-
Zaskia Adya Mecca menolak menyebar foto oknum TNI penganiaya karyawan, memilih jalur hukum.
-
Ia percaya proses peradilan militer akan transparan dan menegaskan bukan wewenangnya “spill” wajah pelaku.
-
Proses hukum sempat diulang dari awal karena pelaku anggota TNI; kini ditangani Denpom dan dikawal ketat.
Suara.com - Di tengah derasnya desakan warganet untuk mengungkap foto oknum TNI yang menganiaya karyawannya, aktris Zaskia Adya Mecca mengambil sikap ksatria.
Alih-alih mengikuti arus amarah publik dan melakukan pengadilan di media sosial, Zaskia memilih untuk menempuh jalur hukum secara terhormat dan transparan.
Istri sutradara Hanung Bramantyo itu juga menegaskan bahwa keadilan harus ditegakkan di ruang sidang, bukan di linimasa.
Melalui unggahan di Instagram, bintang sinetron Para Pencari Tuhan ini secara lugas menjawab mengapa ia tidak akan pernah mengunggah wajah pelaku.
Baginya, hal tersebut bukanlah wewenangnya dan dapat mengganggu proses hukum yang sedang berjalan.
"Foto pelaku, jujur bukan ranahku untuk mengeluarkan. Biarkan pihak berwenang yang memutuskan atau berjumpa di pengadilan kelak," tulis Zaskia.
Kakak aktor Haikal Kamil ini menaruh kepercayaan penuh pada sistem peradilan militer yang menurutnya akan berjalan terbuka.
"Karena pengadilan militer pun akan berjalan transparan, jadi kita semua bisa hadir juga menyaksikan," imbuh Zaskia.
Sikapnya ini didasari oleh proses hukum yang ternyata cukup berliku. Insiden yang menimpa karyawannya, Faisal, pada Senin, 22 September 2025, awalnya ditangani oleh kepolisian.
Baca Juga: Apes! Angkut 3 Motor Curian Lewat Tol, Komplotan Maling Ini Malah Dicokok Rombongan TNI
Namun, setelah identitas pelaku terungkap sebagai anggota TNI aktif, seluruh proses harus diulang dari awal oleh Polisi Militer (Denpom).
"Ada olah TKP dari Denpom. Empat hari pertama pas kejadian, semua dilakukan sudah oleh polisi. Tapi karena pelaku ternyata tentara maka proses diulang dari awal lagi," tutur Zaskia.
Zaskia dan Hanung bahkan telah mendatangi Denpom 2 Cijantung, tempat pelaku kini ditahan.
Di sana, mereka mendapat penjelasan bahwa proses pemberkasan membutuhkan waktu maksimal 120 hari sebelum dilimpahkan ke pengadilan, meski diharapkan bisa selesai lebih cepat dalam 1,5 bulan.
Kasus ini juga meninggalkan dampak psikologis bagi putrinya, Kala yang menjadi saksi mata langsung peristiwa pemukulan tersebut.
Untuk melindungi putrinya, proses permintaan keterangan Kala dilakukan dengan pendampingan penuh dari Pusat Pelindungan Perempuan dan Anak (PPPA) Provinsi DKI Jakarta.
Berita Terkait
-
Apes! Angkut 3 Motor Curian Lewat Tol, Komplotan Maling Ini Malah Dicokok Rombongan TNI
-
Heboh Skandal Hilda Pricillya dan Pratu Risal Bikin Geger Jagat Maya
-
Kondisi Terkini Kala dan Faisal, Zaskia Adya Mecca Kawal Terus Insiden dengan Oknum TNI
-
Beda Reaksi Warga Sambut Menteri Purbaya Yudhi VS Bahlil Lahadalia di HUT TNI Ke-80
-
HUT ke-80 TNI Mau Dievaluasi Imbas Renggut 2 Nyawa Prajurit, Bakal Ada Investigasi?
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Diterpa Isu Terlantarkan Anak Kandung, Denada Posting Momen Mengharukan
-
Telan Biaya Rp85 Miliar, Papa Zola The Movie Janjikan Kualitas Visual Sekelas Hollywood
-
Heboh Riders Fajar Sadboy Minta Alphard Hingga Dior, Asli atau Settingan?
-
Alasan Netflix Tak Hapus Mens Rea Pandji Pragiwaksono Meski Ada Laporan Polisi
-
Geram Fisik Anaknya Dibully Buntut Mens Rea, Istri Pandji Pragiwaksono Ancam Lapor Polisi
-
Pandji Pragiwaksono Ungkap Hubungannya dengan Tompi, setelah Kena Kritik Sang Dokter Bedah
-
Film Surat ke-8 Angkat Potret Gap Generasi Lewat Akting Aurora Ribero dan Arief Didu
-
Sinopsis How to Become a Tyrant di Netflix: Membongkar "Buku Panduan" Diktator Paling Kejam
-
Reuni 13 Tahun, Rio Dewanto dan Michelle Ziudith Kuras Emosi di Sinetron Jejak Duka Diandra
-
SAS: Red Notice, Hadirkan Aksi Die Hard di Bawah Selat Inggris, Tayang Malam Ini di Trans TV