- Balon bentuk robot setinggi 10 meter dipasang di SCBD Jakarta untuk menyapa warga dan membangun ikatan emosional dengan film Pelangi di Mars.
- Film ini berlatar tahun 2100, mengisahkan perjuangan bocah pertama yang lahir di Mars dalam mengatasi krisis air di Bumi.
- Dibintangi oleh Rio Dewanto dan Lutesha, film bertema masa depan ini dijadwalkan rilis pada Lebaran 2026.
Suara.com - Memasuki hari pertama bulan suci Ramadan, pemandangan unik menghiasi salah satu pusat bisnis tersibuk di Jakarta Selatan, SCBD. Sebuah balon berbentuk robot setinggi 10 meter nampak berdiri dengan megahnya.
Balon tersebut merupakan bagian dari film Pelangi di Mars. Kehadirannya untuk memberikan kejutan visual bagi warga ibu kota.
Dendi Reynando, produser film Pelangi di Mars ini menjelaskan, langkah unik tersebut diambil demi menjalin ikatan emosional antara calon penonton dengan cerita filmnya.
“Kami ingin Pelangi di Mars terasa dekat dengan masyarakat sejak awal," kata Dendi Reynando di SCBD, Jakarta Selatan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Pihak rumah produksi sengaja memilih area terbuka agar pesan dan semangat yang dibawa film tersebut bisa tersampaikan secara langsung.
"Karena itu kami memilih hadir langsung di ruang publik, supaya orang bisa melihat dan merasakan semangat film ini sebelum tayang di bioskop,” ujarnya.
Film Pelangi di Mars mengusung latar waktu tahun 2100, di mana penduduk Bumi sedang berjuang menghadapi krisis air yang sangat pelik.
Tokoh utamanya adalah Pelangi, bocah pertama yang lahir di Mars. Ia berkelana untuk mencari mineral langka demi menyelamatkan dunia.
Bersama robot-robot unik, Pelangi harus beradu kecerdikan dengan korporasi raksasa Nerotek. Ia berniat menguasai segala sumber daya yang ada.
Baca Juga: Lebaran 2026 Makin Spektakuler! Pelangi di Mars Siap Bawa Anak Indonesia Menjelajah Planet Merah
Film yang bertabur bintang seperti Rio Dewanto dan Lutesha ini dijadwalkan tayang pada Lebaran 2026.
Berita Terkait
-
Jakarta Core: Ketika Anak Muda Belajar Jatuh Cinta pada Kotanya Sendiri
-
Dukungan Pemerintah untuk Ekosistem Film Sci-Fi: Menekraf Apresiasi Pelangi di Mars
-
Anak Indonesia Sampai Mars, 3 Alasan Kenapa Harus Bawa Anak-Anak Nonton Pelangi di Mars di Bioskop
-
3 Alasan Pelangi di Mars Panen Kritik, Penggunaan AI hingga Dialog Usang Jadi Sorotan
-
Dari Surabaya ke Makassar, Cast Pelangi di Mars Sapa Langsung Penonton dengan Hangat
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Bawa Pesan Persahabatan Abadi, Trio Cilik Sparkle Rilis Lagu 'Sampai Kita Besar Nanti'
-
Akhiri Vakum 10 Tahun, Marsha Aruan Kembali Main Sinetron Lewat Terlanjur Mencintaimu
-
Pesta Timuran Jaksel Suguhkan Kemeriahan Budaya Indonesia Timur dengan Lagu Viral dan Joget Maumere
-
Rayakan 40 Tahun Kahitna, Promotor Siapkan Konsep Konser Termegah
-
Menikmati Prambanan Jazz 2026, dari Musik hingga Berburu Spot Seru
-
Kim Myungsoo Tutup Fancon Jakarta dengan Pujian: Indonesia So Far Ranking Satu
-
Dari Kreator Konten ke Pebisnis, Begini Perjalanan Karier Acil Bintangnya Parfum
-
Intip Momen Sakral Pernikahan Tertutup Aamir Khan dan Gauri Spratt di Mumbai
-
Sukses Gandeng Saipul Jamil dan Aldi Taher, Neng Dessy Kini Fokus Cetak Talenta Baru
-
Bukan Lagu Cinta Biasa, Adnan Ndy Rilis 'Akhirku' untuk Melawan Kelamnya Narkoba