- Kristo Immanuel memulai debut pengisi suara robot bernama Yoman dalam film animasi Pelangi di Mars.
- Kristo berharap karakter Yoman menjadi idola baru anak-anak dan memperkaya keberagaman genre film lokal di momen Lebaran.
- Sambil bercanda, Kristo menunjukkan antusiasme tinggi dengan mendoakan filmnya sukses dan meraih 200 juta penonton.
Suara.com - Kristo Immanuel kembali hadir ke layar lebar. Ia terlibat dalam film animasi Pelangi di Mars yang tayang Lebaran nanti.
Dalam film ini, Kristo Immanuel mendapatkan peran unik. Ia menjadi pengisi suara robot bernama Yoman.
"Ini pertama kali aku mendapatkan karakter yang adalah sebuah robot di Mars," ungkap Kristo Immanuel ditemui di SCBD, Jakarta Selatan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Ia memiliki harapan besar agar sosok robot Yoman bisa diterima dan dicintai masyarakat. Kristo Immanuel ingin karakter ini menjadi idola baru bagi para penonton usia dini.
"Aku nggak sabar banget karakter Yoman ini menjadi familiar untuk anak-anak di Indonesia gitu," imbuh sang aktor penuh semangat.
Pada masa Lebaran nanti, film ini akan bersaing dengan banyak genre horor di bioskop. Judul-judul populer seperti Suzzanna hingga Danur siap menghiasi layar perak.
Belum lagi, film anak-anak keluarga seperti Na Willa juga akan hadir di momen Lebaran.
"Melihat film Lebaran memiliki keberagaman yang sangat banyak ini bikin optimislah sama film-film Indonesia," tegas Kristo Immanuel.
Kristo Immanuel berharap agar khasanah film anak di Indonesia semakin kaya di masa depan. Ia membayangkan adanya sekuel atau cerita turunan lainnya yang lebih menarik lagi.
Baca Juga: Lebaran 2026 Makin Spektakuler! Pelangi di Mars Siap Bawa Anak Indonesia Menjelajah Planet Merah
"Semoga ini nggak berhenti di Lebaran ini, tapi di tahun-tahun berikutnya," harap pria yang juga piawai melakukan impersonasi suara ini.
Sebagai penutup, Kristo melontarkan harapannya agar film terbarunya bisa meledak di pasaran. "Sukses dong! 200 juta penonton!" pungkasnya seraya tertawa lebar mengakhiri pembicaraan.
Berita Terkait
-
Memahami Nasionalisme dalam Film Garuda di Dadaku
-
Dukungan Pemerintah untuk Ekosistem Film Sci-Fi: Menekraf Apresiasi Pelangi di Mars
-
Anak Indonesia Sampai Mars, 3 Alasan Kenapa Harus Bawa Anak-Anak Nonton Pelangi di Mars di Bioskop
-
3 Alasan Pelangi di Mars Panen Kritik, Penggunaan AI hingga Dialog Usang Jadi Sorotan
-
Dari Surabaya ke Makassar, Cast Pelangi di Mars Sapa Langsung Penonton dengan Hangat
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Bawa Pesan Persahabatan Abadi, Trio Cilik Sparkle Rilis Lagu 'Sampai Kita Besar Nanti'
-
Akhiri Vakum 10 Tahun, Marsha Aruan Kembali Main Sinetron Lewat Terlanjur Mencintaimu
-
Pesta Timuran Jaksel Suguhkan Kemeriahan Budaya Indonesia Timur dengan Lagu Viral dan Joget Maumere
-
Rayakan 40 Tahun Kahitna, Promotor Siapkan Konsep Konser Termegah
-
Menikmati Prambanan Jazz 2026, dari Musik hingga Berburu Spot Seru
-
Kim Myungsoo Tutup Fancon Jakarta dengan Pujian: Indonesia So Far Ranking Satu
-
Dari Kreator Konten ke Pebisnis, Begini Perjalanan Karier Acil Bintangnya Parfum
-
Intip Momen Sakral Pernikahan Tertutup Aamir Khan dan Gauri Spratt di Mumbai
-
Sukses Gandeng Saipul Jamil dan Aldi Taher, Neng Dessy Kini Fokus Cetak Talenta Baru
-
Bukan Lagu Cinta Biasa, Adnan Ndy Rilis 'Akhirku' untuk Melawan Kelamnya Narkoba