Dia menyatakan bahwa keputusan tersebut mengikuti titah PB XIII yang menunjuknya sebagai Putra Mahkota sejak 2022.
Deklarasi mendadak ini disebut dilakukan demi mencegah kekosongan pemerintahan Keraton Surakarta.
Tindakan tersebut sekaligus memicu respon keras dari kubu kerabat yang mendukung putra tertua.
12 November 2025: Undangan Jumenengan Versi Purbaya Beredar
Panitia pendukung Purbaya menyebarkan undangan resmi untuk Jumenengan Dalem PB XIV versi mereka.
Dalam undangan tersebut, prosesi penobatan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 15 November 2025.
Peredaran undangan ini mempertegas bahwa Purbaya serius mengamankan posisinya di takhta keraton.
Di saat bersamaan kubu Hangabehi mempersiapkan langkah tandingan untuk mengukuhkan legitimasi mereka.
13 November 2025: KGPH Hangabehi Dinobatkan oleh Lembaga Dewan Adat
Baca Juga: Putra PB XIII Tiba-Tiba Dinobatkan Jadi PB XIV, Rapat Keraton Solo Berubah Ricuh
Lembaga Dewan Adat (LDA) yang dipimpin Gusti Moeng menobatkan KGPH Hangabehi sebagai Pakubuwono XIV.
Penetapan ini didasarkan pada paugeran adat yang mengutamakan putra laki-laki tertua sebagai calon raja.
Penobatan yang digelar mendadak ini memicu keributan dan penolakan dari kelompok kerabat lain.
Kubu Purbaya menilai langkah tersebut tidak sah dan bertentangan dengan keputusan almarhum PB XIII.
15 November 2025: Jumenengan Purbaya Tetap Digelar
Meski menghadapi penolakan dari kubu Hangabehi dan sebagian kerabat, prosesi Jumenengan Purbaya tetap dilaksanakan.
Purbaya yang juga bergelar KGPAA Hamengkunegoro resmi dinobatkan sebagai Pakubuwono XIV oleh pendukungnya.
Acara berlangsung di tengah sorotan publik dan penjagaan yang cukup ketat dari aparat keamanan.
Dualisme kepemimpinan pun resmi mengemuka dan menyisakan ketidakpastian masa depan Keraton Solo.
Dua Kandidat Utama Perebutan Takhta PB XIV
KGPAA Hamengkunegoro atau Gusti Purbaya mengklaim takhta berdasarkan pengangkatan resmi sebagai Putra Mahkota.
Dia merupakan putra bungsu PB XIII dari permaisuri dan dianggap sebagai pewaris sah menurut tradisi permaisuri.
Sebaliknya KGPH Hangabehi menegaskan diri sebagai penerus berdasarkan paugeran adat yang mengutamakan putra tertua.
Hangabehi didukung LDA serta sejumlah kerabat yang menilai proses pengangkatannya lebih sesuai ketentuan adat.
Pertentangan kedua kubu berpusat pada perbedaan interpretasi paugeran dan legitimasi suksesi raja.
Kubu Purbaya menekankan pentingnya penunjukan formal sebagaimana titah PB XIII pada 2022.
Sementara kubu Hangabehi berpegang pada adat turun-temurun yang mendahulukan putra laki-laki tertua raja.
Perbedaan tersebut membuat proses penentuan PB XIV tidak menemukan titik temu hingga saat ini.
Masa depan Keraton Solo kini menunggu titik damai yang dapat memulihkan wibawa dan harmoni adat Jawa.
Kontributor : Chusnul Chotimah
Berita Terkait
-
Putra PB XIII Tiba-Tiba Dinobatkan Jadi PB XIV, Rapat Keraton Solo Berubah Ricuh
-
Lautan Masyarakat Iringi Pemakaman Raja Pakubuwono XIII
-
Terpopuler: Jalan Terjal Calon Raja Keraton Solo Gusti Purbaya hingga Zodiak Paling Hoki
-
Peristirahatan Terakhir Paku Buwono XIII: Prosesi Pemakaman Berlangsung Hikmat
-
Profil dan Pendidikan Gusti Purbaya, Kukuhkan Diri sebagai Raja Baru Keraton Solo di Usia 22 Tahun
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Serahkan Uang ke Polisi, Awkarin Tegaskan Ada di Pihak Korban Hanania Travel
-
Saemen Fest 2026: Festival Musik Lintas Genre Siap Guncang Jogja pada 19 Juli 2026
-
Venom: Let There Be Carnage,saat Tom Hardy Bertemu Lawan Seimbang
-
Berawal dari Keterbatasan, Wiraswasta Asal Situbondo Ini Sukses Jadi Bintang eFootball Nasional
-
Guns N' Roses Kembali ke Jakarta! Ini Jadwal dan Daftar Harga Tiket Konser Termegah 2026
-
Mufli Ananda Umur Berapa? Asisten Raffi Ahmad yang Disorot usai Jadi Komisaris
-
Bangkit dari Persahabatan SMA, This is EQUAL Resmi Debut Lewat EP Kirei
-
Bebizie Pamer Jabatan Baru, Tapi Visi-Misinya Cuma Sebatas Makeup dan Hairdo!
-
Venom: Ketika Tom Hardy Berbagi Tubuh dengan Parasit Luar Angkasa, Malam Ini di Trans TV
-
Kisah Anas Fikry dan Risky Adelia Membangun Konten Berbasis Kejujuran dan Aksi Sosial