- Hengky Kurniawan anggap wajar masyarakat marah karena sikap dan pernyataan anggota dewan yang keliru
- Pejabat publik bisa saja kepleset lidah
- Hengky Kurniawan akui pernah kepeleset lidah dan harus dijadikan pelajaran
Suara.com - Mantan Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan, turut angkat bicara mengenai polemik pernyataan kontroversial pejabat publik yang memicu kemarahan massa.
Suami Sonya Fatmala ini menilai bahwa amarah yang diluapkan oleh masyarakat adalah sebuah reaksi yang wajar.
Menurutnya, tidak ada yang bisa disalahkan dari respons publik tersebut.
Reaksi itu, kata Hengky, muncul sebagai akibat dari pernyataan pejabat yang tidak selaras dengan kondisi sulit yang sedang dihadapi masyarakat.
"Tidak ada yang salah dari masyarakat, karena memang dengan kondisi seperti ini, ada statement seperti itu," ungkap Hengky Kurniawan di kawasan Tendean, Jakarta, baru-baru ini.
Ia menyebut pemicu utama dari gelombang protes yang terjadi belakangan ini adalah karena "kepeleset berbicara".
Kekeliruan dalam menyampaikan pernyataan ke publik itulah yang pada akhirnya menyulut emosi masyarakat secara luas.
"Itu tadi, karena kesalahan atau kepeleset berbicara sehingga menimbulkan, menyulut emosi dari masyarakat," sambungnya.
Sebagai seseorang yang pernah berada di lingkaran pemerintahan, Hengky mengakui bahwa kekeliruan dalam berbicara di hadapan kamera memang bisa terjadi.
Baca Juga: Anisa Bahar Harap Kasus Eko Patrio dan Nafa Urbach Tak Rusak Citra Artis di Panggung Politik
Ia pun mengaku dulu juga pernah melakukan kesalahan serupa.
"Kadang-kadang memang, kalau dulu kan punya pengalaman suka salah, kepeleset dan lain sebagainya," aku Hengky.
Momen "kepeleset lidah" di masa lalu itu ia jadikan pelajaran berharga untuk ke depannya senantiasa berhati-hati dalam berucap.
"Nah, tentu itu menjadi pelajaran yang, ke depan harus lebih baik dan lebih berhati-hati untuk menyampaikan statement di hadapan kamera," tutup Hengky.
Diberitakan sebelumnya, beberapa anggota DPR panen kritik karena sikap dan pernyataannya. Mereka antara lain Eko Patrio, Uya Kuya, Nafa Urbach, dan Ahmad Sahroni.
Masyarakat geram karena mereka dianggap tak berempati dengan kondisi ekonomi di tengah kabar kenaikan tunjanggan anggota dewan.
Gelombang aksi unjuk rasa pun terjadi beberapa minggu terakhir. Di beberapa titik bahkan terjadi kerusuhan, termasuk penjarahan rumah Eko, Uya Kuya, Nafa Urbach, dan Ahmad Sahroni.
Berita Terkait
-
Dua Aksi Demo Digelar di Jakarta Pusat, 700 Personel Gabungan Dikerahkan
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio
-
Dinilai Punya Kepribadian Baik, Uya Kuya Bakal Pimpin PAN Jakarta
-
Teriak 'Kaki Saya Patah' saat Jaga Demo di DPR, Ternyata Ini Diagnosis Medis AKBP Adri Desas
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Hasto Kritik TNI-Polri Ikut Awasi Pajak: Penyalahgunaan Kekuasaan
-
3 Lipstik Inez yang Halal dan Tahan Lama, Warnanya Intens dan Tak Bikin Bibir Kusam
-
Fenomena Gaji Numpang Lewat: Gaya Hidup dan Tekanan Sosial yang Bikin Boros
-
Spesifikasi Kapal Induk Tua Italia ITS Giuseppe Garibaldi: Dipensiunkan Sejak 1971
-
Densus 88 Tangkap Teroris di Ciamis dan Lampung, Bongkar Propaganda Medsos
-
Marko Simic Ternyata Punya Peran Besar di Balik Kedatangan 2 Pemain Asing Persija
-
Satgas Percepat Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera, Anggaran Rp100,1 Triliun Disiapkan hingga 2028
-
Prabowo dan Obsesi MBG: Mengapa Kemajuan Negara Diukur dari Perut Rakyat?
-
FIFA Selidiki Insiden Kericuhan Pascalaga Final, Sejumlah Pemain Argentina Terancam Sanksi
-
Sudah Berusia 40 Tahun, Kapal Induk Italia Dinilai Tak Cocok Untuk Pertahanan RI