Secara atmosfer, Shelby Oaks punya modal kuat. Visualnya lembap, suram, dan sukses membawa kita kembali ke era awal YouTube horror yang kaku tapi menegangkan.
Namun di balik semua itu, film ini terlalu sibuk meniru banyak hal tanpa benar-benar menemukan identitasnya sendiri.
Ada penjara angker? Ada. Taman bermain terbengkalai? Tentu. Kabin tua di hutan? Sudah pasti.
Semua hadir seperti daftar periksa wajib dalam film horor, tapi tanpa koneksi emosional yang jelas.
Alih-alih merinding, saya malah merasa seperti ikut tur wisata menjelajahi tempat-tempat angker.
Aktor Hebat, Naskahnya Kurang Nampol
Camille Sullivan patut diacungi jempol. Dia berhasil memerankan Mia dengan ketulusan dan kekuatan emosional yang terasa nyata.
Sementara Sarah Durn, yang muncul lewat rekaman kamera sebagai Riley, memberikan nuansa lembut namun misterius.
Sayangnya, hubungan kakak-adik yang seharusnya menjadi jantung cerita terasa kurang hidup.
Baca Juga: Dari Santet hingga Setan Laut Selatan, 5 Film Horor Terbaru Tayang Mei 2025
Kita tahu mereka dekat, tapi film tidak memberi cukup waktu untuk membuat kita benar-benar peduli.
Jadinya, ketika Mia memutuskan untuk kembali ke Shelby Oaks, emosi yang muncul bukan empati, tetapi hanya sekadar penasaran saja.
Menjelang akhir, film ini berusaha memberi kejutan yang lumayan tak terduga.
Tapi masalanya, saya sudah terlalu lelah mengikuti petunjuk demi petunjuk yang terasa seperti teka-teki dari seseorang yang baru belajar menulis misteri.
Adegan-adegan menyeramkannya juga tidak selalu berhasil. Beberapa momen cukup membuat bulu kuduk berdiri, tapi banyak pula yang terasa seperti jump scare wajib agar penonton tidak tertidur.
Directing Oke, Cerita Tak Bernyawa
Penyutradraan Shelby Oaks memang solid. Sinematografinya cantik dan tata suaranya berhasil membangun suasana kelam tanpa berlebihan.
Sayangnya, secara teknis, film ini memiliki banyak kekurangan, terutama saat adegan gelap.
Terlepas dari kualitas gambarnya agak kurang jernih, serta CGI untuk anjing yang terlihat amatiran.
Namun semua itu terasa seperti lukisan indah tanpa isi, bagus dilihat, tapi kurang menggugah.
Masalah terbesarnya adalah ritme. Film ini terlalu lambat di bagian tengah, dan terlalu cepat di bagian akhir.
Seperti seseorang yang kebanyakan menunda pekerjaan lalu panik ketika deadline sudah di depan mata.
Saya tidak bisa bilang Shelby Oaks film yang jelek, tapi saya juga tak bisa menyebutnya film yang memuaskan.
Kalau Anda menonton tanpa ekspektasi, tanpa mengecek review atau hype di medsos, mungkin Anda akan menikmatinya.
Tapi jika mengharapkan karya yang akan mengubah genre horor, Anda mungkin akan keluar bioskop sambil bergumam, "Yah, lumayanlah."
Kontributor : Chusnul Chotimah
Berita Terkait
-
Review Film Shelby Oaks: Debut Horor yang Menggoda, tapi Belum Sempurna
-
Sinopsis The Cursed, Film Horor Mencekam Tentang Kutukan Jual Beli Roh di Pasar Hantu
-
Sinopsis Isolated yang Lagi Tayang di Netflix, Perawat Pribadi Hadapi Teror Mencekam
-
5 Film Horor Terbaru Tayang di Bioskop Agustus 2025, Siap Bikin Merinding!
-
Profil Julia Garner, Dari Silver Surfer Fantastic Four ke Guru Misterius di Weapons
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Profil Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Eks Petinggi BUMN yang Terjaring Operasi KPK
-
Review Novel Hyouka: Misteri Sederhana yang Menyimpan Rahasia 33 Tahun
-
Sudah Siap War Tiket? Ini Rangkaian Acara Lengkap Perayaan HUT ke-81 RI dari Istana hingga Monas
-
Gadis Bernama Aishah Siregar Tiba-tiba Hilang dan Ditemukan di Kamboja, Korban Perdagangan Orang?
-
Ulasan A Model Family: Menimbang Moralitas di Tengah Desakan Kehidupan
-
Kenapa Sabun Mandi Tidak Boleh untuk Wajah? Ini Alasan Pentingnya
-
Bicara Boleh Biasa, Perform yang Menentukan: Jago MC ala Ongky Hojanto
-
Atasi Dampak Kekeringan, BBWS Serayu Opak Pasok Air Bersih ke Sejumlah Titik Rawan di Jateng dan DIY
-
Max Havelaar! Novel Legendaris Pelajaran SMA yang Mengguncang Belanda
-
Gubernur Khofifah Beri Kado Kemerdekaan HUT ke-81 RI: Bebaskan Pajak Daerah, Ringankan Beban Warga