- Sinemaku Pictures merilis film baru berjudul "Patah Hati yang Kupilih" dengan tema isu sensitif percintaan beda agama.
- Umay Shahab menolak pelabelan sebagai corong tunggal suara Generasi Z dalam industri perfilman Indonesia saat ini.
- Pemilihan cerita film Sinemaku Pictures berawal dari keresahan tim kreatif, bukan hanya mengejar viralitas dari komentar publik.
"Kayak ada kemarin ada Rafki Hidayat, ada Kevin Rahardjo, terus ada Achot Hendra yang mau rilis film, ada Kristo yang kemarin rilis Tinggal Meninggal gitu," sebutnya.
Melihat fenomena ini, Umay Shahab justru merasa bangga karena anak muda semakin dipercaya memegang kendali produksi.
"Jadi ya justru semakin senang ketika sekarang di industrinya semakin banyak anak-anak muda seumuran kami yang dipercaya gitu untuk bikin film," tuturnya.
Terkait proses kreatif dalam menentukan cerita, Umay Shahab menegaskan bahwa Sinemaku Pictures tidak sekadar menyaring ide dari komentar netizen atau mengejar hal viral.
"Kalau nyaring dari kolom komentar sih enggak ya, tapi lebih ke mungkin apa yang ada di komentar itu bisa jadi cerminan gitu," jelas rekan Prilly Latuconsina.
Menurutnya, setiap karya bermula dari pertanyaan ke dalam diri sendiri dan tim kreatif mengenai apa yang sedang mereka rasakan atau resahkan.
"Makanya selalu berusaha dari keresahannya dulu, dari apa yang pengen disampaikan dulu, baru nanti pasti akan ketemu yang relate-relate-nya," imbuhnya.
Umay Shahab juga membandingkan proses ini dengan sineas senior seperti Joko Anwar atau Hanung Bramantyo yang berkarya berdasarkan keresahan generasi Milenial pada masanya.
"Sama kayak halnya Bang Joko, Mas Hanung, Pak Monty, mereka semua kan di generasi millennials gitu ya," kata Umay Shahab.
Baca Juga: Bakal Gelap Banget! Intip Sinopsis The Death of Robin Hood yang Dibintangi Hugh Jackman
"Mereka membicarakan apa yang mereka resahkan, keresahan generasi mereka gitu," imbuhnya.
Selain drama, Sinemaku juga mulai merambah genre lain. Umay Shahab membocorkan proyek film horor action di tahun depan berjudul Siksa Sampai Mati.
"Diperankan oleh Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Taskya Namya, Yasamin Jasem, Ratu Wikana, yang disutradarai oleh saya dan insyaallah tayang tahun depan," ungkapnya.
Sinemaku Pictures bukan hanya disorot mengenai film yang related dengan cerita Gen Z. Tapi pernah juga mendapat komentar, 'meromantisasi kesedihan'.
Sebab beberapa judul di Sinemaku Pictures, temanya mengangkat soal kesehatan mental yang banjir air mata.
Umay Shahab pun merespons santai soal anggapan meromantisasi kesedihan di film-filmnya. Ia mengatakan, tidak ada unsur kesengajaan untuk menjual hal-hal tersebut.
"Kalau ngomongin meromantisasi kesedihan, sebenarnya nggak pernah sih," kata Umay Shahab ditemui di Senayan, Jakarta Pusat pada Minggu (19/1/2025).
Umay Shahab menerangkan, dirinya bersama tim bukan mau meromantisasi kesedihan, namun menyampaikan apa yang dirasakan.
"Ini bukan meromantisasi, memang air mata saya cetek aja. Jadi, saya menyampaikan apa yang paling jujur yang mau saya sampaikan," kata mantan penyanyi cilik tersebut.
Berita Terkait
-
6 Film Natal Klasik dengan Rating Tertinggi, Wajib Ditonton saat Liburan
-
Patah Hati yang Kupilih: Lebih dari Sekadar Cinta Beda Agama, tapi Betapa Pentingnya Keluarga
-
Wrath of the Titans: Perang Manusia Lawan Dewa dan Monster, Tayang Malam Ini di Trans TV
-
Sinopsis Dracula, Kisah Cinta Abadi Berbalut Horor
-
Deretan Film Korea Berlatar Bencana Banjir, Terbaru The Great Flood
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak
-
Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang
-
Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya
-
Tak Cukup Alim, Cak Imin Minta Santri Melek Literasi Keuangan Agar Tak Terjebak Judol dan Pinjol
-
Berdayakan Puluhan Kelompok Usaha, Klaster Unggulan BRI Sukses Dongkrak Potensi Peternak
-
Mahkamah Konstitusi 'Main Aman' Beri Legitimasi Program MBG yang Bermasalah
-
Sering Olahraga Bikin Rambut Lepek dan Ketombe? Ini Tips Menjaga Kulit Kepala Sehat
-
Gus Ipul Ingatkan Seluruh Jajaran: Program Sekolah Rakyat Butuh Kolaborasi dan Integritas