- Video Uya Kuya marah karena rumah dicoret-coret adalah konten lama dari program TV tahun 2022, bukan terkait penjarahan rumahnya pada Agustus 2025.
- Rumah yang dijarah massa ternyata milik mertua Uya Kuya, dan ia mengaku ikhlas serta kini tinggal di safe house untuk alasan keamanan.
- Setelah sempat dikritik karena video jogetnya di DPR, Uya kini justru menuai simpati publik, apalagi banyak video hoaks tentang dirinya yang beredar.
Suara.com - Beredar video Uya Kuya ngamuk-ngamuk saat tahu rumah mewahnya rusak karena dicoret-coret oleh orang asing.
Dalam video itu, Uya tampak baru saja sampai rumah. Dia kaget karena kondisi rumahnya sudah penuh coretan kata-kata negatif.
Dia pun langsung menegur seseorang yang masih sibuk mencoreti rumahnya tanpa tahu jika Uya adalah pemilik rumah tersebut.
"Siapa yang nyuruh nyoret-nyoret, lu dibayar siapa?" tegur Uya Kuya emosi.
Pria itu pun mengaku disuruh seseorang yang tak dikenal dan mengakui dibayar Rp1 juta untuk melakukan hal tersebut.
Video ini kemudian dijadikan netizen untuk menyudutkan Uya Kuya yang disebut sudah mengikhlaskan rumahnya yang dijarah massa pada 30 Agustus 2025 lalu.
"Konon pengakuannya ia ikhlas barang-barangnya diambil sekaligus meong kesayangannya," keterangan dalam video yang diunggah akun Instagram @/josssyahrul.
Reaksi Uya Kuya ngamuk-ngamuk saat tahu rumah mewahnya dicoret-coret pada video di atas bukan saat rumahnya dijarah baru-baru ini.
Baca Juga: Astrid Kuya Berharap Kucing-kucingnya Bisa Kembali: Harta Benda Kami Ikhlaskan
Itu adalah video lama yang diambil untuk sebuah konten tayangan televisi swasta. Uya Kuya diprank untuk program Bikin Panik Trans7 yang tayang pada Mei 2022.
Jadi jika itu dihubungkan dengan penjaran di rumahnya yang terjadi pada 30 Agutus 2025 tidak benar.
Uya Kuya sendiri sudah muncul ke publik jika dirinya mengaku sudah ikhlas dengan kejadian yang menimpanya.
"Saya udah pasrah aja," katanya di Mapolres Jakarta Timur pada Rabu, 3 September 2025.
Sudah menjadi korban penjarahan massa baik di rumah mewah dan apartemennya, kini Uya memilih untuk menyembunyikan tempat tinggalnya.
"Saya kan masih ada di safe house, di rumah aman," ungkapnya.
Berita Terkait
-
Uya Kuya Usai Rumahnya Dijarah: Demi Allah, Saya Korban Hoaks
-
Kehilangan Banyak Barang Berharga, Uya Kuya Fokus Selamatkan Belasan Kucingnya
-
Trauma Rumahnya Dijarah, Astrid Kuya Bawa Isu Kenakalan Remaja ke Rapat DPRD DKI Jakarta
-
Uya Kuya Maafkan Ibu Tukang Parkir Terduga Penjarah Rumahnya
-
Trauma Rumahnya Dijarah, Uya Kuya Rahasiakan Tempat Tinggalnya Sekarang
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
Pilihan
-
Trump Ditinggal Tangan Kanan, Direktur Kontraterorisme AS Joe Kent Mundur
-
Waspada Puncak Arus Mudik Besok! 187 Ribu Orang Bakal Padati Bandara Soekarno-Hatta
-
Rudal Iran Hantam Jantung Israel Malam Ini, Saksi Mata: Bumi Bergetar seperti Gempa
-
Ledakan Besar di Baghdad! Kedutaan AS Diserang Drone dan Roket
-
Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
Terkini
-
Baim Wong Beri Kode Honor Reza Rahadian, Setara 2 Lamborghini?
-
Ditinggal Ammar Zoni, dokter Kamelia Kepincut Reza Arap?
-
Ian Wibisono Drummer Rocker Kasarunk Meninggal Dunia
-
Olah TKP Kasus Zina Inara Rusli Makan Waktu 1 Jam, Tak Ada Rekonstruksi Adegan
-
7 Potongan CCTV Jadi Bukti Kasus Zina Inara Rusli, Diragukan Ada Unsur Pidana
-
Sudah Dipastikan Hoaks, Tiket Pesawat Garuda Rp200 Juta Jadi Guyonan: Ini Mau ke Bulan?
-
Diduga Antivaksin, Patricia Gouw Buru-Buru Klarifikasi: Aku Bawa Dokter ke Singapura!
-
Pengacara Inara Rusli Akui Ada Rekaman CCTV: Tidak Perlihatkan Penetrasi, Hanya 2 Menit
-
Hounds of War: Simfoni Balas Dendam yang Brutal, Sahur Ini di Trans TV
-
Tayang di Vidio, Film Ordinary Person Angkat Kisah Kelam Korea 1987