Suara.com - Grup musik Pasto yang digawangi oleh Rayen Pono dan Meltho Sinyal resmi dilarang membawakan lagu-lagu milik mendiang Glenn Fredly.
Kabar tersebut disampaikan oleh Rayen Pono melalui media sosialnya baru-baru ini.
Vokalis yang sempat berseteru dengan Ahmad Dhani itu mengatakan bahwa beberapa waktu lalu manajemen Pasto mendapatkan sebuah surat pemberitahuan dari PT Mahakarya Bagus Indonesia atas keberatan penggunaan karya Glenn Fredly.
Surat pemberitahuan tersebut menyampaikan bahwa manajemen Pasto mengabaikan hak moral pencipta lagu.
Disampaikan juga bahwa pemilihan lagu dalam pertunjukkan yang dibawakan Pasto sudah tersusun dalam set list lagu yang akan dibawakan, bukan permintaan spontan audiens maupun pihak penyelenggara.
Di mana hal tersebut dinilai sebagai sesuatu yang disengaja dan tidak ada izin yang seharusnya bisa dilakukan sebelum pertunjukan.
PT Mahakarya Bagus Indonesia sebelumnya juga sudah memperingati terkait hal tersebut, namun manajemen Pasto mengabaikan peringatan itu.
Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut, PT Mahakarya Bagus Indonesia secara resmi menyampaikan bahwa Pasto tidak diperkenankan lagi membawakan lagu-lagu Glenn Fredly dalam pertunjukan apapun.
“Dengan ini kami menyampaikan penegasan bahwa PASTO tidak diperkenankan untuk membawakan lagu-lagu Glenn Fredly dalam bentuk pertunjukan apa pun. Larangan ini berlaku sepenuhnya dan wajib dipatuhi sebagai wujud penghormatan terhadap hak moral Pencipta,” bunyi pengumuman tersebut yang diunggah Rayen Pono, Rabu (25/2/2026).
Baca Juga: Ajari Gewa Doa Makan Secara Islam, Agama Mutia Ayu Digunjing Lagi
Menanggapi hal tersebut, Rayen Pono yang merupakan vokalis Pasto menjelaskan alasan manajemen tidak meminta izin saat membawakan lagu karya Glen Freddly.
Menurutnya, Indonesia sudah memiliki mekanisme kolektif melalui LMK/LMKN, di mana royalti dibayarkan oleh penyelenggara lalu didistribusikan kepada para pencipta.
Sehingga pencipta lagu tetap mendapatkan royalti tanpa melalui direct licensing satu per satu.
“Artinya, penghormatan terhadap pencipta tetap berjalan melalui sistem yang memang dibangun untuk itu, bukan melalui direct licensing satu per satu,” tulis Rayen Pono.
Selain itu menurutnya, alasan Pasto membawakan lagu milik Glenn Fredly adalah sebagai bentuk tribute atau penghormatan dikarenakan pelantun Januari itu merupakan produser pertama Pasto.
Sebagai penutup, Rayen meminta agar hak setiap musisi jangan sampai bergeser agar tidak menghambat ekosistem pertunjukan publik.
“Karena itu penting kita jaga bersama, bahwa hak moral jangan sampai bergeser menjadi ruang yang diskriminatif, jadi ada spirit like and dislike terhadap siapa yang membawakan karya, dan tidak menghambat ekosistem pertunjukan publik yang sudah berjalan secara kolektif,” tutup Rayen dalam unggahannya.
Kontributor : Rizka Utami
Berita Terkait
-
Penyidik Masih Tunggu Izin Presiden untuk Periksa Ahmad Dhani, Rayen Pono: Udah Kayak Drama Korea
-
Sudah Ganti Tahun, Rayen Pono Sebut Laporannya ke Ahmad Dhani Mandek karena Izin Presiden
-
Laporannya Mandek, Rayen Pono Kecewa Polisi Seolah Takut Panggil Ahmad Dhani
-
Bukan Lagi Menutup, Rayen Pono Sebut Pintu Damai dengan Ahmad Dhani Tidak Pernah Ada
-
Rayen Pono Nilai Ahmad Dhani Tak Punya Kemampuan Apapun Sebagai Poltisi: Nol Besar!
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
3 Dekade Menghibur, Project Pop Siap Guncang Jakarta Lewat Konser Forever Young Forever Fun
-
Promotor Ungkap Konsep Fan Meeting Win Metawin di Jakarta, Dibuat Lebih Intim dan Eksklusif
-
Padi Reborn Bawa 'Momen Sakral' Konser Dua Delapan ke Layar Lebar: Siap-Siap Merinding!
-
Gaia Music Festival 2026 Ajak Penonton Menikmati Musik di Tengah Alam Bandung
-
Sinopsis Film Anak-Anak Bambu, King Faaz Siap Beri Kejutan
-
Target 3 Juta Penonton di Film "402 Rumah Sakit Angker Korea", Simak Plot Twist Tak Terduga!
-
Givri Taj Cerita Transformasi Lewat Operasi Plastik di Vietnam, Sedot Lemak hingga Fat Grafting
-
402 Rumah Sakit Angker Korea Gelar Premiere di Korea, Dapat Sambutan Hangat dari Penonton BIFAN 2026
-
26 Started with a Yes!: Kado Ultah Terindah Eltasya Natasha, Dilamar Kekasih
-
Bukan Hantu, Ini Hal Tak Terduga yang Paling Ditakuti Pemain Selama Syuting Film Munafik