- Gibran lagi-lagi menjadi sorotan karena aksi blusukannya
- Kali ini, Gibran disorot setelah menghadiri acara mancing gratis di Bekasi
- Setelah viral, Gibran pun diolok-olok netizen.
Suara.com - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka lagi-lagi menjadi sorotan publik. Hal ini setelah cuplikan video amatir yang menampilkan Gibran menghadiri acara mancing gratis di kawasan Bekasi, Jawa Barat beredar dan viral di media sosial.
Dilihat dalam video yang turut dibagikan akun X @ARSIPAJA pada Senin (27/10), Gibran yang mengenakan topi dan kemeja kotak-kotak dengan paduan warna hitam dan merah itu terlihat berada di atas panggung. Sang Wapres pun tampak ikut mengumumkan nama warga yang menang undian.
"Atas nama Solihin, nomornya 74. Solihin, Pak Solihin," ujar Gibran.
Tak beberapa lama, warga yang namanya dipanggil oleh Wapres Gibran langsung naik ke atas panggung untuk penyerahan hadiah alias doorprize. Gibran pun terlihat berbicara dengan salah satu pria diduga panitia acara mancing gratis itu.
Sontak video Gibran saat menghadiri dan ikut mengocok undian doorprize di acara mancing itu menjadi sorotan netizen dengan beragam komentar. Namun, kebanyakan netizen justru mempertanyakan tupoksi (tugas, pokok, fungsi) Gibran sebagai wapres. Bahkan, ada yang meminta bantuan akun Grok, asisten AI yang terintegrasi dengan platform X untuk menjelaskan tugas-tugas jabatan wapres.
"Jobdesk wapres apa aja @grok," tulis salah satu netizen.
"Kerja Pak jan keluyuran aja!," timpal yang lain sembari membagikan tangkapan layar berisi tugas wakil presiden dari laman resmi wapresri.go.id.
Saking geramnya, banyak yang memberikan komentar nyinyir atas video Gibran yang menjadi pengundi acara mancing gratis itu. Bahkan, ada yang menghubung-hubungan tugas rukun tetangga, lurah hingga ketua karang taruna terkait video Gibran yang kini viral tersebut.
"Rasa lurah," celetuk yang lain meledek.
Baca Juga: Sebut Kereta Whoosh buat Investasi Sosial, Profesor Ini Sindir Jokowi: Makanya Kuliah yang Benar
"Sekelas wapres bisa nya cuma bacain undian , ya Allah itu sama kelasnya ketua RT dan****," murka netizen yang lain.
"(seolah) wapres rasa ketua karang taruna," cibir yang lainnya.
Tag
Berita Terkait
-
Sebut Kereta Whoosh buat Investasi Sosial, Profesor Ini Sindir Jokowi: Makanya Kuliah yang Benar
-
Heboh Rocky Gerung Plesetkan Lirik "Anak Sekecil itu Disuruh jadi Wapres", Iwan Fals Panik: Cukup!
-
Geram Mobil Patwal Parkir di Jalur Disabilitas, Seruan Joko Anwar: Ayo Normalisasi Tegur Seperti Ini
-
Viral Diusir Gegara Parkir di Jalur Disabilitas, Polisi Patwal Kena Semprot: Bapak Bisa Jalan Kan?
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Andrie Yunus Disiram Air Keras, Menko Yusril: Pola Serangan Terencana dan Terorganisir
-
Serangan Brutal AS-Israel Sengaja Targetkan Anak-anak, Kemenkes Iran Rilis Data Mengerikan
-
Pakar UGM Kritik Serangan AS ke Iran: Ada Standar Ganda Soal Nuklir Israel
-
Solidaritas Tanpa Batas: Warga Iran Tetap Bela Palestina di Tengah Gempuran Rudal AS-Israel
-
GMNI Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Prabowo dan Kapolri Bertindak
-
TMP Bakal Dikelola Kemenhan, Gus Ipul Sebut Kemensos Tak Punya Kapasitas Cukup
-
Isu Sanksi AS Usai Indonesia Borong Rudal BrahMos Rp 5,9 Triliun, Pakar Buka Suara
-
Menteri HAM Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS, Minta Polisi Usut Tuntas
-
Cegah Defisit Dampak Perang, Prabowo Lirik Jurus Pakistan: Pangkas Gaji Pejabat hingga WFH
-
Skenario Perang Nuklir Israel-Iran, Pakar: Opsi Terakhir yang Risikonya Terlalu Besar