- USEA Global adalah sebuah platform musik berlisensi yang telah diterapkan di sejumlah pusat perbelanjaan dan restoran di Indonesia.
- Semua lagu yang diputar di mall, pusat berbelanjaan dan restora di Indonesia akan tercatat tanpa ada yang terlawat.
- Para musisi juga bisa meng-update catatan penggunaan lagunya selama 24 jam secara transparan.
- Namun sayangnya, platform ini tidak bisa menyentuh atau menagih royalti untuk lagu-lagu populer yang haknya sudah dipegang oleh entitas lain.
Persoalan lain yang kerap menjadi keluhan musisi adalah nominal royalti yang diterima terkadang sangat kecil, bahkan nol.
Jerry Chen menjelaskan fenomena ini bisa terjadi karena adanya faktor musiman dalam pemutaran lagu.
Sebuah lagu religi misalnya, akan sering diputar saat Ramadan.
Namun jarang terdengar di bulan-bulan lainnya, sehingga memengaruhi pendapatan sang musisi pada kuartal tersebut.
"Seperti saat Natal, Anda tidak akan mendapatkan pembayaran di April, kan? Jadi akan sangat lucu saat Ramadan lalu Anda mendapat pembayaran pada bulan November, siapa yang memutar lagu-lagu Ramadan saat itu? Jadi, ada juga musimnya," imbuh Jerry.
Untuk menjamin hak para musisi, transparansi dalam pembayaran menjadi prioritas. Jerry Chen memastikan, para musisi yang karyanya digunakan menerima pembayaran royalti secara berkala.
Sistem ini memberikan kepastian dan kejelasan alur dana yang menjadi hak mereka.
"Saya akan mengatakannya dengan sangat terbuka, setiap kuartal, setiap kuartal kalender, setiap tiga bulan, anda bisa dibayar," ucapnya.
Pada akhirnya, dari sudut pandang pebisnis, pembayaran royalti bukan hanya sekadar kewajiban untuk mendapatkan selembar lisensi.
Baca Juga: Prinsip 26 Tahun Rocket Rockers Tampil Organik: Sequencer Cuma Buat Kaum Lemah!
Jerry Chen menyoroti, para pengusaha lebih membutuhkan solusi musik yang dapat meningkatkan penjualan.
Mereka melihat musik sebagai investasi untuk memengaruhi psikologi pembeli, bukan sekadar biaya.
"Mereka menginginkan solusi seperti, 'bisakah Anda meningkatkan pendapatan saya dengan memberikan sulih suara atau jenis musik yang berbeda pada waktu yang berbeda dalam sehari?" ucap Jerry Chen.
"Bisakah saya menggunakan psikologi musik untuk memengaruhi perilaku membeli orang, seperti membeli secangkir kopi tambahan?' Secangkir kopi tambahan itu bisa sangat berarti bagi sebuah bisnis jika Anda mengalikannya dengan jumlah kali," tuturnya.
Berita Terkait
-
Prinsip 26 Tahun Rocket Rockers Tampil Organik: Sequencer Cuma Buat Kaum Lemah!
-
Soleh Solihun Soroti 'Jakarta Sentris', Dorong Kunto Aji Wujudkan Jambore Musisi Nasional
-
Cerita Perjalanan Karier Rossa, Sang Diva yang Minim Obsesi Tapi Kaya Inovasi
-
Once Ungkap Sejarah Kelam Royalti Musik di Indonesia, dari Amarah Musisi Dunia dan Bencana Kelaparan
-
'Jatuh Hati' Jadi Titik Balik Kariernya, Raisa Kini Percaya Diri Menulis Lagu
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Virgoun di Big Bang Festival: Cerita Last Child Nyaris Bubar, Siap Sambut 2 Dekade
-
5 Fakta Menarik Stranger Things: Tales from '85, Spin-off Versi Animasi di Netflix
-
Sinopsis Drakor Honour, Ajang Comeback Lee Na Young yang Angkat Kisah 3 Pengacara Perempuan Tangguh
-
Galang Dana buat Bencana Sumatra, Big Bang Festival Kumpulkan Rp22 Juta
-
Fairuz A Rafiq Geram Insanul Fahmi Bilang I Love You ke Inara Rusli dan Mawa
-
Stranger Things Finale: Siapa Saja Korban Tewas dan Apa yang Terjadi dengan Eleven?
-
7 Film Indonesia Terlaris yang Disutradarai Komika, Agak Laen: Menyala Pantiku! Saingi Jumbo
-
Devano Danendra Resmi Buang Nama Belakang, Ini Alasan di Balik Keputusannya
-
Viral Bareng Sal Priadi, Kasus Sitok Srengenge Ternyata Mangkrak
-
Penjelasan Ending Stranger Things 5 Finale, Jawab Misteri Paling Besar