Entertainment / Film
Senin, 12 Januari 2026 | 20:30 WIB
Aulia Sarah dan Agla Artalidia, pemain film Sengkolo: Petaka Satu Suro saat hadir di kantor Suara.com di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Senin, 12 Januari 2025 [Suara.com/Tiara Rosana].
Baca 10 detik
  • Film Sengkolo: Petaka Satu Suro adalah horor psikologis yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop pada 22 Januari 2026.
  • Mengangkat mitos Jawa tentang kesialan bertubi-tubi (Sengkolo) yang menimpa seorang bidan desa bernama Rahayu (Aulia Sarah).
  • Aulia Sarah dan Agla Artalidia menghadapi tantangan berat mulai dari belajar motor manual, adegan kesurupan, hingga akting emosional yang intens.

Suara.com - Industri perfilman Tanah Air kembali diramaikan dengan sajian horor yang menawarkan pendekatan berbeda lewat film "Sengkolo: Petaka Satu Suro".

Diproduksi oleh MVP Pictures dan diarahkan oleh sutradara Deni Saputra, film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop pada Kamis, 22 Januari 2026.

Berbeda dengan horor yang sekadar mengandalkan kejutan visual, film ini menjanjikan kedalaman cerita yang bermain di ranah psikologis.

Hal ini diungkapkan langsung oleh dua pemeran utamanya, Aulia Sarah dan Agla Artalidia, saat bertandang ke kantor Suara.com di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Senin, 12 Januari 2026.

Secara garis besar, film ini mengangkat mitos Jawa mengenai "Sengkolo". Agla Artalidia, yang memerankan karakter Marni, menjelaskan makna di balik judul tersebut yang menjadi inti konflik cerita.

"Sengkolo itu artinya kesialan yang bertubi-tubi. Film ini menceritakan soal kesialan bertubi-tubi yang dialami oleh Bidan Rahayu. Karena pada suatu hari, saat dia menolong persalinan warga desa, terjadi suatu peristiwa yang akhirnya membawa dia ke rentetan kesialan selanjutnya," ungkap Agla.

Aulia Sarah dipercaya menghidupkan karakter Rahayu, seorang bidan di desa terpencil yang hidupnya tampak sempurna namun menyimpan kerapuhan.

Rahayu digambarkan sebagai sosok yang ironis, dia mampu menyelamatkan nyawa orang lain, namun tak berdaya menyelamatkan dirinya sendiri.

"Rahayu adalah bidan di desa kecil tersebut. Dia membantu banyak nyawa orang, tapi dia tidak bisa membantu dirinya sendiri. Hidupnya terlihat stabil dan harmonis, namun begitu kena masalah, rasanya benar-benar hancur," tutur Aulia.

Baca Juga: Rilis 15 Januari, Film Penunggu Rumah: Buto Ijo, Adaptasi Timun Mas Lebih Gila dan Seram

Sementara itu, Agla memerankan Marni, asisten sekaligus sahabat Rahayu. Karakter ini digambarkan sebagai wanita sebatang kara dengan nasib tragis, memiliki suami yang tidak bertanggung jawab dan kerap mabuk-mabukan.

"Marni itu rapuh dan enggak punya pegangan, satu-satunya tempat dia bercerita cuma Rahayu," tambah Agla.

Horor Psikologis di Balik Keindahan Kebumen

Proses syuting Sengkolo: Petaka Satu Suro dilakukan di Kebumen, Jawa Tengah, selama kurang lebih 18 hari.

Meski berdurasi singkat, para pemain merasakan atmosfer yang cukup kontras di lokasi syuting.

Pada siang hari, desa tersebut menyuguhkan visual yang asri dan cantik. Namun, suasana berubah drastis saat matahari terbenam.

Load More