-
Sujiwo Tejo menilai pola asuh modern terlalu permisif dibanding didikan keras masa lalu.
-
Ia menyebut guru kini serba salah karena tidak bisa menerapkan disiplin tegas.
-
Menurutnya, moral generasi sekarang belum siap menuju cita-cita Indonesia Emas 2045.
Suara.com - Budayawan Sujiwo Tejo menyentil fenomena pola asuh modern yang menurutnya terlalu permisif.
Ia membandingkannya dengan didikan keras yang ia dan generasinya alami di masa lalu.
Hal ini diungkapkannya saat berbincang dengan Deddy Corbuzier dalam sebuah video yang tayang di kanal YouTube sang mentalis, Rabu, 22 Oktober 2025.
Menurut lelaki yang akrab disapa Mbah Tejo itu, guru di era sekarang berada dalam posisi yang serba salah.
Di satu sisi, mereka dihadapkan pada persaingan hidup murid yang makin keras. Namun di sisi lain, mereka tidak bisa menerapkan disiplin yang tegas.
"Ketika saingan makin keras, guru mau negur anak, telepon orang tua dulu," sindirnya.
Sujiwo Tejo kemudian mengenang pengalamannya saat masih duduk di bangku sekolah.
"Generasiku itu hampir ini, sering ditampar guru. Kaus kaki nggak pakai, ditampar," kenangnya.
Yang menarik, hukuman fisik dari guru saat itu tidak serta-merta mendapat pembelaan dari orang tua di rumah.
Baca Juga: Sujiwo Tejo Tak Setuju Kepsek yang Tampar Murid Merokok Dinonaktifkan
"Lapor ke orang tua, tambah ditamparin," kata Sujiwo Tejo, yang disambut tawa oleh Deddy Corbuzier.
Dengan kondisi moral generasi yang dianggapnya belum siap, ia pun pesimis dengan wacana Indonesia Emas 2045 yang pemerintah gaungkan.
"Moral kita belum siap untuk ke situ," tandas Sujiwo Tejo
Berita Terkait
-
Soroti Kasus Bullying Timothy Anugerah, Sudjiwo Tejo Cemas Pelaku Tak Sadar Perbuatannya Salah
-
Agama Azka Corbuzier Apa? Deddy Corbuzier Minta Habib Umar bin Hafidz Doakan Anaknya
-
Kemal Palevi Soroti Kasus Siswa Adukan Kepsek ke Orang Tua: Mental Tempe!
-
Habib Umar bin Hafidz Ternyata Mau Tampil di Podcast Deddy Corbuzier atas Inisiatif Sendiri
-
Cuma Tidur 2 Jam, Deddy Corbuzier Gugup Sambut Habib Umar bin Hafidz
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Napi Pekanbaru Kabur Dikejar ke Jakarta, Isu Iming-imingi Petugas Rp30 Juta Mencuat
-
Profil Mitchell Baker Bomber Keturunan Semarang-Yogya Harapan Baru Timnas Indonesia
-
BGN Siapkan Sistem Digital, Orang Tua Bisa Pantau Menu MBG
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
RUU Sisdiknas Dikritik, Wewenang Menteri Pilih Rektor Dinilai Ancam Demokrasi Kampus
-
Review Voicemails for Isabelle: Sebuah Arti Ketulusan Cinta yang Sejati
-
Review Viva Peeling Serum, Harga Rp20 Ribuan tapi Ampuh Bikin Wajah Glowing?
-
Dinamika atau Ancaman? Ini Kata Sekjen Golkar soal Kaesang Incar Kursi DPR di Jateng
-
Starting XI Timnas Indonesia vs Kamboja: Mitchell Baker Jadi Andalan!
-
Mendagri Ungkap Anggaran Pemulihan Banjir Sumatra Capai Rp 100,1 Triliun