-
Is Pusakata secara terbuka mempertanyakan validitas survei Poltracking yang menyebut 71% publik puas dengan kinerja Gibran.
-
Ia menyoroti bahwa banyak warga merasa tak pernah dilibatkan dalam survei politik semacam itu.
-
Kritiknya yang sarkastik dan reflektif memicu gelombang dukungan serta perdebatan publik tentang transparansi dan kejujuran survei politik di Indonesia.
Tak butuh waktu lama, kolom komentar unggahan Is dibanjiri oleh respons warganet yang merasa terwakili.
Banyak yang menyuarakan sentimen serupa, merasa tidak pernah dilibatkan dalam survei politik manapun.
"Postingan Ini ciri ciri manusia NPD, konsep bapaknya banget. Sampe hafal aroma postingannya," tulis seorang warganet, mengaitkan narasi tersebut dengan isu psikologis dan politik keluarga.
"Semoga rakyat indonesia masuk surga jalur orang yg terdzolimi oleh pemerintahnya sendiri," timpal komentar lain, menunjukkan rasa frustrasi yang mendalam.
Kritik yang dilontarkan Is Pusakata ini menjadi bukti bahwa di era digital, suara publik tidak lagi bisa dibungkam oleh angka-angka statistik.
Keresahannya membuka ruang diskusi penting tentang transparansi metodologi survei dan hak publik untuk mendapatkan representasi yang jujur dalam panggung politik Indonesia.
Berita Terkait
-
Wapres Gibran Undi Doorprize di Acara Mancing, Ray Rangkuti Ketawa Ngakak: Aku Gak Bisa Lagi Ngomong
-
Melejit di Puncak Survei Cawapres, Menkeu Purbaya: Saya Nggak Tertarik Politik
-
Heboh Undi Doorprize di Acara Mancing Gratis, Tupoksi Gibran Disorot: Wapres Rasa Lurah
-
Gibran Hadiri Acara Mancing Gratis di Bekasi, Netizen Heboh: Akhirnya Ketemu Jobdesk yang Pas!
-
Gibran Minta Ponpes Cetak Santri jadi Ahli AI hingga Robotik: Kita Harus Berani Lakukan Lompatan
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan