- Bryan Domani dan Prilly Latuconsina bintangi film berjudul Patah Hati yang Kupilih produksi Sinemaku Pictures.
- Film ini mengangkat premis utama mengenai tantangan hubungan percintaan karena perbedaan keyakinan atau agama.
- Bryan Domani tertarik sebab ada kemiripan premis, namun konflik detail karakter Ben berbeda dari dirinya.
Suara.com - Bryan Domani beradu akting dengan Prilly Latuconsina dalam film Patah Hati yang Kupilih.
Dalam film besutan Sinemaku Pictures, Bryan Domani berperan sebagai Ben. Ia berpacaran dengan Alya, karakter yang diperankan Prilly Latuconsina.
Ben dan Alya menghadapi tembok penghalang berupa perbedaan keyakinan atau agama.
Inilah yang kemudian membuat konferensi pers usai pemutaran film tersebut menjadi riuh dan penuh tawa.
Hal ini bermula ketika sang produser, Umay Shahab memberikan paparan mengenai latar belakang cerita yang diangkat.
Umay Shahab menggoda Bryan Domani. Pasalnya, sang aktor diketahui tengah menjalani kisah cinta beda agama seperti karakter Ben.
"Dan di Patah Hati yang Kupilih ini kita membahas dari... (tertawa) gue jadi enggak enak ngomongnya nih," ujar Umay Shahab dalam konferensi pers di Plaza Indonesia, Kamis, 18 Desember 2025.
Umay Shahab lantas melanjutkan penjelasannya dengan menggunakan istilah gaul yang akrab di telinga anak muda untuk menggambarkan hubungan beda keyakinan.
"Kita membahas cerita dari teman-teman yang menjalani hubungan beda server lah gitu, atau beda agama gitu. Jadi...," ucap Umay Shahab sambil tertawa.
Baca Juga: Patah Hati yang Kupilih: Lebih dari Sekadar Cinta Beda Agama, tapi Betapa Pentingnya Keluarga
Mendengar sentilan dari sang produser, Bryan Domani tampak tersenyum simpul. Kakak Megan Domani ini tidak menampik adanya elemen kedekatan personal dengan naskah tersebut.
Aktor 24 tahun ini mengakui bahwa premis tentang perbedaan iman menjadi pintu masuk utama yang membuatnya tertarik bergabung dalam proyek ini.
Namun, ia sempat hening sejenak sebelum menjawab.
"Kemiripan.. Kalau kalian tahu ceritanya, tapi jujur yang buat aku akhirnya tertarik sama cerita ini karena benar, perbedaan keyakinan atau agama itu pintu utamanya," kata Bryan Domani.
Meski memiliki kesamaan garis besar soal asmara beda agama, Bryan Domani menegaskan, detail konflik lainnya sangat berbeda.
Ia merasa tidak mengalami masalah pelik seputar tekanan keluarga seperti di film.
Bryan Domani menjelaskan, aspek kultural dan ekonomi yang dialami tokoh Ben sangat asing baginya.
"Pada akhirnya kalau nonton film ini tuh banyak. Yang orangtua, kultur, ekonomi, itu sama sekali aku tidak memahami atau mengerti," tuturnya.
Berita Terkait
-
Patah Hati yang Kupilih: Lebih dari Sekadar Cinta Beda Agama, tapi Betapa Pentingnya Keluarga
-
Promo Buy 1 Get 1 Film Patah Hati yang Kupilih di XXI, Cek Kode Vouchernya
-
8 Daftar Film Indonesia Tayang Desember 2025, Ada Timur Hingga Janur Ireng
-
Megan dan Bryan Domani Bagikan Kabar Duka, Kehilangan Sosok Orang Terkasih
-
Bryan Domani Pusing Jadi Produser Kreatif di Film Kolaborasi Prilly Latuconsina dan Umay Shahab
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan