-
Polisi Kamboja menemukan warga Singapura Aishah Siregar dalam kondisi selamat tanpa indikasi TPPO.
-
Aishah nekat pergi ke Kamboja sendiri akibat tekanan kontrol orang tua yang sangat ketat.
-
Pihak keluarga dan otoritas Singapura sedang mengurus proses kepulangan Aishah ke negara asalnya.
Suara.com - Polisi Kamboja berhasil menemukan Aishah Siregar, warga negara Singapura berusia 20 tahun, dalam keadaan selamat usai dilaporkan menghilang. Kepolisian setempat memastikan tidak ada indikasi tindak pidana perdagangan orang maupun penyekapan dalam peristiwa ini.
Kepada tim penyidik, Aishah mengaku sengaja memutus komunikasi dan pergi atas kemauannya sendiri akibat kontrol orang tua yang dinilainya terlalu ketat. Sebelum berangkat, perempuan tersebut sempat meninggalkan selembar surat tertulis yang menjelaskan alasan di balik keputusan nekatnya.
Pihak Kepolisian Negara Singapura (SPF) bersama Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Singapura di Phnom Penh kini tengah memberikan pendampingan konsuler bagi keluarga Aishah. Penemuan ini sekaligus mematahkan kekhawatiran pihak keluarga terkait dugaan jeratan sindikat penipuan daring lintas negara.
Sebelum menghilang, Aishah berpamitan untuk berangkat kuliah pada Selasa pagi menggunakan jaket hoodie dan celana abu-abu terang. Keraguan pihak keluarga muncul setelah akun WhatsApp serta Telegram milik Aishah mendadak dihapus total dan nomor teleponnya tidak aktif.
Kepanikan keluarga kian memuncak sewaktu menemukan paspor Aishah telah hilang beserta bukti tiket penerbangan menuju Kamboja di dalam surat elektronik. Selain itu, ditemukan pula riwayat transaksi uang sebesar ratusan dolar kepada seseorang yang dikenal Aishah melalui gim daring.
Syafiq Siregar, kakak korban, mengonfirmasi bahwa identitas penerima dana tersebut sesuai dengan rekan main gim adiknya selama setahun terakhir.
"Kami tahu tentang orang ini. Tapi kami tidak pernah melihat, kami tidak pernah mendengar dia berbicara sama sekali. Tapi kami tahu bahwa dia bermain gim dengan orang ini," kata Syafiq, dikutip dari CNA, Sabtu (1/8/2026).
Syafiq menegaskan bahwa kepergian mendadak ini sangat bertolak belakang dengan karakter adiknya yang dikenal penurut dan tidak pernah membuat masalah. "Adik saya tidak seperti ini. Dia tidak pernah lari dari rumah. Dia bukan anak pemberontak," tutur Syafiq seraya menekankan betapa eratnya hubungan keluarga mereka.
Peristiwa ini sempat membuat sang ibu terguncang hebat hingga tidak mampu beraktivitas normal seperti biasa. Sebelum keberadaan Aishah terungkap, sang ayah juga sempat mengunggah permohonan bantuan di platform Instagram demi melacak keberadaan putrinya.
Baca Juga: Pajak di Tangan yang Tepat, Warga Singapura Dapat Rp 4,2 Juta Per Bulan Imbas Harga Minyak Naik
"Sebagai seorang ayah, saya memohon bantuan Anda. Saya hanya ingin putri saya pulang dengan selamat," tulis ayah Aishah dalam unggahannya. Pesan emosional tersebut langsung menarik perhatian luas publik sebelum otoritas Kamboja berhasil menemukan lokasi Aishah.
Usai kabar baik diterima, Syafiq menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Duta Besar Kamboja Sok Khoeun, Kedutaan Besar Kamboja, serta aparat kepolisian setempat atas tindakan cepat mereka.
"Hal itu menunjukkan tekad negara tersebut dalam berjuang memberantas penipuan daring dan perdagangan manusia di seluruh Kamboja," ucap Syafiq.
Saat ini, pihak keluarga sedang berkoordinasi secara intensif dengan saluran diplomatik resmi demi membawa Aishah kembali ke Singapura.
"Kami terus meminta bantuan Kedutaan Besar Singapura di Kamboja dan lembaga penegak hukum setempat untuk membantu membawa adik kami kembali ke Singapura," pungkas Syafiq.
Kasus kepergian Aishah sempat memicu kekhawatiran besar lantaran maraknya isu keberadaan pusat operasional penipuan siber dan kejahatan daring di wilayah Kamboja. Kendati demikian, pemerintah dan kepolisian Kamboja belakangan terus meningkatkan gertakan operasi penindakan hukum untuk memberantas komplotan penipuan tersebut dari wilayah mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Gadis Bernama Aishah Siregar Tiba-tiba Hilang dan Ditemukan di Kamboja, Korban Perdagangan Orang?
-
Kenapa Sabun Mandi Tidak Boleh untuk Wajah? Ini Alasan Pentingnya
-
Ulasan A Model Family: Menimbang Moralitas di Tengah Desakan Kehidupan
-
Bicara Boleh Biasa, Perform yang Menentukan: Jago MC ala Ongky Hojanto
-
Atasi Dampak Kekeringan, BBWS Serayu Opak Pasok Air Bersih ke Sejumlah Titik Rawan di Jateng dan DIY
-
Max Havelaar! Novel Legendaris Pelajaran SMA yang Mengguncang Belanda
-
Gubernur Khofifah Beri Kado Kemerdekaan HUT ke-81 RI: Bebaskan Pajak Daerah, Ringankan Beban Warga
-
Kabinet Bayangan: Dana MBG di Pos Pendidikan Korbankan Nasib Guru dan Sekolah
-
5 Low pH Cleanser Lokal yang Aman untuk Kulit Sensitif, Cuma Rp30 Ribuan!
-
Cushion Skintific Paling Bagus yang Mana? Ini Perbedaan Kemasan Biru, Pink, Hijau, dan Gold