- Komeng sampaikan aspirasi serius dengan gaya komedi yang cair.
- Ia menyoroti masalah deforestasi dan hilangnya hutan di Jawa Barat.
- Komeng ungkap dilema antara kebutuhan pangan dan pelestarian hutan.
Suara.com - Ada saja cara komedian sekaligus senator Alfiansyah Bustami alias Komeng untuk membuat suasana serius menjadi cair.
Bahkan, dalam rapat resmi bersama Kementerian Kehutanan, Komeng tetap melontarkan celotehan yang mengundang tawa sekaligus sentilan tajam.
Momen tersebut terjadi saat Komeng, sebagai anggota DPD RI dari Jawa Barat, menyampaikan aspirasinya dalam sebuah rapat kerja. Sejak awal, komedian 53 tahun itu sudah memulai dengan candaan khasnya.
Komeng membuka pembicaraan dengan menyapa pihak kementerian yang menurutnya sedang berulang tahun, sebuah plesetan dari singkatan Menteri Kehutanan (Menhut).
"Alhamdulillah dan terima kasih, eh bisa bertemu dengan kementerian yang lagi ulang tahun ya? Menhut," ucap Komeng membuka pembicaraannya dalam video yang beredar sejak Selasa, 16 September 2025.
Namun di balik gayanya yang santai, Komeng membawa aspirasi serius dari daerah pemilihannya.
Ia menyoroti masalah deforestasi atau penggundulan hutan yang semakin mengkhawatirkan di Jawa Barat.
Secara spesifik, Komeng menyebut hilangnya hutan adat di salah satu wilayah sebagai bukti nyata ancaman tersebut dan meminta perlindungan dari pemerintah pusat.
"Ya dari Jabar sebenarnya cuman mohon perlindungan masalah deforestasi. Makin hilangnya hutan, lahan hutan. Eh seperti di Ciamis, eh hutan adat sudah hampir hilang," ujarnya dengan nada serius.
Baca Juga: Komeng Bocorkan Biaya Kampanye Saat Pemilu 2024, Ternyata Cuma Segini
Di sinilah Komeng menunjukkan kelasnya. Ia dengan cerdik mengemas kritik sosial dalam balutan komedi.
LolIa menyentil soal Jakarta yang kerap menyalahkan Jawa Barat sebagai penyebab banjir kiriman.
Menurutnya, Jakarta sudah kehilangan kawasan hijaunya. Lelucon puncaknya adalah saat ia menyebut hewan-hewan hutan kini sudah masuk tol, merujuk pada salah satu merek mobil.
"Permasalahannya memang kadang-kadang eh di Jakarta tapi kita selalu disalahkan. Seperti banjir, katanya datangnya dari Jabar. Karena Jakarta sendiri seperti Hutan Kayu dan Hutan Panjang sudah tidak ada," kata Komeng.
"Walaupun hewannya sudah masuk ke tol, seperti Kijang. Dan Kijang itu Kijang Innova ya," selorohnya, membuat suasana rapat menjadi lebih rileks.
Lebih lanjut, Komeng juga mengakui adanya dilema yang dihadapi. Di satu sisi, ada kebutuhan untuk membuka lahan demi ketahanan pangan dan menjadikan Jawa Barat sebagai lumbung pangan nasional.
Namun di sisi lain, kebijakan tersebut justru berisiko mempercepat hilangnya kawasan hutan yang tersisa. Ini menjadi sebuah tantangan berat yang ia sampaikan.
"Dan eh memang agak sulit, di satu sisi kita membuka hutan untuk pangan karena ingin menjadi eh lumbung pangan, dan di satu sisi hutannya jadi semakin hilang," tutupnya.
Berita Terkait
-
Dari Lupa Laporan sampai Kissbye: Intip Aksi Kocak Senator Komeng di Sidang DPD
-
Rakor DPD Heboh! AHY Teriak "Uhuy" Saat Bertemu Komeng Sang Senator
-
Dibintangi Komeng hingga Cak Lontong, Gerbang Setan Hadirkan Teror Kocak di Bioskop
-
Celoteh Komeng ke Al Ghazali: Sakinah, Mawadah, Warahmah, Sarinah, Thamrin
-
Komeng Blak-blakan Besarnya Biaya Kampanye saat Nyalon Anggota DPD
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Duh! PN Solo Tolak Gugatan Gusti Moeng Soal Nama PB XIV, Kabulkan Eksepsi Tergugat
-
Ledakan Dekat Hotel yang Bikin Pemain Vietnam Tak Bisa Tidur Pulas Bukan Ulah Suporter Indonesia
-
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.997 Jelang Laporan Pertumbuhan Ekonomi RI
-
Ramai-ramai Pasang Pagar Tinggi, Pakuwon Mall Jogja Tepis Isu demi Keamanan
-
Menkomdigi Tegaskan Konten Eben Martono di Ajang GIIAS Langgar UU PDP, Bisa Dipidana
-
5 Lip Tint Tahan Lama Lebih dari 8 Jam, Bibir Lembap Seharian
-
Putusan MK soal MBG Sarat Kompromi Politik, Bukan Murni Pertimbangan Hukum
-
Siswa Madrasah di Pati Patah Jari Usai Di-Bully, Pengakuan Keluarga dan Sekolah Bertentangan
-
GPFE 2026: Perkuat Kolaborasi Pengadaan, Dorong TKDN, dan Dukung Program Prioritas Nasional
-
DPR Soroti Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2: Jangan Ada Toleransi untuk Kapal Tak Laik