- Film Backtrace (2018) menampilkan Sylvester Stallone, namun eksekusi dan naskah yang lemah membuatnya terlupakan.
- Alur cerita berpusat pada Donovan MacDonald yang amnesia dipaksa mengingat lokasi uang curian menggunakan serum eksperimental.
- Kritikus menyoroti plot yang mudah ditebak, ketegangan rendah, serta peran terbatas dari aktor utama Stallone.
Suara.com - Trans TV Jumat (21/11/2025) malam ini pukul 23.00 WIB kembali menayangkan film thriller berjudul Backtrace.
Dibintangi aktor laga kenamaan Sylvester Stallone, sayangnya film ini dianggap gagal di box office.
Bagaimana keseruan film yang dirilis 2018 ini? Berikut kami sajikan sinopsis Backtrace yang disutradarai Brian A. Miller.
Di tengah lautan film direct-to-video yang sering kali terlupakan, Backtrace (2018) muncul dengan premis menarik dan jajaran aktor yang menjanjikan.
Film yang dirilis pada 2018 ini dibintangi oleh ikon laga Sylvester Stallone dan aktor veteran Matthew Modine.
Namun, film crime thriller besutan sutradara Brian A. Miller ini menjadi contoh klasik bagaimana nama besar saja tidak cukup untuk menopang sebuah naskah yang lemah dan eksekusi yang kurang bersemangat.
Hasilnya adalah sebuah film yang sayangnya lebih banyak dilupakan daripada dikenang.
Sinopsis: Menggali Ingatan demi Uang Curian
Kisah Backtrace dimulai dengan sebuah perampokan bank yang berakhir kacau.
Baca Juga: Dua Kali Sabet Piala Citra, Ringgo Agus Rahman Bicara Honor Akting
Dari seluruh kru perampok, hanya Donovan MacDonald (Matthew Modine) yang selamat, namun ia menderita cedera otak parah yang menyebabkannya mengalami amnesia retrograde.
Tujuh tahun kemudian, MacDonald mendekam di bangsal psikiatri penjara, tanpa ingatan sedikit pun tentang kejahatannya atau, yang lebih penting, lokasi uang jutaan dolar yang hilang.
Harapan muncul ketika seorang narapidana bernama Lucas (Ryan Guzman) dan seorang dokter (Meadow Williams) membebaskannya dari penjara.
Mereka menyuntiknya dengan serum eksperimental berbahaya yang memaksa MacDonald untuk menghidupkan kembali fragmen-fragmen masa lalunya yang terlupakan.
Di sisi lain, Detektif Sykes (Sylvester Stallone), yang telah terobsesi dengan kasus ini selama bertahun-tahun, bersama seorang agen FBI (Christopher McDonald), berusaha melacak MacDonald sebelum ia menemukan uangnya.
Eksekusi yang Gagal Memikat
Meskipun premisnya terdengar seperti film thriller yang menegangkan, Backtrace gagal membangun ketegangan yang diperlukan.
Banyak kritikus dari luar negeri menyoroti plotnya yang dapat ditebak dan alurnya yang lambat
Film ini dibuka dengan adegan baku tembak yang cukup menjanjikan, namun setelah itu, tensi menurun drastis dan lebih banyak diisi oleh drama yang kurang menggigit.
Penggunaan efek visual yang berlebihan untuk menggambarkan kebingungan MacDonald, seperti kamera yang bergoyang-goyang dan gambar buram, justru dianggap mengganggu dan tidak efektif.
Peran Sylvester Stallone, yang menjadi daya tarik utama di poster, ternyata sangat terbatas.
Karakternya sebagai detektif tua yang letih terasa seperti tempelan dan tidak memiliki banyak kontribusi signifikan terhadap cerita.
Sebagian besar pengulas setuju bahwa Stallone tampaknya hanya hadir untuk "mengisi cek" tanpa memberikan performa yang berkesan.
Sebaliknya, Matthew Modine dipuji karena berusaha memberikan penampilan yang simpatik dan bersemangat, meskipun dengan materi yang terbatas.
Sebuah Film yang Cepat Terlupakan
Pada akhirnya, Backtrace adalah sebuah film thriller medioker yang terasa seperti produk era 90-an yang dirilis terlambat.
Dengan naskah yang kurang polesan, dialog yang klise, dan misteri yang mudah terpecahkan, film ini tidak memberikan pengalaman menonton yang memuaskan.
Meskipun berdurasi singkat, sekitar 90 menit, film ini terasa berlarut-larut karena kurangnya aksi.
Hasilnya adalah sebuah film yang sayangnya lebih banyak dilupakan daripada dikenang.
Berita Terkait
-
Dua Kali Sabet Piala Citra, Ringgo Agus Rahman Bicara Honor Akting
-
Raih Piala Citra, Sheila Dara Dapat Ucapan Selamat Ugal-ugalan dari Mertua
-
Dapat 'Ilham dari Langit', Fedi Nuril Kembali Pakai Celak Mata di FFI 2025
-
Kemenangan Lagu Barasuara di FFI 2025 Tuai Kontroversi, Dinilai Bukan Original Soundtrack Film
-
Baim Wong Raih Penghargaan LEPRID atas Dedikasi di Dunia Perfilman
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Sudah Go Public, Hubungan Davina Karamoy dan Ardhito Pramono Santer Diduga Pengalihan Isu
-
Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
-
Pamer Foto Mesra Bareng Lindi Fitriyana, Virgoun Bereaksi Usai Undangan Nikah Bocor
-
Ayah Nizam Syafei Akui Lakukan KDRT, Kini Bongkar 'Kebusukan' Mantan Istrinya
-
Suami Dwi Sasetyaningtyas Diprediksi Habiskan Uang LPDP Hampir Rp6 Miliar!
-
DMS+ Rayakan Ulang Tahun Lewat "Ruang Tamu", Siap Luncurkan Film Hingga Konten Horor di TikTok
-
Deretan Film Horor yang Akan Diparodikan di Scary Movie 6, Ada Nominasi Oscar
-
Puasa Belum Genap Seminggu, King Nassar Sudah Siapkan THR hingga Baju Lebaran
-
Lagi Asyik Jalan-Jalan di Grand Indonesia, Lisa BLACKPINK Nyaris 'Nyusruk'
-
Sempat Berniat Laporkan Mawa ke Komnas Anak, Insanul Fahmi Kini Diizinkan Temui Buah Hati