Suara.com - Novel laga fantasi karya Stephen King berjudul The Dark Tower dituangkan dalam film layar lebar dan kemudian dirilis pada 2017 lalu.
Film yang dibintangi aktor-aktor ternama seperti Idris Elba, Matthew McConaughey, dan Tom Taylor bisa disaksikan di Trans TV pada Rabu (10/9/2025) malam ini pukul 21.00 WIB.
Sebelum menyaksikan film garapan sutradara Nikolaj Arcel ini, berikut kami sajikan sinopsis The Dark Tower.
The Dark Tower menampilkan trio aktor papan atas: Idris Elba sebagai Gunslinger Roland Deschain, Matthew McConaughey sebagai Walter Padick alias Man in Black, dan Tom Taylor sebagai Jake Chambers yang memiliki kemampuan istimewa.
Dengan janji petualangan lintas dimensi yang memukau, The Dark Tower hadir sebagai upaya untuk membawa saga epik King ke hadapan penonton global.
Sinopsis: Pertarungan Lintas Realitas untuk Menyelamatkan Alam Semesta
Inti cerita The Dark Tower berpusat pada Jake Chambers (Tom Taylor), seorang remaja dari New York City yang dihantui oleh mimpi dan penglihatan tentang seorang pria misterius berpakaian hitam, seorang penembak jitu heroik, dan sebuah menara kolosal.
Jake segera menyadari bahwa penglihatannya bukanlah sekadar mimpi belaka, melainkan jendela menuju realitas lain yang dikenal sebagai Mid-World.
Di sana, ia bertemu dengan Roland Deschain (Idris Elba), Gunslinger terakhir yang bertekad untuk melindungi The Dark Tower, sebuah struktur mitos yang menopang semua realitas dan melindunginya dari kegelapan.
Baca Juga: Belum Tergeser, 5 Fakta Ini Bikin Film Tabayyun Kokoh di Puncak Netflix Indonesia
Musuh bebuyutan Roland adalah Walter Padick, Man in Black (Matthew McConaughey), seorang penyihir jahat dan abadi yang berambisi untuk menghancurkan The Dark Tower.
Walter percaya bahwa dengan meruntuhkan menara tersebut, ia dapat melepaskan kekuatan kegelapan dan menguasai alam semesta.
Untuk mencapai tujuannya, Walter menculik anak-anak dengan kekuatan psikis, yang dikenal sebagai "the shine," untuk digunakan sebagai senjata penghancur menara.
Jake, dengan kemampuan "shine" yang kuat, menjadi kunci dalam pertarungan epik antara kebaikan dan kejahatan ini, menempatkannya di tengah-tengah konflik abadi Roland dan Walter.
Film ini menggabungkan elemen dari seri novel King, terutama volume pertama dan ketiga, dan bahkan berfungsi sebagai sekuel dari buku-buku tersebut.
Performa Bintang: Cahaya di Tengah Kritik
Idris Elba menghadirkan Roland Deschain dengan karisma dan intensitas yang diharapkan dari seorang Gunslinger yang tersiksa.
Meskipun karakternya seringkali digambarkan sebagai pahlawan Barat yang disiksa dan bergulat antara balas dendam dan melakukan hal yang benar, performa Elba adalah salah satu aspek film yang secara konsisten mendapat pujian dari para kritikus.
Di sisi lain, Matthew McConaughey memerankan Man in Black dengan gaya yang lebih flamboyan dan kadang-kadang jenaka, meskipun beberapa kritikus merasa karakternya kurang memiliki nuansa yang benar-benar menyeramkan.
Tom Taylor sebagai Jake Chambers berhasil menampilkan seorang anak yang bermasalah namun berani, meskipun beberapa ulasan menyebut performanya "pedestrian".
Chemistry antara Elba dan Taylor, serta rivalitas antara Elba dan McConaughey, adalah pilar emosional yang mencoba menopang narasi film.
Tantangan Adaptasi dan Resepsi Kritis
Sayangnya, meskipun memiliki premis yang menarik dan jajaran pemain yang kuat, The Dark Tower menghadapi tantangan besar dalam mengadaptasi seri novel Stephen King yang luas dan kompleks ke dalam format film berdurasi 95 menit.
Kritikus secara umum memberikan ulasan negatif, menyebutnya sebagai campuran yang tidak jelas, sangat membosankan, dan medioker.
Masalah utama terletak pada upaya film untuk memadatkan mitologi yang kaya dan pembangunan dunia yang mendalam dari sembilan novel King menjadi satu film yang relatif singkat.
Hal ini mengakibatkan plot yang terlalu disederhanakan, karakter yang kurang berkembang, dan kurangnya kedalaman yang diharapkan dari materi sumber.
Naskah film dikritik karena amburadul dan gagal memberikan taruhan atau motivasi karakter yang kuat.
Efek visual juga dianggap buruk dan sangat jelek oleh beberapa ulasan.
Meskipun ada potensi untuk pembangunan dunia yang menarik dan lokasi yang keren, film ini tidak memiliki waktu untuk mengeksplorasi elemen-elemen tersebut, membuat penonton yang tidak akrab dengan buku-buku King merasa tersesat.
Kesimpulan: Potensi yang Belum Terpenuhi
The Dark Tower adalah contoh adaptasi yang berjuang untuk memenuhi ekspektasi tinggi dari materi sumbernya.
Meskipun upaya untuk membawa saga Stephen King ke layar lebar patut diacungi jempol, eksekusi film ini terlalu terburu-buru dan dangkal.
Film ini mungkin menawarkan petualangan aksi-fantasi yang lumayan bagi penonton kasual, namun gagal menangkap keajaiban dan kedalaman novel-novel King.
Pada akhirnya, The Dark Tower tetap menjadi pengingat akan kompleksitas dan tantangan dalam menerjemahkan visi sastra yang besar ke dalam medium sinematik.
Berita Terkait
-
Belum Tergeser, 5 Fakta Ini Bikin Film Tabayyun Kokoh di Puncak Netflix Indonesia
-
Pitch Black: Ketika Kegelapan Mengungkap Monster Sejati, Tayang Malam Ini di Trans TV
-
5 Film dan Series Bollywood Tayang September 2025, Ada yang Disutradarai Anak Shah Rukh Khan
-
Cara Unik Agnes Naomi Dalami Peran di Film Yakin Nikah, Ngaku 'Tukar Jiwa' dengan Enzy Storia
-
6 Fakta Abadi Nan Jaya, Film Zombie Pertama Indonesia dengan Biaya Produksi Termahal?
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Guncang Oscar 2026! 6 Fakta Film Sinners Pecahkan Rekor dengan 16 Nominasi
-
Tangis Ressa Pecah, Berharap Diakui Denada sebagai Anak: Cuma untuk Ketenangan Hati
-
Intip Detail Gaun dan Makeup Ranty Maria saat Pemberkatan Nikah di Bali: Glam in White!
-
Sering Dikirim Kopi, Tissa Biani Bongkar Sifat Dermawan Lucky Element yang Jarang Diketahui Publik
-
Bikin Element Mandiri, Jasa Besar Lucky Widja di Band Diungkap Sahabat
-
Kasus Penggelapan eks Admin Fuji Naik Sidik, Terungkap Ada Dugaan Sindikat Karyawan
-
Pihak Kepolisian Usut Kematian Lula Lahfah dengan Scientific Investigation
-
Sinopsis Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, Saat Dendam Lebih Kuat dari Iman
-
Keanu AGL Bongkar Sifat Asli Lula Lahfah: Tulus, Gak Milih-Milih Teman
-
Mischa Chandrawinata Sentil Mantan Arafah Rianti yang Nyesel Kasih Tas Mahal: Bukan Laki-Laki