- Film drama keluarga fiksi ilmiah berjudul Esok Tanpa Ibu dikonfirmasi tayang serentak pada 22 Januari 2026.
- Dian Sastrowardoyo berperan ganda sebagai ibu nyata dan AI pengganti bernama Aibu yang berkembang dalam film.
- Promosi film ini inovatif dengan melibatkan interaksi langsung penonton dengan karakter Aibu melalui Instagram mulai 22 Desember 2025.
Sementara itu, Ringgo Agus Rahman yang berperan sebagai Bapak, mengaku mendapatkan "tamparan" emosional selama proses syuting.
Film ini menyadarkannya betapa sentralnya peran seorang ibu sebagai manajer perasaan dalam keluarga.
Aktor 43 tahun ini menyoroti kecanggunggan yang kerap terjadi antara ayah dan anak laki-laki, sebuah realitas yang dipotret dengan apik dalam Esok Tanpa Ibu.
"Tamparannya di film ini tuh kayak, 'Boleh enggak peran itu (Ibu) diambil sama Bapak?'. Jangan terlalu mengandalkan istri lo, lo juga dibutuhin hey!" ujar Ringgo dengan nada berapi-api, yang disambut tawa semua orang di ruangan.
Ringgo juga berbagi kekhawatirannya sebagai orang tua di dunia nyata. Meski anaknya masih berusia sembilan tahun, dia sudah merasa cemas membayangkan masa depan saat sang anak harus kuliah jauh.
Diskusi soal anak inilah yang kerap menjadi bahan obrolan intens antara dirinya dan Dian di lokasi syuting.
Suara Hati Gen Z Lewat Ali Fikry
Mewakili sudut pandang Generasi Z, Ali Fikry tampil sebagai Rama alias Cimot.
Dia menggambarkan karakternya sebagai remaja yang memendam banyak kegelisahan namun hanya bisa terbuka pada sang Ibu.
Baca Juga: Film Esok Tanpa Ibu Ajarkan Arti Kehilangan dan Pentingnya Jalin Ikatan dalam Keluarga
Kehilangan sosok ibu memaksanya menghadapi "tembok" komunikasi dengan sang Ayah.
"Bukan karena dia benci atau enggak sayang, tapi karena dia enggak tahu cara ngomongnya, enggak tahu cara berkomunikasi di tengah-tengah duka," tutur Ali.
Ali berharap karakter Cimot bisa relatable bagi remaja yang sering merasa disalahpahami oleh orang tuanya.
Isu Lingkungan dan Teknologi yang Relevan
Tak hanya soal drama keluarga, Esok Tanpa Ibu juga menyentuh isu lingkungan dan masa depan).
Penulis skenario Gina S. Noer dan Diva menjelaskan konsep preventive grief atau duka antisipatif yang menjadi landasan cerita.
Mereka membayangkan masa depan di mana keluarga harus berhadapan dengan perubahan iklim dan bencana, namun tetap berusaha bertahan demi cinta kepada anak-anak.
Karakter pendukung seperti Zila (diperankan Nurra Datau) dan Robert (diperankan Bimasena) turut memperkaya cerita.
Zila digambarkan sebagai hacker yang menciptakan Aibu, sementara Robert mewakili sisi skeptis terhadap teknologi AI.
Inovasi Promo Menggunakan AI
Sebagai film yang mengangkat tema teknologi, strategi pemasarannya pun terbilang inovatif.
Produser BASE Entertainment, Aoura L. Chandra, mengumumkan kolaborasi dengan Meta untuk menghadirkan pengalaman interaktif bagi penonton.
"Film ini adalah film pertama yang akan menggunakan AI juga dalam bentuk promo-nya. Kita semua bisa berinteraksi langsung dengan Aibu lewat Instagram @filmesoktanpaibu mulai 22 Desember 2025," tutur Aoura.
Film ini diharapkan bukan hanya menjadi tontonan yang menghibur, tetapi juga refleksi bagi keluarga Indonesia untuk kembali menghargai komunikasi tatap muka (human-to-human) di tengah gempuran teknologi.
Berita Terkait
-
Film Esok Tanpa Ibu Ajarkan Arti Kehilangan dan Pentingnya Jalin Ikatan dalam Keluarga
-
Kenapa Banyak yang Tak Suka Dian Sastrowardoyo Main di Film Laut Bercerita?
-
Dian Sastro All Out Hidupkan Sosok Kinan di Laut Bercerita, Rela Riset Mendalam dan Diskusi Intens
-
4 Fakta Menarik Film Esok Tanpa Ibu, Ketika Teknologi Digunakan untuk Menghapus Duka
-
Hari Pahlawan, 12 Aktor Pernah Berperan Jadi Pahlawan Nasional
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Kenapa Sabun Mandi Tidak Boleh untuk Wajah? Ini Alasan Pentingnya
-
Ulasan A Model Family: Menimbang Moralitas di Tengah Desakan Kehidupan
-
Bicara Boleh Biasa, Perform yang Menentukan: Jago MC ala Ongky Hojanto
-
Atasi Dampak Kekeringan, BBWS Serayu Opak Pasok Air Bersih ke Sejumlah Titik Rawan di Jateng dan DIY
-
Max Havelaar! Novel Legendaris Pelajaran SMA yang Mengguncang Belanda
-
Gubernur Khofifah Beri Kado Kemerdekaan HUT ke-81 RI: Bebaskan Pajak Daerah, Ringankan Beban Warga
-
Kabinet Bayangan: Dana MBG di Pos Pendidikan Korbankan Nasib Guru dan Sekolah
-
5 Low pH Cleanser Lokal yang Aman untuk Kulit Sensitif, Cuma Rp30 Ribuan!
-
Cushion Skintific Paling Bagus yang Mana? Ini Perbedaan Kemasan Biru, Pink, Hijau, dan Gold
-
Menemukan Ruang Sunyi dalam Selamat Menunaikan Puisi Karya Joko Pinurbo