPR yang dinilai mewah.
Pasalnya, itu seolah tidak mewakili rakyat Indonesia yang saat ini kondisinya sedang susah.
"DPR kan Dewan Perwakilan Rakyat. Lah kalau rakyat susah, masa DPR-nya mewah?? wkwk," sindir Jerome Polin.
"Rakyat mana yang diwakilkan???? Pejabat itu kan pelayan rakyat. Pelayan mana yang bisa hidup enak di saat Tuan-nya melarat?" tegas lulusan Universitas Waseda Jepang ini.
Kontributor : Yoeni Syafitri Sekar
Berita Terkait
-
Ke Mana Deddy Corbuzier? Diam Saat Artis Ramai Speak Up Soal Ojol Tewas Dilindas Brimob
-
Driver Tewas Dilindas Rantis, Ojol Jarang Terlihat di Jalan Jakarta Hingga Ada Rencana 'Off Bid'
-
7 Brimob Diperiksa Usai Tabrak Ojol hingga Tewas, Publik Desak Sanksi Tegas
-
Duka Abadi, Driver Ojol yang Dilindas Rantis Barracuda
-
Affan Kurniawan Umur Berapa? Driver Ojol yang Tewas Dilindas Mobil Brimob
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Siap Tayang Lebaran 2026, Produksi Danur: The Last Chapter Dibuat Gila-gilaan
-
Perankan Aisyah di Ahlan Singapore, Rebecca Klopper Ungkap Rencana Berhijab di Masa Depan
-
Makin Menawan! 7 Potret Maternity Shoot Aurelie Moeremans di California
-
Pecah Telur! 10 Aktor Perdana Menang Golden Globe Awards
-
Sinopsis Hamnet, Film Drama Terbaik di Ajang Golden Globes 2026
-
Shandy Aulia Tenteng Tas Rp4 Miliar Bikin Ribut, Gigi dan Syahrini Belum Punya?
-
Aulia Sarah Jadi Bidan Ketiban Sial, Film Sengkolo Petaka Satu Suro Kuras Emosi
-
Kaitan Buku Broken Strings Aurelie Moeremans dengan Isu Child Grooming yang Seret Nama Aliando
-
Sinopsis Catch Me If You Can: Drama Kriminal di Netflix yang Masih Layak Dinikmati di 2026
-
Killerman: Liam Hemsworth Jadi Pencuci Uang Amnesia dan Diburu Polisi Korup, Malam Ini di Trans TV