-
Setelah dipindahkan ke Lapas Super Maximum Security Nusakambangan, Ammar Zoni kehilangan hak pertemuan tatap muka dengan keluarga dan pengacara.
-
Semua interaksi kini dilakukan melalui video call atau interkom yang diawasi ketat tanpa kontak fisik langsung.
-
Pembatasan ini diterapkan untuk mencegah komunikasi ilegal dan memutus total jaringan narkoba yang pernah dikendalikannya.
Suara.com - Era pertemuan tatap muka telah berakhir bagi Ammar Zoni. Seiring dengan pemindahannya ke Lapas Super Maximum Security Karanganyar di Nusakambangan.
Haknya untuk berinteraksi secara fisik dengan dunia luar, termasuk keluarga dan kuasa hukum, kini dicabut dan digantikan oleh teknologi dan prosedur yang sangat ketat.
Ini adalah konsekuensi langsung dari statusnya sebagai narapidana berisiko tinggi.
Meskipun hak untuk dikunjungi tidak dihilangkan sepenuhnya, wujud pertemuan itu sendiri telah berubah drastis.
Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), Rika Aprianti, menjelaskan bahwa interaksi kini dimediasi oleh layar dan kaca.
Tidak akan ada lagi pelukan, jabat tangan, atau bahkan sekadar menepuk pundak dari orang-orang terkasih.
"Boleh (dikunjungi), punya hak. Tapi sekali lagi, lapas pasti punya standarnya. Kalau di Super Maximum Security itu tidak bisa bertemu langsung, adanya melalui video," tegas Rika kepada awak media, Kamis (16/10/2025).
Aturan ini berlaku mutlak. Setiap kunjungan, baik dari keluarga inti maupun tim pengacara, harus melalui jadwal yang telah ditentukan dan dilakukan di ruangan khusus yang memisahkan narapidana dan pengunjung dengan sekat kaca tebal.
Komunikasi hanya bisa terjalin lewat interkom atau panggilan video yang diawasi secara ketat oleh petugas.
Baca Juga: Apa Itu One Man One Cell? Sel Dingin yang Jadi Rumah Baru Ammar Zoni di Nusakambangan
Bahkan, tindakan sederhana seperti memberikan makanan pun diatur dengan prosedur yang menghilangkan kontak langsung.
"Kasih makanan pun tidak ketemu langsung. Identitas petugas pun dirahasiakan karena kami juga harus melindungi mereka. Semuanya dilakukan demi keamanan," tambah Rika.
Pembatasan ekstrem ini bukanlah tanpa alasan. Status Ammar Zoni sebagai narapidana yang terbukti mampu mengendalikan jaringan narkoba dari dalam tahanan sebelumnya menjadi pertimbangan utama.
Tujuan utama dari sistem di Nusakambangan adalah memutus total semua potensi komunikasi ilegal.
Dengan meniadakan pertemuan fisik, celah untuk menyelundupkan pesan, barang terlarang, atau instruksi kepada jaringannya di luar dapat diminimalisir hingga titik nol.
Penempatan di sel isolasi one man one cell dan aturan kunjungan yang kaku ini merupakan satu paket pembinaan level tertinggi.
Bagi Ammar, ini adalah sebuah realitas pahit di mana ia dipaksa untuk fokus pada introspeksi diri tanpa distraksi maupun koneksi fisik dengan dunia yang pernah membesarkan namanya.
Pada akhirnya, dinding kaca di ruang kunjungan Nusakambangan menjadi simbol dari jurang pemisah antara kehidupannya yang dulu dan sekarang.
Ini adalah harga yang harus dibayar atas pelanggaran berulang, sebuah pengingat nyata bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi yang tak terhindarkan.
Berita Terkait
-
Apa Itu One Man One Cell? Sel Dingin yang Jadi Rumah Baru Ammar Zoni di Nusakambangan
-
Geger Kasus Ammar Zoni, DPR Panggil Ditjen PAS Bahas Peredaran Narkoba di Lapas
-
Saat Ammar Zoni Diborgol dengan Mata Ditutup Ketika Dipindahkan ke Nusakambangan
-
Ammar Zoni Dipindahkan ke Nusakambangan, Intip Fakta Lapas Legendaris Ini
-
Kini Dipindah ke Nusakambangan, Zeda Salim Miris dengan Kondisi Ammar Zoni: Dia Butuh Pertolongan
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
8 Film Luar Negeri yang Tayang di Bioskop Indonesia Juni 2026, Ada Apa Saja?
-
Sinopsis Film Backrooms, Teror Labirin Misterius yang Siap Menghantui Bioskop Indonesia
-
Hampir Dua Tahun, Misteri Penyebab Ruben Onsu dan Sarwendah Cerai Kembali Diungkit Pengacara
-
Pihak Sarwendah Jawab Ruben Onsu: Anak-Anak Tetap Sehat Meski Enam Bulan Tanpa Nafkah dari Ayah
-
Melaney Ricardo Klarifikasi Usai Dituding Tak Bayar Korban Penipuan yang Diundang ke Podcastnya
-
Perang Unggahan Ruben Onsu dan Keluarga Sarwendah Makin Memanas di Threads
-
Temui Jamaah yang Gagal Berangkat, Bos Hanania Travel Tawarkan Refund Bertahap Selama 2 Tahun
-
Denny Sumargo Berandai Jadi Seskab, Kolom Komentarnya Langsung Meledak
-
Rayakan 57 Tahun Karier Margie Segers, Slank Suguhkan Kolaborasi Bersejarah di Java Jazz 2026
-
Ruben Onsu Tanggapi Soal Keluhan Nafkah Anak dari Sarwendah: Kalau Tidak Sanggup, Serahkan ke Saya