- Ahmad Sahroni menjadi kaya raya setelah menjadi mafia BBM.
- Mafia diartikan sebagai prinsip bisnis "beli murah, jual mahal".
- Ia menjual minyak murah Indonesia ke kapal asing lebih mahal.
Suara.com - Harta kekayaan Ahmad Sahroni yang melimpah hingga disebut sebagai Crazy Rich Prion langsung menjadi sorotan publik, setelah rumahnya dijarah.
Karena sebelum terjun ke dunia politik, Ahmad Sahroni hanya bekerja sebagai sopir truk di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengisian bahan bakar minyak.
Dalam sebuah sesi wawancara, Ahmad Sahroni tanpa ragu mengakui bahwa dirinya memang kaya raya setelah menjadi seorang mafia minyak.
"Kalau tarik ke belakang, orang pasti penasaran Ahmad Sahroni bisa sekaya ini dari mana sih? Dari supir doang, ojek payung doang, tukang semir doang gak mungkin. Ada yang bilang Ahmad Sahroni mafia ya?" tanya Azizah Hanum pada Ahmad Sahroni dalam video yang diunggah akun X @GoodRecom, Rabu 3 September 2025.
"Ya benar, mafia gue dulu. Mafia BBM," ujar Ahmad Sahroni.
Sadar bahwa istilah "mafia" memiliki konotasi yang sangat negatif di telinga masyarakat, Sahroni buru-buru memberikan penjelasan versinya.
Menurutnya, label mafia yang ia sandang lebih merujuk pada prinsip bisnis ekstrem yang ia jalankan, yakni mencari keuntungan sebesar-besarnya.
"Tapi, bukan mafia yang konotasinya itu negatif. Namanya bisnis beli semurah-murahnya, jual semahal-mahalnya," dalih Sahroni.
Ahmad Sahroni lantas membeberkan model bisnis yang dilakoninya di masa lalu sampai membuatnya tajir melintir.
Baca Juga: Uya Kuya Tak Terima Dijarah: Emang Gue Koruptor?!
Ia memanfaatkan disparitas harga minyak di Indonesia yang relatif murah untuk dijual kembali dengan harga jauh lebih tinggi ke kapal-kapal asing.
"Makanya orang bilang mafia BBM, itu benar. Ya karena dulu waktu di zaman itu harga minyak di Indonesia kan murah. Pada saat kita jual ke kapal asing, harganya udah beda," jelas Ahmad Sahroni.
Ahmad Sahroni menegaskan bahwa ia tidak pernah menampik atau menganulir tudingan bahwa dirinya seorang mafia, karena memang demikian faktanya.
Baginya, strategi "beli murah, jual mahal" adalah kunci utama yang membawanya pada kesuksesan finansial hingga bisa memiliki gaya hidup mewah, termasuk mengoleksi mobil sport seperti Ferrari.
"Di situlah orang anggap ini mafia BBM dan dianulir gak sama Sahroni, gak. Kita akuin kalau kita mafia. Tapi konotasi mafia adalah punya bisnis yang kategori ambil semurah-murahnya, jual semahal-mahalnya. Kalau gak, mana bisa punya ferrari," ujar Ahmad Sahroni sambil tertawa.
Berita Terkait
-
5 Fakta Suami-Istri Dalang Penjarahan Rumah Ahmad Sahroni, Hasut Massa Lewat Medsos hingga Grup WA!
-
Ahmad Sahroni Mendahului Tren? Gaya Caddie Golfnya Disebut Mirip Model Wanita Korea!
-
Sempat Viral Dikira Patung Iron Man Milik Ahmad Sahroni, Pengrajin Ini Kini Malah Ketiban Berkah
-
Geser Ahmad Sahroni, Rusdi Masse Awali Karier Sebagai Sopir Truk hingga Duduki Posisi Strategis
-
Daftar Kekayaan Rusdi Masse, Wakil Ketua Komisi III yang Baru: Dari Properti Singapura hingga Mercy
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
5 Pelembap yang Bagus untuk Kulit Berjerawat dan Berminyak, Lengkap dengan Ulasan Pengguna
-
Main di Kota Petir, Ini Jadwal Timnas Indonesia vs Vietnam dan Kamboja di Piala AFF 2026
-
3 Skin Tint Lokal untuk Kulit Sawo Matang, Lengkap dengan Shade Rekomendasinya
-
Lima Pejabat Tinggi Baru BGN Ditunjuk Langsung Presiden, Ini Nama-namanya
-
Teach You a Lesson: Drama Aksi Sekolah dengan Kritik Pedas Sistem Pendidikan
-
Kursi Prioritas Bukan Hadiah, Stasiun Cikoko Bukti Integrasi Itu Mungkin
-
Aspal Jalan Kebon Sirih Terus Rusak, DKI Akhirnya Ganti dengan Beton
-
Usai OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Resmi Ditahan KPK
-
3 Rekomendasi Moisturizer untuk Mengecilkan Pori-Pori, Wajah Mulus dan Glowing
-
Di Balik Hibah Kapal Induk Italia, Ada Ambisi Kejar Tayang 5 Oktober yang Bisa Sedot Anggaran Jumbo