-
Mengejar Restu menampilkan proses kreatif penuh emosi, terutama bagi pasangan Dhini Aminarti dan Dimas Seto, yang memanfaatkan kedekatan pribadi untuk memperdalam karakter dalam drama keluarga ini.
-
Para pemain dan produser membangun dinamika cerita yang hangat dan autentik, dengan empat pasangan suami istri nyata yang memperkuat nuansa keluarga dalam film.
-
Film ini menjadi perjalanan emosional tentang cinta, restu, dan kekuatan perempuan, lahir dari kolaborasi erat para pemain, penulis, dan produser selama proses produksi.
Suara.com - Bahagia Pictures kembali menghadirkan karya layar lebar yang sarat makna melalui Mengejar Restu, sebuah drama keluarga yang tak hanya menyentuh hati penonton, tetapi juga memberikan pengalaman emosional mendalam bagi para kreatornya selama proses produksi.
Film yang akan tayang resmi di bioskop seluruh Indonesia pada 11 Desember 2025 ini menyuguhkan kisah tentang cinta, restu, dan keteguhan perempuan dalam menghadapi tekanan kehidupan, tema yang juga tercermin kuat di balik layar selama proses pembuatannya.
Dalam acara Press Conference dan Special Screening yang digelar di XXI Epicentrum Kuningan Jakarta, para pemain dan pembuat film membagikan pengalaman pribadi mereka tentang bagaimana kedekatan emosional mereka.
Terutama antara pasangan suami istri yang terlibat dalam film, menjadi energi penting dalam menghidupkan karakter. Kehadiran empat pasangan suami istri nyata Dhini Aminarti dan Dimas Seto, Rezky Aditya dan Citra Kirana, Arie Untung dan Fenita Jayanti, serta Hengky Tornando dan Baby Zelvia memberikan warna keaslian pada dinamika keluarga yang ditampilkan.
Bagi Dhini Aminarti, memerankan sosok Dania bukan hanya soal akting, tetapi juga perjalanan batin. Berakting satu frame dengan suaminya, Dimas Seto, membuka peluang eksplorasi emosional yang intens dan natural.
Ia menggambarkan bagaimana kedekatan mereka mempermudah proses pendalaman karakter.
“Enaknya syuting sama pasangan, kami bisa bedah skenario bareng. Aku sering nanya mas Dimas, dan mas Dimas pun memberi masukan, terutama soal ekspresi emosional. Dari situlah muncul berbagai ragam ekspresi Dania saat menangis, baik ketika ia bahagia maupun saat terluka,” ujar Dhini.
Menurutnya, bekerja bersama pasangan hidup bukan sebuah tantangan, melainkan ruang kolaborasi penuh kejujuran. “Kami bisa mengolah rasa dan emosi bersama,” tambahnya.
Proses kreatif ini juga menjadi bagian penting dari visi para produser. Novandrian, salah satu produser Bahagia Pictures, menegaskan peran penting media dan kolaborasi tim kreatif dalam menghidupkan cerita yang dekat dengan realitas masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Hubungan Diuji! Sinopsis The Drama, Film Baru Zendaya dan Robert Pattinson
Ia menilai Mengejar Restu bukan sekadar drama keluarga, tetapi gambaran hangat hubungan manusia yang penuh dinamika.
“Melalui acara ini, kami berharap para jurnalis memahami pesan, tema, dan proses kreatif di balik Mengejar Restu. Kerja sama ini diharapkan tidak hanya menghasilkan pemberitaan positif dan objektif, tetapi juga membangun hubungan jangka panjang antara media dan industri film nasional,” tuturnya.
Kedalaman emosi yang dirasakan para pemain mencerminkan tema besar film ini tentang perjuangan pasangan Dania dan Faiz menghadapi tekanan keluarga besar, serta bagaimana restu menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka.
Keteguhan Dania, dipadukan dengan dilema yang dihadapi Faiz, menciptakan kisah yang tak hanya relevan, tetapi juga menyentuh hati banyak orang. Keduanya berusaha mencari titik temu antara nilai keluarga besar dan kebahagiaan rumah tangga mereka sendiri, sebuah refleksi yang sering dialami keluarga-keluarga Indonesia.
Ditulis oleh Titien Wattimena dan diproduseri Hanief Jerry, Novandrian, serta Dimas Luqman, film ini menjadi ruang bagi para pemerannya untuk mengekspresikan sisi paling personal dari emosi manusia.
Mulai dari air mata yang lahir dari luka hingga kebahagiaan yang muncul dari cinta yang tulus, semuanya mengalir sebagai bagian dari proses panjang yang penuh dedikasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Zoe Kravitz Dampingi Harry Styles di Pembukaan Tur Dunia, Rumor Tunangan Makin Kuat
-
Sammy Simorangkir Hipnotis Senayan dalam Konser '20SSS' yang Penuh Haru
-
Demi Children of Heaven, Hanung Bramantyo Minta Manoj Punjabi Keluar dari Zona Nyaman
-
Gus Miftah: Pesantren Harus Jadi Benteng Lawan Bullying dan Kecanduan Gadget
-
Bikin Taka Melongo, Lautan Flashlight Cantik Warnai Konser One Ok Rock di Jakarta
-
Singgung Kisah Hijrah Uje, Abidzar Al Ghifari Bela Jefri Nichol yang Dicibir Tak Layak Umrah
-
Dedi Mulyadi Panen Kritik, Gelar Kirab Bak Raja di Tengah Ekonomi Tercekik
-
Cerita Mengharukan Ibu Kembar Tiga, Lahiran Secara Normal dan Viral di Medsos
-
ENHYPEN Pimpin Kemenangan Asia Star Entertainer Awards 2026 Hari Pertama, Ini Daftar Lengkapnya
-
Viral Struk Bakso di Klaten Ada Biaya AC Rp3 Ribu per Orang, Pemilik Akhirnya Minta Maaf