Entertainment / Film
Jum'at, 21 November 2025 | 19:30 WIB
Film Backtrace yang dibintangi Sylvester Stallone dan Matthew Modine akan tayang Jumat (21/11/2025) malam ini pukul 23.00 WIB di Trans TV. [YouTube]
Baca 10 detik
  • Film Backtrace (2018) menampilkan Sylvester Stallone, namun eksekusi dan naskah yang lemah membuatnya terlupakan.
  • Alur cerita berpusat pada Donovan MacDonald yang amnesia dipaksa mengingat lokasi uang curian menggunakan serum eksperimental.
  • Kritikus menyoroti plot yang mudah ditebak, ketegangan rendah, serta peran terbatas dari aktor utama Stallone.

 

Suara.com - Trans TV Jumat (21/11/2025) malam ini pukul 23.00 WIB kembali menayangkan film thriller berjudul Backtrace.

Dibintangi aktor laga kenamaan Sylvester Stallone, sayangnya film ini dianggap gagal di box office.

Bagaimana keseruan film yang dirilis 2018 ini? Berikut kami sajikan sinopsis Backtrace yang disutradarai Brian A. Miller.

Di tengah lautan film direct-to-video yang sering kali terlupakan, Backtrace (2018) muncul dengan premis menarik dan jajaran aktor yang menjanjikan.

Film yang dirilis pada 2018 ini dibintangi oleh ikon laga Sylvester Stallone dan aktor veteran Matthew Modine.

Film Backtrace yang dibintangi Sylvester Stallone dan Matthew Modine akan tayang Jumat (21/11/2025) malam ini pukul 23.00 WIB di Trans TV. [YouTube]

Namun, film crime thriller besutan sutradara Brian A. Miller ini menjadi contoh klasik bagaimana nama besar saja tidak cukup untuk menopang sebuah naskah yang lemah dan eksekusi yang kurang bersemangat.

Hasilnya adalah sebuah film yang sayangnya lebih banyak dilupakan daripada dikenang.

Sinopsis: Menggali Ingatan demi Uang Curian

Kisah Backtrace dimulai dengan sebuah perampokan bank yang berakhir kacau.

Baca Juga: Dua Kali Sabet Piala Citra, Ringgo Agus Rahman Bicara Honor Akting

Dari seluruh kru perampok, hanya Donovan MacDonald (Matthew Modine) yang selamat, namun ia menderita cedera otak parah yang menyebabkannya mengalami amnesia retrograde.

Tujuh tahun kemudian, MacDonald mendekam di bangsal psikiatri penjara, tanpa ingatan sedikit pun tentang kejahatannya atau, yang lebih penting, lokasi uang jutaan dolar yang hilang.

Film Backtrace yang dibintangi Sylvester Stallone dan Matthew Modine akan tayang Jumat (21/11/2025) malam ini pukul 23.00 WIB di Trans TV. [YouTube]

Harapan muncul ketika seorang narapidana bernama Lucas (Ryan Guzman) dan seorang dokter (Meadow Williams) membebaskannya dari penjara.

Mereka menyuntiknya dengan serum eksperimental berbahaya yang memaksa MacDonald untuk menghidupkan kembali fragmen-fragmen masa lalunya yang terlupakan.

Di sisi lain, Detektif Sykes (Sylvester Stallone), yang telah terobsesi dengan kasus ini selama bertahun-tahun, bersama seorang agen FBI (Christopher McDonald), berusaha melacak MacDonald sebelum ia menemukan uangnya.

Eksekusi yang Gagal Memikat

Meskipun premisnya terdengar seperti film thriller yang menegangkan, Backtrace gagal membangun ketegangan yang diperlukan.

Banyak kritikus dari luar negeri menyoroti plotnya yang dapat ditebak dan alurnya yang lambat

Film ini dibuka dengan adegan baku tembak yang cukup menjanjikan, namun setelah itu, tensi menurun drastis dan lebih banyak diisi oleh drama yang kurang menggigit.

Penggunaan efek visual yang berlebihan untuk menggambarkan kebingungan MacDonald, seperti kamera yang bergoyang-goyang dan gambar buram, justru dianggap mengganggu dan tidak efektif.

Peran Sylvester Stallone, yang menjadi daya tarik utama di poster, ternyata sangat terbatas.

Karakternya sebagai detektif tua yang letih terasa seperti tempelan dan tidak memiliki banyak kontribusi signifikan terhadap cerita.

Sebagian besar pengulas setuju bahwa Stallone tampaknya hanya hadir untuk "mengisi cek" tanpa memberikan performa yang berkesan.

Sebaliknya, Matthew Modine dipuji karena berusaha memberikan penampilan yang simpatik dan bersemangat, meskipun dengan materi yang terbatas.

Sebuah Film yang Cepat Terlupakan

Pada akhirnya, Backtrace adalah sebuah film thriller medioker yang terasa seperti produk era 90-an yang dirilis terlambat.

Dengan naskah yang kurang polesan, dialog yang klise, dan misteri yang mudah terpecahkan, film ini tidak memberikan pengalaman menonton yang memuaskan.

Meskipun berdurasi singkat, sekitar 90 menit, film ini terasa berlarut-larut karena kurangnya aksi.

Hasilnya adalah sebuah film yang sayangnya lebih banyak dilupakan daripada dikenang.

Load More